Musik dan Karya Visual Dalam Wave of Tomorrow 2019

Sebuah festival seni berbasis teknologi terbesar di Indonesia dengan pertunjukan musik yang dikemas secara futuristik, resmi dibuka. Namanya adalah Wave of Tomorrow, sebanyak 14 karya seni media baru, ahead of its time dari 13 kreator tanah air dan internasional sukses menyedot perhatian para pengunjung. Berbagai konsep dan teknik dihadirkan mulai dari instalasi audiovisual, sensor, virtual reality, robotic, hingga artificial intelligence. Ragam komposisi karya tersebut mampu menawarkan pengalaman unik dan menginspirasi para insan kreatif yang berkunjung ke gelaran Wave of Tomorrow.

“Mulai dari 20 – 29 Desember 2019, para insan kreatif dapat menikmati setiap karya seni maupun pertunjukan musik yang dihadirkan di Wave of Tomorrow. Setiap karya dan pertunjukan dari kami sangatlah spesial karena mampu memberikan efek memukau dengan interaksi yang intens melalui permainan teknologi. Kami yakin bahwa Wave of Tomorrow dapat menjadi tujuan utama para insan kreatif dalam menutup tahun 2019 dengan penuh inspirasi dan semangat untuk selalu ber-progress,” jelas Adrian Subono selaku President Commissioner Level 7, penyelenggara Wave of Tomorrow 2019.

Wave of Tomorrow yang digelar untuk kedua kalinya ini memiliki konsep berbeda, dengan menekankan pada sebuah transformasi dari perjalanan progresif setiap kreator yang terlibat. Mona Liem selaku art curator mengungkapkan bahwa pemilihan ke-13 kreator didasarkan kepada konsistensi mereka untuk berani berkarya di tengah dunia yang terus berubah. Bagaimana mereka bisa selalu bereksplorasi dengan seni media baru. Berikut deretan kreator yang terlibat yaitu Rubi Roesli, Sembilan Matahari, Kinara Darma x Modulight, Maika, U Visual, Ricky Janitra, Motionbeast, Notanlab, Farhanaz Rupaidha, dan beberapa international artists yaitu Nonotak, Tundra, Ouchhh, dan Jakob Steensen.

instalasi di wave of tomorrow

Berbagai karya dari para kreator tersebut sukses memukau para pengunjung dan mampu memberikan perspektif serta pengalaman baru. Pengunjung yang datang ke gelaran Wave of Tomorrow akan disambut dengan instalasi ‘Ruang dan Batas’ dari Rubi Roesli yang memainkan komposisi stringsserta cahaya. Mengarah ke dalam mereka akan menemukan berbagai karya audiovisual dari beberapa kreator hingga sebuah instalasi raksasa di tengah area eksibisi karya kolektif Ouchhh. Bertajuk ‘Data Gate’, kubus seberat 15 ton tersebut tidak berhenti menampilkan konten visual dari berbagai sisi. Karya tersebut merupakan public artpertama yang menggunakan data kepler hasil riset NASA dan divisualisasikan melalui artificial intelligence.

Tidak berhenti sampai di situ, selanjutnya pengunjung dapat menikmati berbagai instalasi interaktif mulai dari Sembilan Matahari yang mencoba bermain dengan robot, Nonotak yang mengisi lorong dengan sequence lighting, Motionbeast yang menciptakan instalasi audiovisual bertajuk “Mercusuar”, hingga Tundra yang bereksperimen dengan rumput sintetis untuk visual & audio projection.

“Melalui Wave of Tomorrow, kami diberikan kesempatan untuk bisa berekperimen dengan teknologi dan menghasilkan sebuah karya seni yang dapat dinikmati oleh publik. Dengan membawa ‘Mercusuar’, kami harap publik dapat semakin terlibat dengan eksibisi ini karena mereka dapat merespon dan menciptakan berbagai pesan baru lewat sensor-sensor yang men-triggerkomposisi audio visual yang ada, Kami berharap bahwa publik tidak hanya bisa melihat namun merasakan seluruh pengalaman transformatif dari berbagai karya ahead of its time,” ujar Rey dari Motionbeast, studio kreatif asal Bandung.

Selain karya-karya interaktif, Wave of Tomorrow juga turut memberikan pertunjukan musik fantastis dilengkapi berbagai unsur teknologi canggih. Para musisi mulai dari emerging artists hingga populer telah dijadwalkan untuk mengisi gelaran Wave of Tomorrow di setiap harinya. Di antaranya yaitu Haai, Kunto Aji, Eva Celia, Danilla, Elephant Kind, Sal Priadi, Petra Sihombing, Future 10, Dekadenz, Mantra Vutura, Sunmantra, Random Brothers, Enrico Octaviano, Hondo, dan masih banyak lagi.

pertunjukan kunto aji di wave of tomorrow

“Seluruh penampilan para musisi yang kami kurasi sangat berbeda dan hanya bisa ditemukan di Wave of Tomorrow. Penampilan mereka dilengkapi dengan permainan visual serta lighting yang mengisi seluruh area musik. Sehingga saya harap sajian musik yang dihadirkan dapat turut melengkapi gelaran Wave of Tomorrow yang lebih dari sekedar festival seni dan musik,” jelas Xandega dari Studiorama, selaku music curator dari Wave of Tomorrow 2019.

Wave of Tomorrow 2019 masih akan berlangsung hingga 29 Desember 2019 dengan tiket seharga Rp 100.000,- per hari. Untuk informasi lebih lengkap, bisa mengunjungi waveoftomorrow.id.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Hafizan Shidqi

Menyajikan Lebih Dari Musik!

Familiaxshow telah sampai pada seri ke-7 yang akan digelar pada 18 September 2022. Gig 3 bulanan sekali ini pertama kali digulir 6 Maret 2020 dengan fokus memberikan ruang bagi lineup...

Keep Reading

STUC Merepresentasi Mood Yang Acak Dalam 'Spin'

Kuartet math-rock dari Bandung yang mantap digawangi Dida (Drum), Wisnu (Gitar), Ades (Gitar), dan Ojan (Bass) merilis single kedua bersama Humané Records pada tanggal 26 Agustus 2022 dengan tajuk ‘Spin’....

Keep Reading

Geliat Kreatif Dari Sulawesi Tengah Dalam Festival Titik Temu

Terombang-ambing dalam kebimbangan akan keadaan telah kita lalui bersama di 2 tahun kemarin, akibat adanya pandemi yang menerpa seluruh dunia. Hampir semua bentuk yang beririsan dengan industri kreatif merasakan dampak...

Keep Reading

Memaknai Kemerdekaan Lewat "Pasar Gelar" Besutan Keramiku

Di pertengahan bulan Agustus ini, ruang alternatif Keramiku yang mengusung konsep coffee & gallery menggelar acara bertajuk “Pasar Gelar” di Cicalengka. Gelaran mini ini juga merupakan kontribusi dari Keramiku untuk...

Keep Reading