Sosok: Misbach

Misbach lahir dan besar di Probolinggo, namun berproses untuk karya dilakukannya di Malang. Tempatnya untuk menempuh bangku kuliah dan berkehidupan hingga saat ini. Sama seperti orang kebanyakan, ketertarikan akan gambar pasti semua diawali di masa kecil. Begitu juga yang dirasakan olehnya, tertarik untuk menggambar sejak di bangku Sekolah Dasar dan ketertarikan atas gambar graffiti membuatnya merasa harus menerjuni dunia ini.

“Hal yg membuat saya menyukai gambar adalah Gambar Graffiti yg ada di tembok belakang sekolah hehehe. Ketika melihat gambar tersebut saya merasakan “wah keren kalo bisa kayak gini” akhirnya saya belajar gambar, dan kegiatan menggambar terus saya lakuin hingga menjadi hobi dari sd sampe akhirnya terjun di dunia ilustrasi ini saat saya menginjak bangku kuliah dan menempuh semester 2 pada saat itu.” Terangnya menjelaskan.

Bagi para penggiat dunia ilustrasi di seantero negeri ini pastinya memiliki seorang seniman panutan, begitu pula dengannya. Mengambil sosok Darbotz sebagai panutan, terinspirasilah dirinya dalam membuat karya-karya. Sebagai seorang fans yang sangat menyukai karya sang panutan, kartu ATM yang bergambar ilustrasi dari Darbotz pun dipilih, alasannya sederhana, dirinya sangat menyenangi gambar si idola. Panutan tetaplah panutan, namun karya yang dimilikinya jelas sangat berkarakter. Setiap karya pasti ada cerita dibelakangnya, begitu juga karakter yang diciptakannya. Buat Misbach, karakter yang dia ciptakan adalah sebuah presentasi dari kedua orang tuanya.

“Karakter ini sebenernya merepresentasikan kedua orang tua, saya menemukan karakter ini ketika saya semester 1 , dan pada saat itu saya benar-benar sibuk dengan tugas dan proker HMJ. Dan pada saat itu pula saya mendengar bahwa ayah saya pergi dari rumah, udah ya hehehe. Oiya, kata asoy yg sering saya gunakan dalam membuat karya, adalah representasi dari diri saya terhadap apa yg saya alami, tagline I believe i can Asoy selalu saya bawa kemana2 hehe. Karakter saya ini sebenarnya tidak ada nama panggilannnya, namun temen2 dan orang2 suka memanggilnya dengan “Asoy”, ya bebas terserah penikmat mau manggilnya apa hehe.” Jelasnya lagi.

Dulu, dunia ilustrasi dianggap tidak menjanjikan sebagai sumber penghasilan. Namun, seiring waktu berjalan, stigma itu mulai perlahan hilang. Alasannya jelas, karena semakin hari jumlah para pegiat ilustrasi di negeri ini jumlahnya tumpah ruah dengan beragam jenis karyanya. Tidak perlu jauh sampai ke luar negeri untuk mencari ilustrasi ciamik, Indonesia memiliki portofolio segudang untuk hal yang satu ini.

Misbach adalah satu dari tiga pemenang “Siasat Trafficking x Rock In Celebes: Mencari Kolaborator Visual Art“. Dirinya akan datang dari Malang, spesial untuk menghadirkan karyanya di sebuah bidang besar. Tujuannya, apalagi kalo bukan untuk unjuk gigi dan pengenalan karya di hadapan orang banyak. Lalu, ada harapan yang kami sematkan dengan adanya program ini, yaitu agar para seniman ini nantinya bisa lebih mengembangkan jenjang karirnya termasuk berkolaborasi dengan siapapun. Kami juga melihat kreativitas para seniman ini memiliki nilai yang tak mengenal batas. Ide yang muncul dari mereka bisa dibilang unik, ekspresif, kritis dan terkadang abstrak.

“Saya tau submission ini dari story instagram mas BenangBaja waktu itu ngeshare, hehe. Program ini keren sih, karena dengan adanya program seperti ini, illustrator/visual artist yg asalnya dari daerah bisa ke followup dan ikut andil di program ini.” Tutupnya

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Misbach

Sebuah Pertanyaan Residensi, Mengapa Jalan-jalan untuk Seniman itu Penting?

Seperti apa sebenarnya peran residensi seni, dan bagaimana dampak sebuah kunjungan sementara terhadap proses kreatif seniman? Karena makin ke sini istilah residensi jadi template untuk sekadar program plesir yang dilakukan...

Keep Reading

Universal Iteration, Pameran Selanjutnya dari Salihara

“Ragam aktivitas di dunia maya tidak hanya menghasilkan keuntungan berupa kemudahan akses informasi serta terbukanya peluang-peluang baru di berbagai bidang. Pada kenyataannya, aktivitas-aktivitas virtual menghasilkan emisi berupa jejak karbon secara...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Tahun ini, Synchronize Fest Balik Lagi Secara Luring!

Penantian panjang akhirnya terjawab sudah! Synchronize Fest memastikan diri akan digelar secara offline pada 7, 8 , 9 Oktober 2022 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema “Lokal Lebih Vokal”,...

Keep Reading