Mort Menerjang Laju

Katalog musik Mort, kuartet crossover thrash asal Bali, bermula dengan EP Brontak!!! yang dirilis pada Oktober 2016 yang lalu. Berselang tiga tahun, mereka merilis single baru berjudul Menerjang Laju yang menjadi gerbang untuk debut album penuh mereka yang menurut rencana, akan keluar pada akhir tahun 2019 ini dan dirilis oleh Skullism Records. Di antara dua rilisan ini, mereka juga sempat merilis sebuah single lain berjudul Hura-hura Huru-hara.

Menerjang Laju bercerita tentang keresahan yang dirasakan oleh Mort. Menurut mereka, di zaman yang sedang kita jalani sekarang, orang-orang cenderung suka mengomentari atau memberi penilaian terhadap suatu hal yang dianggap tidak sesuai dengan pola pikir yang mereka anut.

“Padahal, apa yang mereka lihat belum tentu benar adanya. Selain itu, ini juga sebagai bentuk ungkapan dari Mort sendiri bahwa apapun yang mereka lakukan, bagaimanapun musik yang mereka mainkan, mereka tidak akan tenggelam dalam lautan kritik dan rasa depresi. Melainkan, akan menerjang dan melawan semua ocehan-ocehan tersebut lalu kemudian bergerak maju dengan apa yang mereka yakini,” Jelas pihak Mort lewat rilis pers yang disebarluaskan.

Proses pengolahan Menerjang Laju tidak berlangsung lama, yaitu hanya memakan waktu satu bulan. Aktivitas recording, mixing, dan mastering semuanya dilakukan di Binocular Studio Record. Lagu baru milik band yang kini beranggotakan Angga Baskara (vokal), Crespo Mahesa (gitar), Andrean Sp (bass), dan Surya Wirawan (drum) tersebut bisa dinikmati melalui kanal Soundcloud milik Skullism Records. Sementara itu, sajian visualnya berupa video dan foto footage dari aksi mereka di beberapa gigs di Bali, juga sudah tersedia di Youtube. Album penuh mereka rencananya akan dirilis oleh Skullism Records dengan bentuk kaset pita. (*)

 Teks: Rizki Firmansyah
Foto: Arsip Mort

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading