Menikmati Karya Seni Virtual Bersama Art Basel

Induk perusahaan Art Basel, MCH Group telah mengumumkan perihal pembatalan dari cabang pameran untuk tahun 2020 di Swiss. Penundaan dari pameran ini akan berlaku hingga bulan September mendatang, yang seperti kita ketahui semua acara yang ada di seluruh dunia tertunda akibat adanya wabah Covid-19. Untuk mengakali hal tersebut, para pelaksana kemudian menghadirkan ide dan program lain namun dalam bentuk yang berbeda. Program tersebut diberi nama “Art Basel’s Online Viewing Rooms”, program ini bukanlah kali pertama mereka laksanakan. Sebelumnya pada bulan Maret silam, hal serupa juga dilakukan untuk mengganti pameran mereka yang ada di Hongkong. Art Basel tercatat telah mengumpulkan lebih dari 281 galeri internasional dari 35 negara yang ada di seluruh dunia, serta memberikan sebuah penawaran menarik kepada para kolektor untuk menemukan lebih dari 4.000 karya dari masa modern hingga pasca perang dan periode kontemporer.

Beberapa galeri yang ikut serta akan menghadirkan sebuah ruang pertunjukan tematik yang memperlihatkan ragam isu-isu terkini, salah satunya seperti dampak adanya pandemi global. Galeri seni yang terlibat diantaranya adalah Jack Shainman Gallery dengan “Reach out and touch me”, dan akan mencakup karya-karya yang menyoroti perihal keintiman fisik dalam sebuah waktu yang ditandai dengan menurunnya kontak antar pribadi. Lalu ada juga galeri Jhaveri Contemporary yang berbasis di Mumbai, yang akan mengeksplorasi peran alam nan abadi dalam seleksi karya seniman kelahiran Asia Simryn Gill, Mrinalini Mukherjee dan Anwar Jalal Shemza.

Kara Walker’s ‘Fons Americanus’ (2019)

Beberapa presentasi juga akan membahas tema-tema mengenai kesetaraan rasial dan keadilan, di mana pada saat ini banyak orang di dunia seni mempelihatkan tindakan sebagai reaksi atas kematian George Floyd, Ahmaud Arbery dan Breonna Taylor yang terjadi baru-baru ini. Sikkema Jenkins & Co. akan menampilkan karya baru di atas kertas persembahan seniman multidisiplin yang berbasis New York, yaitu Kara Walker, yang mana di karya sebelumnya dirinya mengangkat tema tentang supremasi kulit putih yang diberi judul “Fons Americanus”.

Di tempat lain, A Gentil Carioca akan memamerkan sebuah lukisan karya seniman Brasil Arjan Martins, yang terinspirasi oleh penembakan remaja João Pedro Matos Pinto yang berusia 14 tahun dalam sebuah serangan polisi di Rio de Janeiro. Beberapa galeri yang berpartisipasi juga akan menggunakan ruang pameran mereka sendiri untuk memasang secara fisik beberapa karya yang dipamerkan di “Art Basel’s Online Viewing Rooms”. Lebih dari 20 galeri yang memiliki basis di Berlin akan melakukan hal tersebut atas dasar dari serangkaian inisiatif bertajuk”BaselbyBerlin”, yang akan berlangsung di ibukota Jerman mulai dari tanggal 17 hingga 18 Juni.

Panitia Art Basel juga telah mengumumkan bahwa edisi kedua Online Viewing Rooms juga akan menawarkan fitur-fitur baru, seperti kemampuan bagi pengguna untuk “menyukai” dan berbagi karya seni favorit mereka. Selain itu, galeri yang berpartisipasi akan memiliki kesempatan untuk menyematkan video pada setiap karya yang dipamerkan, memberikan para penggemar seni kesempatan untuk menonton seniman membahas tentang karya mereka sendiri. Online Viewing Rooms akan dimulai pada 19 hingga 26 Juni, dan bisa diakses melalui situs web Art Basel dan aplikasi terkait.

“Selamat datang di Online Viewing Rooms, platform digital kami yang akan menghubungkan banyak galeri dengan kolektor yang tersebar di seluruh dunia. Masuk sekarang dengan akun Art Basel anda dan temukan beragam ruangan yang dikuratori dan akan menampilkan ribuan karya seni bercita rasa tinggi.” Tulis sebuah keterangan yang dilansir dari situs resmi mereka.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Art Basel

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading

Karya Baru dan Rangkaian Tur Musik Isman Saurus

Di sekitar akhir 2021 lalu, solis asal Lumajang Jawa Timur, Ismam Surus telah melepas album penuh bertajuk Orang Desa. Sebagai rangkaiannya, di tanggal 24 Maret lalu ia telah melepas sebuah...

Keep Reading

Nuansa Anime di Karya Terbaru Moon Beams

Inspirasi untuk membentuk sebuah band bisa datang darimana saja, termasuk dari sebuah  anime. Jika kalian pernah menonton anime lawas berjudul BECK tentu tak akan asing dengan original soundtrack-nya bertajuk Moon...

Keep Reading