Merespon Berbagai Isu Dalam Pameran Obstacles

Banyak kejadian yang telah terjadi belakangan ini, isunya berbagai macam. Mulai dari isu feminisme, alam, dan sosial budaya. Dari banyaknya kejadian tersebut, tak sedikit juga yang ikut merespon. Entah itu dalam bentuk kritik, ataupun dukungan serta kepedulian. Baik di dunia nyata atau di dunia maya (media sosial). Menanggapi hal itu, sembilan seniman asal Yogyakarta sepakat untuk menginterpretasikan isu-isu tersebut lewat karya milik mereka.

Sembilan seniman asal Yogyakarta tersebut adalah; Dimas Saputra, Dirada Mahendra, Enggar Rhomadioni, Gilang Nuari, Lintang Pramono, Martinus Bitu, M. Aditya Pratama, Ria Ayu Astari, Ummi Sahabrina Damas, dan Adella Putri. Karya milik mereka akan dipamerkan dalam sebuah Art Exhibiton yang bertajuk Obstacles. Tujuan dari diadakannya pameran ini adalah untuk melihat dan mengapresiasi seperti apa pemahaman terhadap seni rupa dan perkembangannya. Serta, untuk mengenalkan lebih jauh sebuah pengalaman baru dalam sebuah karya visual ataupun ide-ide gagasan yang dituangkan dalam bentuk karya seni rupa dan juga tulisan.

Pameran ini menitikberatkan pada “hambatan” yang selalu dirasakan oleh orang-orang ketika akan mencoba untuk memperlihatkan kepedulian atau juga melakukan suatu bentuk perubahan dalam lingkungan masyarakat. Ada harapan besar yang tersemat dari adanya pameran ini. Yaitu, sebuah bentuk pengetahuan untuk pengunjung tentang bagaimana bersikap empati dan simpati terhadap suatu masalah. Dan juga, mereka mengharapkan agar pengunjung dapat lebih kritis melihat isu-isu sosial yang muncul di masyarakat.

Pameran akan dibuka pada 15 Januari 2020 dan berlangsung hingga 15 Februari 2020. Pameran bersifat terbuka dan akan dilaksanakan di Green Host Boutique Hotel yang beralamat di Jalan Prawirotaman 2, No 629, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta. Pada pembukaan art exhibition: Obstacles, Citra sebagai kurator dari Langgeng Art Space juga akan turut hadir untuk menyampaikan kesan terkait gagasan yang dibawa oleh Sembilan perupa.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Obstacles

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading