Momen Kehilangan SHANKARA di Lagu Terbarunya

Kehilangan seorang teman tentu menjadi duka yang begitu dalam. Terlebih dalam kondisi yang kurang bersahabat seperti sekarang, di mana kabar kematian selalu datang setiap hari. Banyak orang mengekpresikan rasa kehilangannya tersebut melalui beragam medium, termasuk melalui musik, seperti juga yang dilakukan oleh kuartet rock asal Pamulang, Tangerang, bernama SHANKARA.

Baru-baru ini unit yang diisi oleh Ruby Zulkarnain (Gitar), Rizky Pramadani (Vokal & Bass), Raihan Azhara Azed (Gitar), dan Rafi Abyansyah (Drum) ini telah melepas karya teranyarnya yang diberi tajuk “Time is Come”. Lagu ini juga merupakan single ke-dua mereka, setelah perilisan single pertama Town to Town (2020) dan album For a Better Life (2020).

“Lagu ini kami persembahkan untuk seorang sahabat yang saat ini tengah beristirahat di pangkuan-Nya. Melalui lirik, kami mencoba untuk menggambarkan apa yang ia rasakan di saat-saat terakhirnya.” Ungkap SHANKARA. “menerka sesuatu yang ia pikirkan, tentang apa yang akan ditinggalkan. Meski pada akhirnya semua kan terkenang, hidup di keabadian.” Lanjutnya.

Momen kehilangannya tersebut barangkali bisa kita rasakan dalam penggalan lirik berikut:

     And now He’s sleeping all alone, No one can take Him come to home
    He let the memories, left on the hill, His mind, His soul, is living in peace

Lagu ini pula dipersembahkan untuk mereka yang juga merasakan kehilangan yang sama dengan SHANKKARA, terlebih dalam kondisi yang belum sepenuhnya normal seperti sekarang.

“Mungkin saat ini banyak juga yang menghadapi momen “kehilangan”, semoga dapat terwakili oleh lagu ini.” Pungkas SHANKARA.

SHANKARA sendiri merupakan grup musik asal Pamulang, Tangerang Selatan yang terbentuk di tahun 2019. Mereka memproklamirkan diri sebagai okoh fiksi yang di mana berbagai cerita perjalanan mengenai tokoh ini direfleksikan dalam bentuk karya musik benuansa ‘Rock’ untuk menggambarkan perjalanan SHANKARA si Lakon Pengembara. Sosok yang hidup dari cerita dan perjalanan, yang berproses dan bertukar, yang menyerap dan menerap.

Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember 2020, SHANKARA juga sempat merilis album yang bertajuk For a Better Life yang dirilis secara digital. Album ini mengisahkan sedikit tentang pengembaraan yang dilakukan oleh sosok SHANKARA.

Dalam album For a Better Life, terdapat delapan buah lagu yang berkesinambungan antara satu dengan lainnya. Rangkaian lagu pada album ini memiliki kisah yang beragam, sehingga untuk menjadikannya sebagai sebuah cerita yang utuh, pendengar dapat menentukan sendiri rangkaian lagu pada album ini untuk membangun kisahnya masing-masing.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari SHANKARA

Rayakan Dua Rilisan Baru, Extreme Decay Siapkan Pertunjukan Spesial

Sebagai pesta perayaan atas dua rilisan anyar mereka. Sekaligus mengajak Dazzle, TamaT, dan To Die untuk ikut menggerinda di kota Malang. Extreme Decay bersama Gembira Lokaria mempersembahkan konser showcase spesial...

Keep Reading

Disaster Records Rilis Album Debut Perunggu dalam Format CD

Pandemi yang sudah berlangsung selama lebih dari dua tahun ini memang membuat segala recana menjadi sulit terwujud. Namun bukan berarti berbagai kendala yang ada menyurutkan semangat para musisi untuk terus...

Keep Reading

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading