Sebagai musisi yang produktif, Oneding membuktikan komitmenya tersebut dengan tak berhenti berkarya. Lalu kelanjutannya, terlahirlah karya terbarunya bertajuk “Membeku” yang telah resmi dirilis sejak 18 September 2019 di berbagai layanan streaming Spotify dan Apple Music.

Nomor ketiga yang keluar di tahun 2019 tersebut juga dirilis sebagai bentuk pemenuhan janji sang penyanyi sekaligus penulis lagu itu kepada para pendengarnya. Beberapa hari sebelum lagu ini dapat dinikmati di berbagai kanal digital, Oneding menantang para pendengarnya untuk subscribe akun resmi Youtubenya hingga angka tertentu.

Penyanyi asal Malang tersebut berjanji akan melepas lagu baru jika telah meraup 150 subscriber. Dalam waktu cukup singkat, ternyata malah melampaui target, yang tentu saja disambut dengan penuh rasa syukur oleh Oneding.

“Challenge itu muncul secara organik. Tiba-tiba aku sok ide, lalu dilakukan. Gitu aja, natural,” ujarnya santai. Ia juga berandai-andai semoga suatu saat nanti akun Youtubenya meledak dan memberinya penghasilan tambahan.

Lebih lanjut mengenai lagu yang dirilis di bawah bendera Yallfears ini, Oneding menampilkan musik yang ringan dengan lirik melankolis dan menyentuh. Formulasi instrumen yang konsisten dengan rilisan sebelumnya kembali diperdengarkan lewat lagu Membeku yang diciptakan dan dimainkan oleh Oneding.

Lagu ini juga mendapat polesan gitar elektrik dari Bambang Iswanto dari The Morning After. Mengulik liriknya lebih dalam, tembang ini berisikan ketidakmampuan seseorang untuk lepas dari bayang-bayang orang yang disayanginya. Kurang lebih mirip dengan kelakuan anggota DPR RI yang tidak bisa move on dari budaya korupsi.

“Aku buat lagu ini waktu nggak bisa move on sama satu orang. Meskipun berusaha keras untuk lupa, tetap nyantol lagi sama orang itu. Walaupun toh, jodohnya bukan dia tapi pada saat itu tetap terasa perih,” curhat Oneding.

Musisi yang juga peduli pada isu politik yang tengah memanas di dalam negeri ini mendedikasikan lagu Membeku untuk mereka yang sedang berjuang. Berjuang untuk melupakan, berjuang menegakkan keadilan, dan berjuang menuntut kesetaraan. Ia juga berpesan, “Jangan terlalu larut dalam kesedihan. Sedih beberapa saat tidak apa, tapi harus bangkit lagi.”

Ia pun melanjutkan bahwa di balik tiap tragedi, selalu ada hikmah yang bisa diambil dan dijadikan inspirasi dalam berkarya.

Teks: Rizki Firmansyah
Visual: Arsip Oneding