Musikalisasi Puisi Berbeda dari Skin and Blister

Tak jarang, puisi yang diadaptasi ke dalam musik -atau musikalisasi puisi- kerap berjarak dengan suatu hal populer. Dalam formatnya, sering kita jumpai musikalisasi puisi biasanya dibawakan dengan komposisi yang sederhana yang identik dengan musik balada atau folk. Trio musikus pop asal Makassar, Skin and Bllister, agaknya memiliki cara berbeda dalam merespon puisi. Baru-baru ini mereka telah melepas karya teranyar berjudul ‘Pertanyaan Kepada Kenangan’, sebuah lagu tunggal alih wahana puisi karya Faisal Oddang.

Dibumbui dengan nuansa musik pop era 80-an, Skin and Blister, yang beranggotakan Nisa (Gitar/vocal), Viny (Bass/backing vocal), dan Iedil (Drum/synth) ini telah berhasil membawa puisi “Pertanyaan Kepada Kenangan” ke suatu wilayah yang berbeda dari apa yang sebelumnya kita kenal dengan musikalisasi puisi. Jika sebelumnya kita mengenal musikalisasi puisi sebagai musik yang bisa membuat merenung, beda halnya dengan Skin and Blister, lewat karya terbarunya ini  mereka malah meramu musik yang niscaya membuat kita bergoyang.

“Pemilihan musik ini tidak lepas dari pemaknaan Skin and Blister terhadap puisi Faisal Oddang tersebut. Bahwa sering kali, ada situasi yang membuat kita merasakan sakit-sesakit-sakitnya, namun ketika waktu berlalu dan membuatnya menjadi kenangan, kita akan tiba pada situasi menertawakan rasa sakit dalam kenangan tersebut” ungkap Skin and Blister

Lagu ‘Pertanyaan Kepada Kenangan’ pertama kali dirilis di kanal youtube Skin and Blister dengan konsep video yang nge-pop nan menggemaskan, terlebih mereka menghadirkan pelbagai visual yang kaya akan warna.

Skin and Blister sendiri mulanya terbentuk dan berangkat dari pandangan bahwa kebebasan dalam berkarya adalah hak milik semua makhluk, tak memandang gender juga usia. Mereka percaya terhadap bukti manusia bernilai hidup adalah mampu menghasilkan karya, tak peduli apapun itu.

Mengusung genre musik Pop, trio perempuan asal Makassar ini sepakat memilih nama Skin and Blister yang berasal dari cockney rhyming slang words yang berarti SISTER, merupakan landasan awal bahwasanya semua bermula ketika kita merasa saling memiliki, bersaudari. Inspirasi musiknya pun datang dari berbagai referensi, terutama dari daftar putar kesayangan milik para personilnya. Dengan potensi dan karya yang ada, akhirnya mereka pun siap bersenang-senang dengan berbagi, dan menginspirasi para pendengarnya terkhusus perempuan perempuan yang ada diluar sana.

Di awal tahun 2020 lalu, Skin and Blister pun sempat merilis sebuah album pendek (EP) bertajuk “Desert Of Joy” yang merangkum tentang perjalanan untuk mencintai diri sendiri. Setidaknya EP tersebut Berisikan lima nomor yakni: I Hate the Fact that I Hate My Self, I Need To Learn to Love My Self Before I Love Someone Else, Up Up In The Sky, Why Still Together dan Yes! Yes! Yes! (Remake). Lewat EP perdananya tersebut  Skin and Blister berupaya untuk merangkum perasaan-perasaan yang kiranya dimiliki setiap orang yang senantiasa mempertanyakan diri, berusaha memeluk diri sendiri, dan mencoba untuk menerima diri.

Kembali ke trek ‘Pertanyaan Kepada Kenangan’, lagu tersebut sudah bisa kalian dengar dipelbagai kanal pemutar musik digital juga video musik yang diunggah di YouTube.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Skin and Blister

Scaller Meneruskan Perjalanan Dalam "Noises & Clarity"

Album yang ditunggu-tunggu akhirnya resmi dirilis. Adalah “Noises & Clarity” yang merupakan album studio kedua Scaller yang dirilis melalui Golden Robot Records & Archangel Records (23/09). Album ini diproduksi sendiri...

Keep Reading

Merayakan Festival Industri Kreatif Tahunan Selama Tiga Pekan

M Bloc Fest merupakan festival industri kreatif tahunan yang kali ini menampilkan beberapa bidang seperti musik, seni, desain dan literatur yang diadakan oleh M Bloc Entertainment. Ajang ini sekaligus merayakan...

Keep Reading

Album Naif Bocor?!

Dan terjadi lagi.. Ya, terjadi lagi kabar yang cukup mengejutkan: album dibocorkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini datang dari unggahan instastory mantan drummer Naif, Pepeng, yang menuliskan...

Keep Reading

Teror Dari Tore Up

Memasuki 2022, satuan Violent/Chaotic Hardcore yang tergabung dalam Tore Up melepas peringatan dalam bentuk 2 track tergelapnya. Adalah “Drowning” dan “Nothingness” yang menjadi semacam perkenalan sekaligus awal perjalanan mereka mengarungi...

Keep Reading