Memori Masa Lalu Bandung dalam Single Terbaru Portree

Unit pop asal Bandung, Portree, baru saja melepas single kedua mereka dengan judul “Jingga”. Melalui lagu ini, Portree ingin menandai eksistensi mereka di kancah musik Tanah Air, khususnya kancah musik pop di Bandung.

Nuansa musik yang mereka bawa begitu Bandung sekali. Mereka meracik musik-musik yang biasa dibawakan band-band indies dari Kota Kembang generasi sebelumnya, macam Pure Saturday, yang memang menjadi ciri khas kota tersebut di samping kancah metal Ujung Berung.

Aulia Ramadhan (vokal utama), Mochammad Rifky (gitar, vokal), Prisaeno Fernandez (gitar utama, vokall), Ditra Prasista (kibor, piano, synth), Virgia Dwi Elyana (bas), dan Triyadi Shauma (drum) memang berniat membawa kembali warna musik itu dalam proses berkarya mereka.

“Masih dengan kekhasan indie pop yang kental dengan permaian guitar jungly-nya, lagu ini juga menghadirkan nuansa ‘indies’ yang kental, dan akan melenakan pendengar, terlebih bagi mereka yang memang tumbuh besar kala musik semacam ini berjaya,” tulis mereka dalam keterangan pers.

Tahun lalu, Portree telah melepas single debut yang berjudul “Periwinkle”. Berbeda dengan “Jingga”, rilisan pertama tersebut dihadirkan dengan Bahasa Inggris, menjadikan nomor terbaru ini terkesan spesial karena lebih lokal. Sang vokalis, Aulia Ramadhan, mengaku meramu lirik dalam Bahasa Indonesia menjadi tantangan tersendiri, dari mulai pemilihan diksi hingga cara menyampaikan lagu tersebut. Biarpun begitu, Portree berhasil membawakan sebuah sajian pop yang bisa dinikmati.

Melalui “Jingga”, Portree ingin menyampaikan penghargaan kepada teman-teman dan sahabat terdekat mereka. Mereka menganggap orang-orang di lingkaran pertemanan Portree selalu hadir dan terlibat dalam setiap langkah dalam hidup Portree, hingga mendedikasikan waktu mereka untuk kemajuan band ini. 

“Seperti halnya pepatah yang mengatakan ‘Home is where the heart is’, hal tersebut kemudian berbanding lurus pula dengan apa yang mereka percaya jika teman dan sahabat tercinta adalah rumah bagi Portree, tempat di mana mereka bisa ‘pulang’, baik saat senang, susah, bahkan saat di batas yang tak terkendali,” jelas Portree dalam keterangan yang sama.

Teks: Abyan Nabilio
Visual: Arsip dari Portree

Sad But True Menggurat Kisah Sedih

Kuartet Sad But True, unit heavy pop-punk, kini solid digawangi oleh Anisham (vokal), Hery (Gitar), Ryan Fakk (Bass), dan Kicot (Drum) tidak ingin berlama-lama untuk menjadi pasif. Langkah konkret yang...

Keep Reading

Persembahan Dhira Bongs Pasca Pandemi

Dhira Bongs, solois pop asal Bandung yang makin melebarkan gaung dengan merilis album studio baru bertajuk A Tiny Bit of Gold in The Dark Ocean. Album penuh ketiga setelah My...

Keep Reading

Kejutan Dari Bas Boi Yang Menggandeng Feel Koplo

Melangkah tanpa henti, Basboi kembali merilis materi yang sudah beberapa kali iya bawakan sebagai kejutan di konser-konsernya berjudul U DA BEST. Sebelumnya, solois ini sukses menggelar tur albumnya di enam...

Keep Reading

Merekam Dinamika Perjalanan Hidup

The Skuy memutuskan untuk terus berproses. Setelah sebelmunya sudah merilis dua single berjudul “Pak Budi” dan “Senandung” akhirnya The Skuy mengeluarkan debut albumnya dengan tajuk “SALINDIA”. Nama tersebut adalah sebuah...

Keep Reading