Merchandise Menyambut Bulan Ramadhan ala Bvrtan

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sebuah merchandise dapat dikatakan sebagai manifestasi dan produk dari sebuah ide. Contohnya, barang-barang yang khas, atau bahkan makanan yang menjadi identitas dari daerah tersebut. Itu mengapa merchandise bisa menjadi sebuah identitas yang kuat untuk sebuah daerah atau bahkan melebihi itu. Selain daerah, kita juga mengenal merchandise dari hal lain, sebut saja musik. Sebuah grup musik biasanya akan mengeluarkan merchandise sebagai “oleh-oleh” atau kenangan bagi penggemarnya.

Sejak tumbuh menjadi sebuah industri, musik tak hanya lagi berbicara seputar rilisan fisik dan jadwal manggung untuk para penikmatnya. Merchandise berperan penting secara khusus membangun kedekatan antara musisi dengan pendengarnya. Belakangan merchandise menjadi salah satu divisi yang banyak memberi asupan terhadap kelangsungan hidup kelompok musik. Fungsi merchandise itu sendiri tidak hanya berperan sebagai bisnis saja, melainkan sebuah produk turunan yang dikeluarkan oleh musisi untuk menunjukan sebuah identitas yang cukup kuat, beberapa merchandise yang dikeluarkan oleh musisi kian cukup beragam, mulai dari T-Shirt atau item fashion lainnya, atau beberapa merchandise yang lebih sederhana seperti stiker atau pin button, dan masih banyak bentuk merchandise yang dirilis oleh musisi.

Merchandise band tidak selalu hadir dengan bentuk yang sama seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Beberapa grup band atau musisi tak jarang juga mengeluarkan merchandise yang tidak biasa.

 Seperti beberapa waktu yang lalu Cradle Of Filth yang mengusung music cadas Black Metal  secara resmi memiliki merchandise yang cukup kontroversial dan bisa dibilang nyeleneh, teh seduh dan sabun mandi bercorak Corpse Paint yang dihasilkan oleh sebuah toko situs jual beli online yang bernama Esty. Kali ini movement serupa dilakukan oleh Bvrtan band yang juga mengusung musik Black Metal Kali ini Bvrtan band yang mengusung musik Black Metal. mengeluarkan merchandise berupa Sarung dan juga sandal yang mereka sebut “Sarung & Sandal Penderitaan”. Merchandise ini terbilang sangat unik, mengingat beberapa saat lagi kita juga akan menghadapi bulan ramadhan, selain “Sarung & Sandal Penderitaan” Bvrtan juga sempat meluncurkan beberapa merchandise unik seperti baju batik, ayam kecap, hingga bumbu pecel. 

 

Bvrtan yang sekarang digawangi oleh Pak Kades (vokal), Kvli Arit (gitar), dan Penjaga Mvshalla (drum), dari segi rilikal memang terkesan bercanda, akan tetapi, sepengakuan mereka, Bvrtan bukanlah band candaan. Dan menurut saya, hal itu benar belaka. Mereka bukan band pop berpoles gotik yang membuat lagu asal-asalan. Band yang nyambi jualan sarung dan sandal ini mengemas musik black metal dengan caranya sendiri. Bvrtan konsisten menggarap tema-tema seputar rakyat kecil di negeri agraris ini. Lirik lagunya sering menyentil referen dunia pertanian seperti KUD (Koprasi Unit Daerah), Kelompencapir, hama wereng, dan tengkulak biadab. 

Movement yang mereka lakukan memang cukup berbeda dari yang lainnya, dengan menyuguhkan merchandise yang cukup unik, diharapkan para penggemarnya bisa mendapatkan kesan yang juga tidak biasa.

 

Teks: Rizky M Akbar

Visual: Arsip dari Bvrtan

Warna Dan Formasi Baru Hailwave Dari Kancah Musik Aceh

Unit pop-punk dari Aceh, Hailwave, menawarkan warna, karakter, serta formasi barunya dengan single yang diberi tajuk “Out Of Reach”. Lagu yang menggambarkan percintaan remaja, menceritakan tentang seseorang yang berusaha menemukan...

Keep Reading

GAC Kembali Dengan Semangat Baru

Terhitung nyaris empat tahun grup vokal yang diinisiasi oleh Gamaliél, Audrey, dan Cantika ini mengumumkan vakum dari industri musik Indonesia untuk rehat dan mengeksplorasi diri, serta merilis proyek solo mereka...

Keep Reading

Semarak Festival & Konferensi Evoria 2023!

Kabar gembira! Memeriahkan Hari Musik Nasional yang akan jatuh pada 9 Maret mendatang, Diplomat Evo berkolaborasi dengan M Bloc Entertainment dan Alive Indonesia akan menyelenggarakan Evoria Festival & Conference 2023....

Keep Reading

SKJ'94 Kembali Menghentak Lantai Dansa

Penamaan genre musik rasanya sudah menjadi hal umum sekarang ini. Sama seperti grup musik yang pernah mewarnai hiruk pikuk industri musik Indonesia era 2000 awal yang mengkategorikan musiknya sendiri ke...

Keep Reading