Menutup Tahun 2021, BAH (Bring Archive History) Merilis Banyak Merchandise

Setelah resmi merilis situs pengarsipan di bulan November 2021 lalu, dipenghujung tahun ini BAH (Bring Archive History) kembali dengan melepas beragam merchandise hasil kolaborasi bersama 7 nama musisi/grup band yang ada di Palu, melalui divisi Label Merch milik mereka.

Ketujuh musisi yang diriliskan merch-nya oleh divisi BAH Merch ini, memiliki karakter yang berbeda antara satu dan yang lainnya. Rebel In July membawa nafas Rock Alternatif ke dalam lagunya, The Box dengan ciri khas Rock Etnik, Scarhead Barricade masih menggerinda dengan Grindcore, The Hauler Rawk bercita rasa Stoner, Denwyjt memainkan musik Elektronik Pop, Latter Smil dengan Folk Pop nya yang menenangkan, dan yang terakhir ada Cicada 3301 yang bernafaskan Harsh Noise. Lagu-lagu milik ketujuhnya pun bisa didengarkan melalui website BAH secara khusus.

BAH Merchandise

Untuk produk merchandise, BAH Merch merilis tidak hanya dalam bentuk T-Shirt, tapi juga ada Bundle Mug (Teh, Gelas, Saringan), Keychain, Masker, dan Tumbler. Serta juga ada produk reguler dari mereka yang berbentuk Topi dan Masker. Tentu saja ini merupakan langkah mereka agar merchandise yang hadir di pasaran tidak melulu hanya berupa kaos dan sejenisnya. Melalui bentuk-bentuk ini, BAH ingin para pecinta merchandise bisa merasakan bentuk lain dari apa yang namanya sebuah merchandise musik. Mengusung sistem royalti dibayar di muka, BAH ingin agar tidak terjadi perselisihan di kemudian hari, yang berakibat fatal.

Permasalahan seputar royalty memang masih menjadi masalah pelik yang ada di negeri ini, atas dasar itulah BAH memakai sistem bayar royalty di depan. Merchandise-merchandise ini bisa didapatkan secara eksklusif hanya melalui website mereka, harganya sendiri dibanderol mulai dari Rp 45.000 hingga Rp 200.000.

Sedikit kembali mengingat perihal apa itu platform ini, BAH (Bring Archive History) adalah sebuah wadah yang memiliki 3 fungsi di dalam geliatnya. 3 fungsi itu antara lain: Pengarsipan, Penerbitan, dan Label Merch. Tujuan utama dari mereka membuat platform ini, tak bukan dan tak lain adalah untuk mengarsipkan banyak karya dari para seniman musik dan seniman visual yang ada di Palu, Sulawesi Tengah. Tentu saja ini bisa menjadi pemantik agar para seniman yang telah terarsip bisa melebarkan jaringan dan kesempatan mereka dalam menyebarkan karyanya. Selain untuk wadah pengarsipan, BAH juga berfungsi  sebagai badan penerbitan, yang akan membuatkan, dan menyebarkan rilisan pers kepada banyak orang. Yang terakhir, BAH juga membuka kesempatan untuk meriliskan berbagai macam merchandise dari para musisi dan perupa. Agar kehidupan pengkaryaan bisa terus berlanjut.

Teks dan Visual: BAH (Bring Archive History)

Catatan Perjalanan Rich Brian di Album Mini Brightside

Rapper, penyanyi serta produser asal Indonesia, Rich Brian baru-baru ini resmi merilis album mini terbarunya yang bertajuk Brightside. Lewat album mini berisi 4 lagu ini Rich Brian mengatakan bahwa Brightside merupakan...

Keep Reading

Keseruan Selanjutnya di Soundhead Gig Vol. 3: Parsing Echoes

Tak bisa dipungkiri, pandemi yang terjadi beberapa tahun terakhir telah berhasil meluluhlantakan berbagai lini industri hiburan, tak terkecuali industri pertunjukan musik. Namun, ditengah tantangan yang ada, para pelaku industri terus...

Keep Reading

Kisah Cinta di Balik Pertunjukan Musik dari The Rang-Rangs

Trio punk rock asal Bekasi, The Rang-Rangs, kembali melanjutkan cerita asmaranya yang tak konvensional. Dalam materi terbarunya kali ini The Rang-Rangs mencoba mengangkat cerita persoalan jatuh hati di arena pertunjukan...

Keep Reading

Album Tersembunyi Mendiang January Christy Akhirnya Dirilis

Di era ‘80-an, tak sedikit orang yang mengidolakan January Christy. January Christy merupakan penyanyi pop jazz Indonesia yang unik. Range vokalnya tidak lebar, namun suaranya yang berat memberikan kenyamanan dan...

Keep Reading