Menyimak “Saura” Album Perdana dari Manjakani

Setelah penantian panjang akhirnya duo asal kota Pontianak Manjakani meliris sebuah album berjudul “Saura” di bawah naungan lebel milik Manjakani sendiri Enamempat Records. Album “Saura” dirilis secara digital pada tanggal 28 Mei 2021 kemarin, dan setelahnya akan dirilis dalam bentu fisik pada bulan Juli 2021 hasil kerja sama dengan demajors Independent Music Industry Indonesia (DIMI).

Album “Saura” berisikan tujuh buah lagu didalamnya, dan tiga lagu di antaranya sudah dirilis sebelumnya. Tiga lagu tersebut adalah “Asmaraweda”, “Sabda Rindu”, dan “Asam Pedas”. Sedangkan untuk empat lagu yang lain adalah “Hanyut”, “Rumah”, “Sekar”, dan “Tali Jiwa” yang belum pernah diperdengarkan di pasaran sebelum dirilisnya album “Suara” ini. Sebagai penanda lahirnya album “Saura”, dipilih lagu “Tali Jiwa” sebagai single keempat Manjakani. Lewat larik “…sebab gelap tanpa terang adalah tiada, sebab kita tanpa kita adalah tiada…,”. Lagu “Tali Jiwa” bercerita tentang bagaimana dua hal yang berbeda dapat menjadi kesatuan yang seimbang. Lagu ini akan bisa dinikmati dalam bentuk audio visual setelah peluncuran video musiknya yang direncanakan dalam waktu dekat.

Ulasan singkat mengenai Manjakani. Manjakani berawal dari pertemuan antara Taufan dan Nabilla di sebuah institusi pendidikan. Ketertarikan mereka terhadap musik melahirkan sebuah kreativitas yang unik. Lalu Muhammad Taufan Eka Prasetya dan Nabilla Syafani kemudian melanjutkan proyek musik mereka dengan serius, hingga akhirnya terbentuklah nama Manjakani sebagai duo yang berasal dari Kota Pontianak.

Kembali ke album “Saura” judul albumnya ini terinspirasi dari nama anak kedua personil Manjakani, Saura Ajar. Saura bercerita tentang hakkat kehidupan, hal-hal sederhana yang mungkin terlewat namun berdampingan dan kian pasti terjadi. Manjakani pun bekerjasama dengan beberapa penulis lirik dengan gaya literasi yang berbeda, membuat album Saura terasa ‘kaya’ dari segi penulisan lirik.

Album “Saura” direkam di studio RumahAGA yang berlokasi di kota Depok dan F Studio di Pontianak pada pertengahan tahun 2018 hingga 2019. Lalu melalui proses mixing dan mastering bersama McAnderson dan Gita Roni Chandra di tahun berikutnya. Saura telah lama dinanti oleh teman, kerabat, rekan sejawat dan tentunya mereka yang mendengar dan mengikuti perjalanan Manjakani. “Saura” merupakan sebuah representasi dari kelahiran. Selayaknya kelahiran seorang anak pertama, Saura adalah buah hati kecil yang hadir ke dunia, buah dari perjalanan dan ketulusan bermusik kedua personil yang telah dijalani bersama-sama sejak awal.

Kini album Manjakani “Saura” sudah tersebar dan sudah dapat didengarkan melalui platform musik digital.

 

Teks: Reza Raditya

Visual: Arsip dari Manjakani

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading