Sisi Artistik Muhammad Ali di Kumpulan Lukisan Seharga $1 Juta

Muhammad Ali adalah petinju legendaris asal Amerika Serikat. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa ia punya sisi artistik. Ini ditunjukkan dengan lakunya koleksi lukisan Ali dalam sebuah lelang yang diselenggarakan oleh Bonhams, salah satu rumah lelang internasional pribadi terbesar yang berbasis di Inggris.

Selain sebagai petinju, almarhum Ali juga dikenal sebagai seorang penyair dan aktivis, menjadi murid langsung dari Malcolm X, namun tidak banyak yang tahu bahwa Ali juga melukis. Karena itu, lukisan ini dianggap langka dan diantisipasi oleh para pecinta seni.

“Muhammad Ali adalah seorang ikon kultural yang mendifiniskan satu generasi. Karyanya menggambarkan subyek yang dekat dengan hatinya: tinju, hak-hak sipil, agama, kedamaian dunia, dan kemanusiaan. ,” kata Helen Hall, Direktur Budaya Populer Bonhams, seperti dilansir BBC.

Lukisan-lukisannya dimasukkan ke rumah lelang oleh Rodney Hilton Brown, seorang kolektor seni sekaligus teman dari Ali. Brown mengatakan bahwa Ali melukis tiga lukisan untuknya sesaat setelah pertandingannya di Boston pada 1977.

Salah satu lukisan yang mencuri perhatian adalah “Sting Like A Bee”. Lukisan tersebut dibuat ali saat membuat serial mini televisinya, Freedom Road, pada 1978. Dalam lukisannya, terdapat seorang petinju yang nampaknya ditumbangkan oleh Ali. Petinju itu mengatakan, “Wasit! Ia benar-benar mengambang seperti kupu-kupu dan menyengat seperti lebah.” Setelah itu, wasit pertandingan kabur sambil berkata, “Iya, kalau Kamu pintar, Kamu akan lari seperti saya!”.

Float like a butterfly and stinging like a bee” memang kata-kata terkenal dari Ali untuk mendeskripsikan gaya bertarungnya di atas ring.

Lukisan Ali memunyai gaya yang lumayan khas. Karya-karyanya terlihat seperti doodle yang dibuat anak-anak dengan entah pesan apa di dalamnya. BBC juga melansir bahwa Ali menggambar sepanjang hidupnya. Minatnya ini terdorong oleh ayahnya yang memang seorang seniman profesional. Ali pun sempat menimba ilmu kepada seorang seniman olah raga, LeRoy Neiman.

Angka penjualan karya-karya Ali hampir menembus $1 juta, atau tepatnya $945.524 (lebih dari Rp13 miliar). “Sting Like A Bee” sendiri laku di harga $425 ribu (setara Rp6 miliar).

Muhammad Ali sendiri meninggal pada 2016 di usia 74 setelah bertahun-tahun melawan Parkinson.  Muhammad Ali sendiri hingga kini merupakan satu-satunya juara dunia kelas berat sebanyak tiga kali; ia memenangkan gelar tersebut pada tahun 1964, 1974, dan 1978. Di antara tanggal 25 Februari hingga 19 September 1964, Ali dinobatkan sebagai Juara Dunia Tinju Kelas Berat. Ia dijuluki sebagai “The Greatest”. Pada tahun 1999, Ali dianugerahi “Sportsman of the Century” oleh Sports Illustrated.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Getty Images

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading