Melihat Lebih Dalam Sisi Personal Danilla di Album Ketiga, Pop Seblay

Usai merilis single “MPV” di awal tahun 2021 ini, solis Danilla Riyadi akhirnya kembali dengan album penuh ketiganya bertajuk Pop Seblay yang dirilis lewat label Laguland Records. Lewat album teranyarnya ini Danilla sedang menunjukan sisi personal dan sisi musikalitasnya yang jarang ditampilkan ke hadapan publik; lebih lugas, berani, humoris, dan terdengar apa adanya. Danilla juga mengakui perilisan Pop Seblay dipicu oleh rasa rindu kepada rekan kerjanya yang jarang berjumpa karena adanya pandemi Covid 19.

POP SEBLAY itu sebetulnya album yang jadi karena satu alasan: kangen sama anak-anak. Terus karena aku kangen, ingin banget di lagu-lagu ini yang kerjakan anak-anak saja” Ungkap Dannila.

Kata ‘seblay’ sendiri mungkin masih terdengar asing, unik sekaligus nyentrik di telinga kita. Danilla mengungkapkan kata tersebut terinspirasi dari seri video “Monyet Seblay” yang dibuat oleh seniman visual Fluxcup. Selain itu Fluxcup juga berkesempatan membuka album ini dengan monolog absurdnya yang khas. Lebih jauh, Danilla mengartikan ‘seblay’ sebagai perasaan puas dan nikmat.

“Kita itu misalnya habis kecapekan, makan enak, kenyang, kena angin, terus rasanya kayak ngantuk. Nah, itu seblay. Getting high without any kind of substances gitu, lah, kasarnya,” jelas Danilla saat koferensi pers dan hearing session (21/02).

             Baca juga: Begini Jadinya Jika Marion Jola, Danilla, dan Ramengvrl Berkolaborasi.

Dari sisi produksi tak terlalu memakan waktu. Pop Seblay digarap selama sebulan penuh di studio Ruang Waktu pada September 2021. Kala itu, Danilla dibantu dengan band pengiringnya, Lafa Pratomo (gitar), Otta Tarrega (kibor), Rendi James (gitar), Gallang Perdhana (bas), dan Edward Manurung (drum). Sedangkan peran produser diisi oleh Danila sendiri dan Otta Tarrega bersama Lafa Pratomo sebagai co-producer.

Selain melibatkan kawan-kawannya yang biasa mengiringi, di album ini pula Danilla menggaet beberapa kolaborator, termasuk Sigit Pramudita yang menyumbang lirik di nomor “Bukan Otomata” kemudian pemandu siniar Bobby Mandela yang suaranya bisa kalian simak di nomor “Kudikan”, “Di Mana?”, dan “Fel d 1”. Selain kedua nama yang disebutkan, suara penyanyi Teddy Adhitya pun muncul di trek “Fel d 1” yang membuat lagu tersebut terasa lebih sensual, kendati lagunya bercerita tentang sebuah alergi -tema yang jarang sekali diangkat ke dalam sebuah lagu. Menariknya, di album ini juga Danilla melibatkan suara Lupus Mutiara (kucing penunggu studio) pada lagu “Di Balik Selimut”.

Tema-tema yang dihadirkan dalam Pop Seblay terasa menyegarkan, terlebih lagu-lagunya terasa begitu intim. Sedari awal, Danilla pun ingin membuat materi-materi musik yang apa adanya, yang bisa merefleksikan persona dirinya juga lingkar pertemanannya.

“Kalau kata Lafa, ini candaan tongkrongan dibawa masuk ke sini. Persona Danilla menongkrong dibawa masuk ke sini” kata Danilla. “Makanya di sini yang aku ingin angkat itu. ‘Kalian mesti tahu, gue kangen banget ketemu anak-anak ini” lanjutnya.

           Baca juga: Membuka Tahun 2022, Danilla Lepas Lagu Personal Bertajuk “MPV”

Berbicara tentang pertemanan, sebelumnya Danilla juga sempat mengungkapkan melalui keterangan resmi untuk perilisan nomor “MPV”. Danilla mengatakan jika dulu yang menjadi pemicu menulis lagu adalah perasaan sakit hati, tapi pandemi ternyata membuka matanya: rasa sakit hati akibat asmara tak sedalam sakit hati tak bisa bertemu teman-teman bandnya.

“Beberapa tahun terakhir itu ketemu melulu sama anak-anak. Justru itu masalah paling besar, ternyata kangen. Pemicu album ini aku kangen sama mereka,” katanya.

Kini album Pop Seblay sudah bisa kalian simak diberbagai kanal pemutar musik streaming.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Danilla

Debut Kathmandu Dalam Kancah Musik Indonesia

Musisi duo terbaru di Indonesia telah lahir. Penyanyi bernama Basil Sini bersama seorang produser sekaligus multi-instrumentalist bernama Marco Hafiedz membentuk duo bernama KATHMANDU. Dengan genre Pop-Rock, KATHMANDU menyapa penikmat musik...

Keep Reading

Sisi Organik Scaller Dalam "Noises & Clarity"

Kabar baik datang dari Scaller yang baru saja merilis live session (8/7/23) yang kemudian diberi tajuk “Noises & Clarity”. Dalam video ini, grup musik asal Jakarta tersebut tampil membawakan 5...

Keep Reading

Single Ketiga Eleanor Whisper Menggunakan Bahasa Prancis

Grup Eleanor Whisper asal kota Medan yang telah hijrah ke Jakarta sejak 2019 ini resmi merilis single ke-3 yang diberi tajuk “Pour Moi”. Trio Ferri (Vocal/ Guitar), Dennisa (Vocals) &...

Keep Reading

Sajian Spektakuler KIG Live!

Umumkan kehadirannya sebagai pemain baru pada industri konser musik Indonesia, KIG LIVE yang merupakan bagian dari One Hundred Percent (OHP) Group menggelar acara peluncuran resmi yang juga menampilkan diskusi menarik...

Keep Reading