Menyambut Album “Jubilee” Japanese Breakfast Merilis “Posing In Bondage”

Japanese Breakfast, proyek musik dari Michelle Zauner belum lama ini merlepas sebuang single baru yang berjudul “Posing In Bondage” bersamaan dengan video klipnya, setelah berhasil merilis single “Be Sweet” Single “Posing In Bondage” adalah rangkaian dari album terbarunya Japanese Breakfast yang bertajuk “Jubilee” yang akan diluncurkan pada tahun ini.

Album “Jubilee” juga menjadi kelanjutan dari debut album Japanese Breakfast sebelumnya “Soft Sounds From Another Planet” yang dirilis pada tahun 2017 lalu. Single pertama dari rangkaian album ini adalah single “Be Sweet” yang juga di rilis bersamaan dengan videomusik artistik khas Michelle Zauner.

Michelle Zauner menjelaskan latar cerita dari single terbarunya “Posing In Bondage” melalui siaran persnya, Posing in Bondage’ is a ballad about loneliness and longing, a song about two people who want so badly to connect but are never quite able to do so. No place felt lonelier than an empty grocery at 1 AM,” ucapnya, Michelle Zauner juga menjelaskan bahwa video musik yang dirilisnya adalah emacam epilog yang akan menuntun para pendengar dan penggemarnya menuju single elanjutnya yang akan dirilis oleh Japanese Breakfast, “The video is actually an epilogue to the one that will accompany our next single, here presented out of order”

Dibawah naungan Dead Ocean, album “Jubilee” akan resmi dirilis pada tanggal 4 Juni yang akan datang, berbeda dengan album pendahulunya “Psychopomp” dan album “Soft Sound From Another Planet” album yang menceritakan tentang kesedihan yang dirasakan oleh Michelle Zauner atas kematian sosok ibunya karena penyakit kanker yang dideritanya, kini album “Jubilee” merupakan sebuah perayaan Langkah baru yang engantarkan Michelle Zauner kedalam era yang baru dan di mana Michelle Zauner berupaya mencari dan mendapatkan kebahagaiaan.

Album “Jubilee” adalah album yang patut dinantikan, pasalnya lagu-lagu dalam album “Jubilee” in ikan lebih menunjukan eksplorasi yang baru dari sisi musikalitas dan keseniannya. Lirik dari lagu-lagu yang ada di album “Jubilee” juga adalah lirik yang samngat nyata yang dapat merepresentasikan kehidupan Michelle Zauner melalui medium musik dan lagu. Beberapa tahun sebelum penggarapan album “Jubilee”, Michelle Zauner sangat secara sungguh-sungguh mempelajari teori piano sebagai upaya meningkatkan kemampuannya dalam bermusik dan sebagai penulis lagu. “I’ve never wanted to rest on any laurels. I wanted to push it as far as it could go, inviting more people in and pushing myself as a composer, a producer, and arranger,” ungkap Michelle Zauner.

Album “Jubilee” yang akan dirilis pada tanggal 4 Juni mendatang sudah dapat dipesan dari sekarang melalui website yang tertera di akun Instagram resmi milik Japanese Breakfast, Album “Jubilee” juga dirilis dalam berbagai bentuk, seperti CD, Kaset Pita, dan Piringan Hitam dengan dua pilihan yang berbeda, dan juga merchandise yang sudah bisa kalian miliki juga.

 

Teks: Reza Raditya

Visual: Arsip dari Japanese Breakfast

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading

Themilo Rangkum Perjalanannya di Nomor "Flow"

Dua dekade berlalu dan Themilo tetap berjalan dengan syahdu. Pada akhir Juli 2022, unit shoegaze dari Bandung yang berdiri sejak 1996 ini baru saja merilis single terbaru mereka berjudul “Flow”....

Keep Reading

Adaptasi Kehidupan Digital di Koleksi Terbaru Monstore

Jenama pakaian dan gaya hidup Monstore mengumumkan koleksi terbaru mereka dengan nama “New Fictional Temptation”. Koleksi ini diluncurkan sebagai rilisan ‘solo’; non-kolaborasi dari Monstore setelah berbulan-bulan lebih fokus bekerja sama...

Keep Reading