Menyambut 3 Tahun, Museum Macam Menghadirkan ‘MACAN Home Kit’

Tak ada yang banyak berubah selama nyaris satu tahun pandemi berlangsung. Banyak dari kita sangat terpukul dengan adanya wabah ini, tak terkecuali dengan dunia kesenian, dari mulai musisi yang kesulitan mencari panggung, seniman yang sulit membuat pameran secara offline karena banyak dari galeri belum beroperasional secara maksimal. Di balik semua kesulitan itu berbagai upaya pun sudah banyak dilakukan, salah satunya adalah memindahkan semuanya ke dunia virtual untuk menekan angka penyebaran virus dan dapat menjaring audiens yang lebih banyak dan beragam. Seperti yang juga kini dilakukan oleh Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara atau yang lebih akrab dengan nama Museum MACAM.

Berbeda dari perayaan ulang tahun sebelumnya, kali ini tak ada hingar bingar pertunjukan musik maupun hilir-mudik orang mendatangi museum untuk melihat karya rupa dari para seniman Indonesia. Museum MACAN kali ini menyambut ulang tahunnya yang ke-3 dengan meluncurkan 3 program yang tentu sangat layak untuk diikuti. Ketiga program tersebut yakni Ruang Seni Anak, Shop at Macan, dan MACAN Home Kit yang kesemuanya digelar secara virtual dan dapat diikuti dari rumah masing-masing.

Untuk program Ruang Seni Anak belum ada kepastian kapan program tersebut bisa diikuti, namun yang pasti Ruang Seni Anak ini akan segera hadir secara daring dan luring. Kemudian Shop at Macan merupakan program Traktiran MACAN, yakni sebuah program berupa potongan harga setiap hari Rabu sepanjang bulan November, untuk informasi lebih lanjutnya kalian dapat mengikuti akun Instagram @shopatmacan_id. Dan yang terakhir adalah program spesial, yaitu MACAN Home Kit.

MACAN Home Kit merupakan seri lokakarya yang dapat diikuti di rumah masing-masing, dengan menampilkan 4 perupa kontemporer Indonesia, yaitu Citra Sasmita, Ruth Marbun, dan Agam Dwi Nurcahyo (Magafaka), juga kolektif keramik Kandura Studio. Program ini terdiri dari sepaket peralatan kesenian dan tautan untuk mengakses tutorial video panduan yang dibuat oleh perupa di Indonesiadari berbagai disiplin seni, mencakup berbagai media seni, juga ide dan proses kreatif.

foto macan home kit

Untuk edisi pertama, Museum Macan akan menghadirkan Citra Sasmita yang mengajak para audiens untuk menggali emosi sebagai titik awal dalam melukis. Citra sendiri merupakan perupa kontemporer yang berasal dari Bali. Karya-karyanya kerap bertujuan untuk menguraikan mitos-mitos dan miskonsepsi dalam seni dan budaya Bali, termasuk mempertanyakan posisi peremuan dalam hierarki sosial dan mencoba memposisikan ulang konstruksi gender  yang normatif. Beberapa pencapaian selama karier keperupaan-nya yakni menerima penghargaan Gold Award dalam UOB Painting of the Year 2017, partisipasi dalam Biennale Jogja XV (2019) dan pameran solo ‘Ode to the Sun’ (2020) di Yeo Woorkshop, Singapura.

Selanjutnya yang mengisi MACAN Home Kit adalah Ruth Marbun, seorang perupa yang tinggal di Jakarta dengan karya-karyanya yang merupakan sebuah penjelajahan jangka panjang dalam lukisan figuratif. Kemudian Agam Dwi Nurcahyo yang lebih dikenal dengan moniker Magafaka, ia adalah perupa kontemporer asal Jakarta,sejak 2009 ia kerap menggunakan lukisan, fotografi dan fesyen sebagai media dalam berkarya dan mengeksplorasi nuansa sensualitas, sarkasme dan provokasi. Yang terakhir adalah Kandura Studio yang didirikan oleh Fauzy, Tisa dan Ghia pada 2005 silam lalu disusul dengan bergabungnya Nuri pada 2010. Kandura Studio merupakan sebuah kolektif seni yang berfokus pada kreasi keramik.

Museum MACAN sendiri adalah sebuah museum seni yang berada di Jakarta, merupakan sebuah institusi yang memberikan akses publik terhadap koleksi seni modern dan kontemporer yang secara  signifikan dan terus berkembang dari Indonesia dan seluruh dunia. Untuk informasi lebih jauh kalian bisa mengunjungi laman resmi www.museummacan.org

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Museum Macan

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading