Menyelisik Sosok Patung Lucius Junius Brutus

Patung perunggu setengah dada berwujud manusia itu dibuat untuk mengabadikan diri seseorang yang bertanggung jawab atas penggulingan raja Romawi ke-VII Tarquinius Superbus, yakni Lucius Junius Brutus. Patung berbentuk tubuh tak lengkap ini sekarang ditempatkan di Museum Capitolini, di Roma, Italia.  Berbicara perihal patung, ahli sejarah asal Inggris Matthew Nicholls mengungkapkan masyarakat tempo dulu, terlebih era Romawi, memang punya kebiasaan mendokumentasikan diri mereka sendiri atau untuk orang lain secara visual dalam bentuk patung atau seni pahat lainnya, dan perunggu berpahat Lucius Junius Brutus itu hanyalah satu di antara bukti.

Tradisi mengabadikan diri lewat teknik pahat itu kemungkinan besar tumbuh dari budaya memajang patung wajah yang terbuat dari lilin di area pemakaman yang berkembang di masa Romawi kuno. “Di zaman itu, selain batu nisan yang memuat tulisan biografi singkat, biasanya terpasang patung berbentuk seraut wajah si ahli kubur,” tulis Nicholls di majalah seni internasional Apollo.

Tak hanya bertujuan mendokumentasikan diri, biasanya di masa saat itu, patung dibuat karena si pemesan ingin pula memperlihatkan informasi positif tentang dirinya atau orang tertentu kepada khalayak umum. Bahkan, buah pikiran seorang cendekiawan Romawi kuno Marcus Terentius Varro konon sampai sekarang tak akan diketahui masyarakat awam jika tak ada yang membuatkan patung untuk dirinya. “Dewa di masa itu pun mungkin iri menyaksikan popularitasnya dikalahkan Varro,” kata Nicholls dalam tulisannya yang mengutip pandangan Pliny, seorang ikonograf Romawi kuno, itu.

Kisah kedigdayaan kaisar Romawi juga tak luput dari keberadaan patung. Menurut Nicholls yang juga menjabat sebagai Profesor Muda di Reading University itu, baik catatan kesusasteraan dan arkeologis bahkan menunjukkan bahwa keberadaan patung untuk sang kaisar adalah memang bagian yang sangat penting bagi kehidupan sosial dan politik di daerah kekuasaannya. 

Saking efektifnya untuk alat branding politik, patung sang kaisar dengan sengaja diletakkan di tiap sudut ruang publik sehingga masyarakat sipil kala itu sampai-sampai banyak yang terpengaruh meniru gaya rambutnya. Begitu ampuhnya patung untuk mempopulerkan diri itu akhirnya membuat Kekaisaran Romawi mengembangkannya lebih jauh. Kaisar Romawi pertama Caesar Augustus, misalnya, memaksa agar alat tuar koin dipahat membentuk wajah dirinya untuk kemudian disebarluaskan ke seluruh wilayah kedaulatannya.

Karena dianggap sebagai simbol kesucian dan harga diri pula, siapapun yang tidak menghormati patung sang kaisar kemudian akan ditangkap dengan tuduhan telah melakukan pengkhianatan. Peraturan ini jugalah yang menyebabkan banyak masyarakat Romawi pada era pemerintahan Tiberius dan Caracalla dieksekusi hanya karena berani membawa koin berpahat wajah sang kaisar itu ke rumah bordil atau kamar mandi. “Praktek hukum ini kemudian disebut para sejarawan dengan nama damnatio memoriae,” catat Nicholls mengakhiri.

Lucius Junius Brutus sendiri keluarga dekat yang mana dirinya adalah keponakan dari raja Romawi terakhir, Tarquinius Superbus (Raja Tarquin yang Bangga). Meskipun bisa dibilang keluarga yang sangat dekat, nyatanya Brutus melakukan dan memimpin secara langsung kudeta terhadap sang paman, dan juga memproklamasikan Republik Romawi di 509 SM. Dia dikatakan telah terpilih menjadi konsul pertama pada tahun itu dan kemudian telah menghukum mati putranya sendiri ketika mereka bergabung dalam konspirasi untuk memulihkan kerajaan yang dulu dipimpin oleh Tarquins. Sejarah mencatat bahwa dia terbunuh dalam sebuah pertempuran tunggal dengan putra Tarquinius Superbus di masa peperangan dengan Etruria.

Teks: Emha Asror
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading