Mengenang Masa 1 Tahun Bencana Melalui Memorama

Setahun sudah bencana yang menimpa teman-teman kita di Palu dan sekitarnya berlalu. Pasca bencana yang terjadi, jelas banyak meninggalkan trauma serta kerusakan infrastruktur. Keresahan akan perkembangan kota selanjutnya dirasakan oleh banyak pihak. Salah satunya adalah Forum Sudut Pandang. Komunitas seni yang lahir dan berkembang di kota Palu ini merasakan betul atas apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika tak dicegah dan diperbaiki, bukan tidak mungkin kota tercinta mereka akan mengalami kemunduran.

Dalam perjalanannya selama setahun pasca bencana, mereka banyak melakukan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi seputar mitigasi bencana. Caranya jelas dengan melalui jalur kesenian. Salah satunya adalah dengan menghadirkan album kompilasi musik berjudul Memorama. Album ini diinisiasi dan dikerjakan secara kolektif bersama enam band yang turut masuk ke dalam kompilasi. Prosesnya tidak instan, ada berbagai macam bentuk kurasi dalam masa pengerjaannya.

“Untuk proses kurasi kami lebih menekankan band yang sedang aktif dalam berkarya di kota Palu saat ini. Dan yang paling penting adalah cocok dengan konsep yang kami inginkan. Untuk kualitas kami rasa enam band ini sama kualitasnya dengan band Palu lainnya yang tidak masuk ke dalam kompilasi ini. Hanya persoalan momentum dan budget saja yang kami miliki saat ini, hanya cukup untuk merangkul enam band. Tidak menutup kemungkinan band lainnya akan kami ajak dalam proyek yang akan datang.” Jelas Inu Putra selaku direktur program dari album kompilasi ini.

Keenam band yang turut masuk di dalam album kompilasi ini adalah Badass Monkey, The Hauler, Pakis dan Markisa, Cosmogony, Sejuk Sendu serta Latter Smil. Untuk urusan materi, keenamnya digodok selama beberapa hari untuk mengerjakan materi-materi yang akan dihadirkan nantinya. Prosesnya sendiri meliputi kegiatan workshop penulisan lagu bersama Neni Muhidin yang juga seorang penulis dan pencetus hadirnya Nemubuku (Perpustakaan mini), hingga ke proses rekaman yang semuanya dikerjakan secara kolektif antara Forum Sudut Pandan bersama keenam band ini.

“Setelah memutuskan keenam band yang akan masuk, selanjutnya kami bertemu untuk merembuk tema khusus yang akan diangkat. Walaupun  secara garis besar tetap membahas 1 tahun pasca bencana. Lalu, kami dan keenam band ini sepakat untuk tidak mengangkat hal-hal sensitif yang kesannya akan membuat para korban nantinya semakin larut dalam kesedihan.” Tutur Inu.

Proyek album kompilasi ini dikerjakan sejak Agustus 2019 dan menurut mereka akan dirampungkan pada Oktober 2019 nanti. Merayakan Memorama sendiri merupakan bentuk showcase dari keenam band dan juga sebagai peringatan setahun bencana yang menimpa kota Palu dan sekitarnya. Secara khusus, materi-materi yang akan hadir di album kompilasi nantinya akan dibawakan secara perdana di acara ini. Selain penampilan musik, akan ada sesi peluncuran buku Yang Kitorang Rasakan Waktu Gempa.

Buku ini merupakan kumpulan cerita dan ilustrasi dari 423 anak yang berhasil selamat dari bencana kala itu. Arsip yang didapatkan adalah hasil dari program bermain dan belajar yang dicanangkan Forum Sudut Pandang pada masa-masa tanggap darurat yang dilakukan di periode September hingga Desember 2018. Anak-anak ini berasal dari berbagai macam daerah yang tersebar di beberapa titik kota Palu dan sekitarnya.

“Proyek ini diharapkan bisa menjadi arsip cerita dan visual yang akan kami sebarkan sebagai pengetahuan tentang sejarah kebencanaan di masa depan. Juga, buku ini kami dedikasikan untuk sahabat-sahabat kecil kami yang tangguh dan untuk saudara-saudara kami yang telah berpulang dengan tenang.” Jelas Ama, selaku direktur dari Forum Sudut Pandang.

Merayakan Memorama merupakan inisiasi dari Forum Sudut Pandang dan Lifepatch (Yogyakarta). Acara ini akan dihelat pada 28 September 2019 di Gedung Auditorium RRI Sulteng. Selain dua sesi yang sudah disebutkan di atas, Merayakan Memorama juga turut menghadirkan para pegiat seni dan literasi untuk membacakan narasi refleksi bencana dari sudut pandang milik mereka. Selain itu, acara nanti akan menjadi momen bagi pengunjung untuk melakukan pre-order dari album Memorama yang menurut rencana akan segera dirilis. Mari rayakan!

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Forum Sudut Pandang

 

 

 

 

 

 

 

Geliat Kreatif Dari Sulawesi Tengah Dalam Festival Titik Temu

Terombang-ambing dalam kebimbangan akan keadaan telah kita lalui bersama di 2 tahun kemarin, akibat adanya pandemi yang menerpa seluruh dunia. Hampir semua bentuk yang beririsan dengan industri kreatif merasakan dampak...

Keep Reading

Memaknai Kemerdekaan Lewat "Pasar Gelar" Besutan Keramiku

Di pertengahan bulan Agustus ini, ruang alternatif Keramiku yang mengusung konsep coffee & gallery menggelar acara bertajuk “Pasar Gelar” di Cicalengka. Gelaran mini ini juga merupakan kontribusi dari Keramiku untuk...

Keep Reading

Semarak Festival Alur Bunyi Besutan Goethe-Institut Indonesien

Tahun ini, Goethe-Institut Indonesien genap berusia 60 tahun dan program musik Alur Bunyi telah memasuki tahun ke-6. Untuk merayakan momentum ini, konsep Alur Bunyi tetap diusung, namun dalam format yang...

Keep Reading

Head In The Clouds Balik Lagi ke Jakarta

Perusahaan media serta pelopor musik Global Asia, 88rising, akan kembali ke Jakarta setelah 2 tahun absen karena pandemi pada 3-4 Desember 2022 di Community Park PIK 2. Ini menandai pertama...

Keep Reading