Merah bercerita adalah band “Poem Rock” terbentuk awal 2014 di kota Surakarta. Mereka adalah Fajar Merah (vokal dan gitar), Yanuar Arifin (bass), dan Lintang Bumi (drum). Dalam perjalanannya hingga kini, mereka telah merilis satu album penuh yang berjudul “Merah Bercerita”. Materi yang ada di dalam album ini merupakan hasil aransemen dari puisi-puisi milik Wiji Thukul.

Tahun ini, mereka kembali. Membawa album kedua ke khalayak ramai dalam sebuah konser yang bertajuk “Nyanyian Sukma Lara”. Acaranya sendiri akan dihelat pada 17 Januari mendatang. Tajuk konser ini dipilih karena mewakili semua judul lagu yang ada di album kedua nanti. Konsep dari album ini bisa dibilang seperti mesin waktu, yang memiliki portal serta cerita, alur dan puncak yang sama sekali tidak menghakimi keadaan. Tapi lebih mengambil posisi yang netral sebagai pengamat dan pembaca gejala sosial, alam, dan sejarah tertulis.

Berbeda dengan album pertama yang mengaransemen puisi-puisi milik Wiji Thukul, di album kedua ini mereka lebih dewasa dalam mengemas musik dan sajak yang ada. Konsep saling berkesinambungan dituangkan ke dalam semua materi yang ada.  Lagu dari lagu saling bersambung membentuk sebuauh literasi yang mengajak kita menerawang apa yang sebenarnya dibicarakan dalam setiap liriknya, serta berkolaborasi dengan musisi-musisi lokal Solo seperti Gema Isya’ (Soloensis), Safina Nadisa (Jungkat-Jungkit) dan Artaxiat Gamelan untuk menghadirkan nuansa yang kaya akan keberagaman.

Dalam setiap hembusan nafas dari lagu-lagunya menghadirkan sebuah tanya akan diri, mengajak kita untuk kembali menentukan sikap pada zaman yang telah terdegradasi ini, sekaligus bersama-sama mengenali kebenaran demi sebuah tujuan untuk menjadi manusia yang memanusiakan manusia serta mengenali opsi dari polemik krisis identitas pada lingkungan sosial kita serta mendo’akan alam kita yang kian lelah.

Buat kalian yang sedang berada di Surakarta dan sekitarnya, silahkan untuk menyempatkan diri. Saling berbagi kesenangan, dan tak lupa untuk selalu berkawan.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Merah Bercerita