Musik Sebagai Terapi untuk Inis

Jalan karir adalah padang luas yang bisa diisi berbagai macam kemungkinan. Kendati industri musik telah punya sejarah panjang, masih ada berbagai macam cara yang bisa ditempuh untuk keluar dari pola-pola yang sudah ada terlebih dulu.

Keberadaan berbagai macam kontes pencarian bakat, bisa dianggap sebagai jalan pintas menuju popularitas. Bebas-bebas saja memilihnya. Juga kemudian, bebas-bebas juga berbelok dan menentukan jalan sendiri yang lebih merdeka karena lepas dari kepentingan berbagai macam pihak yang ikut serta dalam sebuah kontestasi populis yang menyedot banyak perhatian.

Salah satu orang yang punya jalan hidup tidak biasa adalah Inis. Solois asal Makassar yang kemudian memulai karir musiknya Jakarta ini, melanjutkan karirnya setelah tidak punya cerita panjang di X Factor Indonesia. Setelah tersingkir, ia sempat tergabung dalam sebuah kelompok vokal. Namun, yang ada di genggaman sekarang, adalah karir solo yang seperti mengajaknya kembali ke awal, di mana main musik dilakukan dengan bernyanyi sendiri dan menciptakan dunia yang lebih independen.

Bulan Maret 2018 yang lalu, Inis merilis EP perdananya, Mood Hacks. Mini album ini mengawali karir solonya, sekaligus mengubah cara operasinya sebagai seorang penyanyi. Ia menjadi produser sekaligus penulis lagu di karya yang berisi enam lagu itu.

“Rasanya senang banget, seru X Factor beneran sekolah terbaik yang pernah aku punya. Bisa sepanggung dengan teman-teman penyanyi terbaik yang paling disorot kali itu adalah salah satu momen berharga yang pernah aku punya. Untuk seorang bathroom singer, it was magic,” katanya ketika diajak kembali ke memori X Factor Indonesia.

“Setelahnya, aku berhasil menjadi murid yang tahu apa yang dimaui dari musikku sendiri. Aku nggak berhenti dan bergantung dengan label tapi malah membuat diriku jadi lebih baik, bebas berekspresi. Bukan cuma sekedar seorang penyanyi yang instan atau selebriti, tapi aku ingin menjadi salah satu musisi Indonesia terbaik dengan taste musikku sendiri. Bisa berbagi cerita melalui lagu dengan caraku sendiri,” sambungnya.

Dari situ, ia kemudian menelurkan Mood Hacks. Mini album itu, diselesaikan dalam waktu lima bulan.

“Aku pengen orang fokus mendengarkan materi yang nggak terlalu banyak dulu. Aku ingin lihat respon pendengarku gimana,” katanya tentang pilihan mengerjakan mini album terlebih dulu ketimbang langsung menggarap album penuh.

Moodhacks punya tema yang utuh.

“Aku punya bipolar disorder (BD). Dan aku nggak bisa lepas dari musik, dalam mode apapun. Bisa dibilang, mini album ini adalah bagian dari terapiku. Dan Mood Hacks diperuntukkan untuk pendengar yang moody. Nggak ada genre spesifik, benang merahnya ada di suaraku saja. Lagu-lagunya bisa didengar sesuai dengan suasana hati pendengar. Untuk orang sepertiku, mini album ini bisa jadi teman baru. Bagi mereka yang BD, mungkin bisa mencoba caraku menyalurkan emosi pas manic. Membuat sesuatu itu lebih baik ketimbang menyakiti diri atau menyangkal banyak hal. Aku tahu rasanya tidak nyaman, tapi musik memberikan jawaban untuk mengeluarkan semuanya,” jelas Inis tentang tema yang dibawa oleh Mood Hacks. Musik menjadi caranya untuk menghadapi dunia.

“Nggak semua orang BD mau mengakui dirinya. Karena nggak semua orang bisa menerima atau berteman dengan kami. Aku BD dan nggak takut ditolak orang lagi. Akhirnya, bisa membuat obat sendiri untuk keadaan ini,” lanjutnya.

Misi yang jelas ini, sedikit banyak membantunya untuk mengarungi karir yang sebenarnya baru dimulai.

“Menjadi musisi berkarakter di industri musik Indonesia. Aku pengen jadi pribadi yang banyak menginspirasi lewat musik, juga selalu berkarya untuk pendengar,” katanya.

Hari-hari di depan masih panjang. Mungkin karyanya akan lebih sering muncul di kehidupan kita bersama. (*)

Teks dan wawancara: Felix Dass
Foto: Arsip Inis

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading