Mini Album Perdana hara Bernama “Kenduri”

Nama hara mungkin sudah tidak asing lagi di telinga penikmat musik Indonesia, proyek solo terbaru milik Rara Sekar, setelah menutup perjalanannya dengan proyek duo Banda Neira dan juga proyek trio bersama Danilla dan juga Sandrayati Fay yang tergabung dalam Daramuda. Dengan meluncurkan “Ati Bolong” yang juga sebagai penanda awal perjalanan hara, dan single pembuka untuk mini albumnya yang diberi judul “Kebun Terakhir”. Kini penantian yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. hara merilis mini album perdananya yang diberi judul “Kenduri” yang secara resmi dirilis pada tanggal 7 Juni 2021 lalu.

Perkenalan untuk mini album “Kenduri” dimulai dengan single “Kebun Terakhir” yang dirilis pada tanggal 24 Mei 2021 lalu, Total, ada empat nomor yang hara hadirkan di mini album “Kenduri” ini. Dimulai dari “Tembang Tandur”, “Akar Wangi”, “Kebun Terakhir”, dan ditutup oleh “Arumdalu”. Untuk nomor kedua yang disebut, juga hadir nama Guna Warma (Nosstress) yang turut mengisi beberapa bagian dari nomor tersebut.

Semua lagu yang ditulis adalah sebagai narasi yang bersambung dari lagu perta hingga terakhir. Mini album “Kenduri” ditulis di awal masa pandemi saat lockdown, “Kenduri” secara esensial terinspirasi dari perjalanan hara mencari harapan di tengah pandemic dengan merawat kebunnya. Untuk mini album ini, hara secara spesifik terinspirasi dari kenduri dalam konteks pertanian, dan menginterpretasi kenduri sebagai keselamatan panen raya yang serik dilaksanakan oleh masyarakaty tani di Indonesia.

Ke-empat nomor yang ada di mini album “Kenduri” memadukan unsur folk, pop, ambient, dan neo-klasik, dengan sentuhan soundscape alam dan sampling koleksi pribadi hara. Perpaduan ini telah menjadi ciri khas dari hara sejak dirilisnya single perdana “Ati Bolong”

Mini album ini dibuka dengan lagu yang dedikasikan untuk tanaman-tanamannya, yaitu “Tembang Tandur”. Lagu ini terinspirasi dari lagu-lagu rakyat yang ditulis oleh masyarakat tani dan adat untuk memberkati tanah, tanaman, dan hasil panen. Selanjutnya, terdapat lagu “Akar Wangi (feat. Guna Warma dari Nosstress)” yang ditulis setelah hara bermimpi menanam akar wangi di pinggir sungai kering dekat rumahnya.

Sedangkan “Kebun Terakhir” terinspirasi dari perjuangan para petani Indonesia untuk mempertahankan tanahnya sebagai ruang juang terakhirnya. Kemudian, lagu terakhir yang berjudul “Arumdalu” adalah suatu syair pujian untuk merayakan keindahan keseharian dalam hidup. Lagu ini menjadi focus track kedua setelah “Kebun Terakhir” di dalam mini album ini.

Semua lagu ditulis, diaransemen, dan dimainkan oleh Rara Sekar sekaligus diproduksi olehnya bersama Febrian Mohammad (Layur/Seruak). Khusus untuk “Arumdalu”, aransemen strings lagu ini ditulis oleh Rara Sekar bersama Isyana Sarasvati dan Kenan Loui Widjaja. “Arumdalu” adalah lagu pertama dimana Rara Sekar mengaransemen strings section-nya sendiri. Semua lagu diramurekam oleh Febrian Mohammad di Seruak Studio, Bantul, dan proses mastering dilakukan oleh Putu Deny Surya di PosKo Studio, Ubud.

 

Teks: Reza Raditya

Visual: Arsip dari  hara

Tentang Syukur dan Hidup yang Tak Tertebak di Lagu Terbaru Alahad

Beranjak menjadi solis, Alahad, moniker dari Billy Saleh yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris dari band rock-alternative Polka Wars akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia melepas sebuah nomor tunggal teranyar...

Keep Reading

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading