Merayakan 80 Tahun Kelahiran John Lennon Dalam Boxset

Untuk menandai 80 tahun kelahiran legenda musik rock n’ roll cum aktivis, John Lenon, label Capitol/UMe akan merilis album remix bertajuk “Gimme Some Truth”. The Ultimate Mixes yang dijadwalkan akan rilis tepat di hari kelahirannya pada 9 Oktober 2020 mendatang. Album ini secara eksekutif diproduksi oleh istri sang mendiang, Yoko Ono, dan diproduseri secara langsung oleh putranya, Sean Ono Lennon. Album yang dikemas ke dalam boxset ini setidaknya terdiri dari 36 lagu klasik era kejayaan the Beatles maupun lagu hits John Lennon ketika ia bersolo karir.

Lagu-lagu ini sepenuhnya akan didaur ulang untuk meningkatkan kualitas audio yang sebelumnya hanya  direkam menggunakan piranti analog. Dikutip dari NME, sepenuhnya lagu ini di remix secara radikal dari awal untuk menigkatkan kualitas sonik mereka dan akan menampilkannya sebagai pengalaman mendengarkan terbaik yang belum pernah didengar sebelumnya. Lagu-lagu yang ditampilkan pada album ini termasuk ‘Come Together’, ‘Mind Games, ‘Jealous Guy’, ‘Dear Yoko’, ‘Happy Xmas (War Is Over)’ dan ‘Karma Instant! (We All Shine On).

Boxset John Lennon

Sebelumnya lagu-lagu tersebut hanya diselesaikan menggunakan peralatan dan efek analog vintage yang direkam di Henson Recording Studios di Los Angeles. Namun dalam versi terbarunya ini, album “Gimme Some Truth” akan dieksekusi  di studio rekaman ikonik Inggris, Abbey Road Studios oleh Alex Warton.   

Nantinya para penggemar John Lennon tak hanya disajikan dengan rilisan CD saja, namun para penggemar juga akan disuguhi dengan pelbagai item yang ada pada boxset ini. Salah satunya adalah buku eksklusif setebal 124 halaman yang disusun dan diedit oleh Simon Hilton. Buku ini menceritakan kisah ke semua lagu yang ada dalam album ini, mencakupi pernyataan John Lennon dan Yoko Ono dalam sebuah wawancara beserta orang-orang yang dulunya bekerja sama dengan mereka. Buku ini juga berisi foto film, surat, lembaran lirik, kotak kaset dan segala macam memorabilia dari arsip Lennon-Yoko, dan tentunya berisi pula foto-foto langka John Lenon sebelum ia meninggal 40 tahun lalu.

“John adalah pria yang brilian dengan selera humor dan pengertian yang tinggi. Dia percaya untuk menjadi jujur ??dan bahwa kekuatan orang-orang akan mengubah dunia. Dan itu akan terjadi. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memvisualisasikan dunia yang lebih baik bagi diri kita sendiri dan anak-anak kita. Kebenaran adalah apa yang kita ciptakan. Itu ada di tangan kita. ” Tulis Yoko Ono dalam buku tersebut, dikutip dari NME.

40 tahun lalu, tepatnya 8 Desember 1980, John Lennon meninggal di tangan Mark Chapman. Chapman yang juga adalah penggemar The Beatles dengan keji menembaknya di apartemen John Lennon. Bulan ini (19/08) tersiar kabar bahwa pembebasan bersyarat yang diajukan tim kuasa Mark Chapman ditolak untuk yang ke-11 kalinya oleh dewan pembebasan bersyarat di New York. Banding tersebut ditolak oleh dewan karena adanya kekhawatiran akan keselamatan masyarakat dan Chapman sendiri. Mengingat begitu banyaknya fans, keluarga, dan teman John Lennon yang marah dan tersakiti atas penembakannya tesebut. Saat ini Chapman menjalani hukuman 20 tahun hingga seumur hidup dan mendekam di Fasilitas Pemasyarakatan Wende di Erie County, New York.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip NME.com

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading