Menyusuri Perjalanan Romansa Cinta Bersama Agustin Oendari

Hubungan baik antara Agustin Oendari dan kesenian sudah terpelihara sejak dulu. Sedari kecil, ia telah menjajaki beragam medium semisal piano, gitar, hingga canvas lukis. Hingga kini, penyanyi asal Jakarta tersebut masih tetap konsisten berkarya, terbukti dengan rilisnya single terbaru miliknya pada tanggal 29 Agustus 2019 yang bertajuk LHSW (Love, Heartbreak, Solace, and Wisdom), di berbagai layanan streaming semisal Spotify.

Agustin juga diketahui sering terlibat dalam pembuatan soundtrack untuk beberapa film seperti tembang Selamat Pagi Malam (In The Absence of The Sun, 2014) dan Lagu Untuk Mama (Susah Sinyal, 2017). Lalu, dua karyanya yaitu Nyatanya Sementara serta Dari Rindu Kepada Rindu juga menghiasi daftar lagu latar dari sinema Galih & Ratna (2017).a

Di posisinya sebagai vocal arranger dan vocal director, ia sudah berkolaborasi dengan banyak musisi. Ada  Titiek Puspa, Momo Geisha, Sheryl Sheinafia, Andi Rianto, dan Steve Lillywhite adalah diantaranya.

LSHW merupakan single yang sepenuhnya diproduksi di ROEMAHIPONK Music Studio dan diproduseri oleh Ivan Gojaya, yang selain dikenal sebagai produser, ia juga merupakan seorang audio engineer dari nama-nama besar seperti Rich Brian, NIKI, Ramengvrl, Rapyourbae, dan GAC. Lagu tersebut lahir sebagai ekspresi atas pehaman Agustin terhadap empat fase perjalanan sebuah romansa cinta: mencintai, patah hati, kesendirian, hingga akhirnya menjadi bijaksana.

Ditulis sejak awal tahun 2019, perampungan lagu tersebut sempat ditunda sekian bulan karena Agustin tidak berhasil menemukan dua kalimat pamungkasnya, sampai akhirnya ia terpikirkan sebuah racikan kata-kata sebagai penutup lirik yang pas yaitu “At least we didn’t break anything. We never even started anyway”.

“It didn’t take me too long writing this song, the whole storyline was done in about 3 hours. But then I found it difficult to find the right lines to finish the song. It took me quite a while till I found the last two lines: ‘At least we didn’t break anything; We never even started anyway’. And it turns out those two lines became my favorite lines so far,” ungkap Agustin dalam segmen interview Unveiling The Story bersama Big Hello Records, tempat ia bernaung.

Meski bernada lirih dan menyayat hati, LSHW bukanlah lagu penuh kesedihan. Dalam segmen interview Unveiling The Story bersama Big Hello Records, Agustin Oendari juga menyampaikan bahwa tembang tersebut menceritakan tentang fase jatuh cinta, patah hati, dan kesendirian yang akan selalu mengantarkan seseorang kepada kebijaksanaan.


Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Agustin Oendari

Merayakan Festival Industri Kreatif Tahunan Selama Tiga Pekan

M Bloc Fest merupakan festival industri kreatif tahunan yang kali ini menampilkan beberapa bidang seperti musik, seni, desain dan literatur yang diadakan oleh M Bloc Entertainment. Ajang ini sekaligus merayakan...

Keep Reading

Album Naif Bocor?!

Dan terjadi lagi.. Ya, terjadi lagi kabar yang cukup mengejutkan: album dibocorkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini datang dari unggahan instastory mantan drummer Naif, Pepeng, yang menuliskan...

Keep Reading

Teror Dari Tore Up

Memasuki 2022, satuan Violent/Chaotic Hardcore yang tergabung dalam Tore Up melepas peringatan dalam bentuk 2 track tergelapnya. Adalah “Drowning” dan “Nothingness” yang menjadi semacam perkenalan sekaligus awal perjalanan mereka mengarungi...

Keep Reading

Penanda 2 Dekade Berkarya; St.loco Rilis Nirmala

Lama tidak terdengar memberikan rima yang membuat kancah musik tanah air bergetar, St.loco akhirnya menghembuskan kabar baik. Telah banyak yang mereka gores ke dalam lembaran kertas, tentang perjalanan panjang, dan...

Keep Reading