Menyaksikan Legenda Beraksi

Nama Krakatau (sudah tanpa Reunion) perlu ditulis dengan tinta tebal di dalam buku sejarah musik Indonesia. Bukan hanya karena deretan karyanya, tapi juga karena kiprah masing-masing orang di dalamnya. Sejak didirikan di pertengahan 80-an, hingga hari ini, tiap personilnya masih punya musikalitas yang tinggi. Seperti yang mereka bilang dari atas panggung, “Semuanya sudah menjadi keluarga.”

Pada Selasa, 30 April 2019, DSS Concert dan Swara Gembira menggelar konser Prthvi Mata (dibawa Pertiwi Mata) di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan. “Ini konser pertama kami di Jakarta setelah beberapa puluh tahun,” kata Trie Utami, vokalis Krakatau.

Selain Trie Utami, Krakatau juga beranggotakan Dwiki Dharmawan (keyboard), Indra Lesmana (keyboard), Donny Suhendra (gitar), Prabudi Dharma (bas) dan Gilang Ramadhan (drums). Nama-nama itu semuanya berkategori legenda.

Sepanjang konser yang berlangsung tiga jam itu, Krakatau tampil bersama dengan sejumlah anak-anak mereka di beberapa bagian. Juga kedatangan beberapa penari dari GSP yang memberi nuansa berbeda di musik fusion jazz Krakatau. Total, pertunjukan berlangsung sekitar tiga jam.

“Krakatau Reunion sudah tidak ada lagi. Yang ada Krakatau,” ucap Trie Utami lagi. Ini sekaligus mengubah kembali nama mereka dan menghilangkan konsep reuni yang diusung sejak tahun 2013. Berarti, band ini kembali aktif penuh waktu dan punya niat untuk terus berkarya. Semenjak memutuskan untuk reuni, formasi asli Krakatau ini, telah menghasilkan dua buah karya, Krakatau Chapter 01 dan Krakatau Chapter 02. Seluruhnya dikerjakan lewat metode karantina yang membuat para legenda ini melupakan keseharian dan berkumpul bersama menggarap karya.

“Kebahagiaan seorang seniman adalah bisa memberi. Dan yang diberipun bahagia. Kami tidak akan pernah berhenti berkesenian, kami tidak akan pernah berhenti berkarya,” janji Trie Utami di bagian akhir pertunjukan.

Terima kasih banyak untuk pertunjukan yang sulit dilupakan kepala, Krakatau. Terima kasih untuk terus ada bagi musik Indonesia sampai hari ini. (*)

Teks: Felix Dass
Foto: Yose Riandi

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading

Karya Baru dan Rangkaian Tur Musik Isman Saurus

Di sekitar akhir 2021 lalu, solis asal Lumajang Jawa Timur, Ismam Surus telah melepas album penuh bertajuk Orang Desa. Sebagai rangkaiannya, di tanggal 24 Maret lalu ia telah melepas sebuah...

Keep Reading

Nuansa Anime di Karya Terbaru Moon Beams

Inspirasi untuk membentuk sebuah band bisa datang darimana saja, termasuk dari sebuah  anime. Jika kalian pernah menonton anime lawas berjudul BECK tentu tak akan asing dengan original soundtrack-nya bertajuk Moon...

Keep Reading