Yogyakarta saat ini makin banyak melahirkan musisi-musisi dengan musik dan karakter yang lain dari biasanya. Salah satunya adalah Negeri Syam, nama panggung Muhammad Al Kadri.

Negeri Syam adalah sebuah proyek solo yang usianya masih sangat muda tapi memiliki materi tidak biasa. Al Kadri lahir di Samarinda, lalu hijrah je Jogjakarta untuk menempuh pendidikan serta membangun cerita bermusiknya.

Sampai saat ini Negeri Syam telah merilis beberapa lagu, salah satu yang paling baru adalah Umpama Satwa. Komposisi ini bercerita tentang bagaimana manusia bersikap menghadapi dunia yang sulit dan tidak abadi.

Lewat musiknya, Al Kadri ingin menyampaikan banyak pesan kebaikan dari kacamata agama yang ia percaya. Menurutnya, musik adalah sebuah kalam atau perkataan yang harus memberikan pesan dan kesan yang baik serta karya yang tidak hanya menghibur tapi juga memberi edukasi kehidupan. Lirik yang diciptakan pun banyak terinspirasi dari hadist dan ayat-ayat yang ada di dalam Al-Qur’an.

Hasilnya adalah musik bernuansa religi namun disajikan dengan rasa pop yang easy listening.

“Negeri Syam dibentuk agar bisa menjadi sebuah ruang untuk saya berekspresi, sekaligus menuliskan dan menceritakan kebaikan-kebaikan yang selama ini saya yakini, ke dalam karya-karya lagu. Bagi saya peran musik adalah sebagai media komunikasi yang menyenangkan,” jelas Al Kadri.

Di Januari ini, Negeri Syam akan menggelar sebuah mini tour di beberapa tempat yang ada di Jakarta. Judulnya Gembala Tour, nama ini dipakai sebagai bentuk perumpamaan perjalanan Negeri Syam itu sendiri, untuk melihat seberapa jauh dia bisa menggiring karya-karyanya masuk ke telinga pendengarnya. Ia ingin menggembala lebih jauh, menggembala lebih luas, menyebarkan pesan positif lebih hingga mampu menciptakan kesan kepada pendengarnya akan musiknya. Selain tentunya juga membangun jaringan bersilaturahmi.

“Bagi saya pribadi, tur perdana ini sangatlah penting. Tujuannya jelas untuk memperkenalkan karya-karya saya dan Negeri Syam serta bersilaturahmi ke kawan yang ada di Jakarta melalui karya,” tutur Al Kadri mengenai tur yang akan jalan nanti.

Gembala Tour dari Negeri Syam ini sendiri dijadwalkan mulai dari tanggal 12 Januari 2019 dan akan bersilaturahmi mengunjungi daerah sekitar Jabodetabek. Beberapa di antaranya adalah Earhouse, Kedubes Bekasi, Coffeewar, Kios Ojokeos, dan beberapa lokasi yang akan segera diumumkan melalui akun media sosial Negeri Syam(*)

Teks: Adjust Purwatama
Foto: Dokumentasi dan poster oleh Negeri Syam