Merapal Kehilangan Melalui “1.15 AM” oleh Budi Prasetio

Kehilangan menjadi momen yang sangat menyakitkan, apapun itu. Layaknya menjadi sesuatu yang tidak bisa dimiliki kembali, terlebih ketika kita merasa kehilangan orang-orang yang telah lama pergi. Atas rasa kehilangan juga bisa menjadi sebuah inspirasi yang kuat untuk beberapa orang menciptakan sebuah karya, alih-alih hanya bersedih dan terpuruk, momen kehilangan alkhirnya menjadi pemacu untuk sebuah cerita dalam sebuah lagu, ini juga yang dilakukan oleh Budi Prasetio melalui singlenya yang berjudul “1.15 AM”.

Lahir di Purwokerto, Jawa Tengah Budi Prasetio mencoba merangkup setiap hal yang dia rasakan termasuk kehilangan, melalui singlenya yang berjudul “1.15 AM” inilah akhirnya Budi Prasetio mencurahkan segalanya tentang kehilangan yang juga pastinya pernah dialami oleh setiap orang.

Pemberian judul “1.15 AM” dipilih karena Budi Prasetio beranggapan bahwa di waktu waktu tersebut merupakan saat-saat terbaik dan tepat untuk mengingat kembali kenangan yang pernah dilewati dan dialamai bersama orang yang sudah lama pergi dan menghilang dari kehidupan kita masing-masing. Dengan kata lain melalui lagu “1.15 AM” Budi Prasetio ingin bercerita tentang seseorang yang telah lama menunggu mantan kekasihnya yang pernah hadir dalam hidupnya bisa kembali datang. Sebuah cerita yang sedernaha namun memiliki makna dan perasaan yang dalam. Mengingat rasa kehilangan bukanlah perasaan yang bisa dengan muda untuk dilewatkan begitu saja.

”lagu ini saya tulis sendiri dan dikemas dalam kemasan akustik dan beat, namun nuansa elektronik tetap terasa kental di lagu ini yang membuatnya berbeda bila dibandingkan dengan single saya sebelumnya.”. Ungkap Budi Prasetio melalui siaran persnya

Dalam proses kreatif dan penggarapannya, Budi Prasetio tidak melakukannya sendiri, kini Budi Prasetyo dibantu oleh beberapa rekannya seperti Miko Cking yang bertanggung jawab untuk mengisi bagian gitar, Bagus Pakarti untuk bagian bass, Alvin Bayu Ananda yang berperan untuk mengisi keyboard atau piano, dan untuk urusan mixing dan mastering ada Aji Rakhman yang diberi tanggung jawab dan kepercayaan oleh Budi Prasetio.

Dan untuk urausan Artwork sendiri, mulai dari konsep hingga pengerjaannya dilakukan oleh seminal asal Purwokerto bernama Sofi Indra, artwork yang terlihat seperti gambar dengan konsep surealis dan dengan sengaja tidak diberi warna, melainkan seperti arsiran pensil, bukan tanpa alsan, hal ini dilakukan untuk menambah kesan emosional yang lebih mendalam.

 

Teks: Reza Raditya

Visual: Arsip dari Budi Prasetyo

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading