Materi Debut dari Trio Rock Potensial Rakesh

Musik rock alternatif kini kembali mendapat ruang atensi yang cukup baik di kalangan penikmat musik. Satu persatu para musisi maupun grup band muncul dengan musik rock yang mereka usung sendiri, salah satunya adalah Rakesh, trio rock alternatif potensial dari kota Palu, Sulawesi Tengah. Baru-baru ini mereka telah memperkenalkan karya debutnya, melepas tiga nomor lagu sekaligus; “BTMM”, “Penguasa Malam”, dan “Infidel”.

Menurut Rakesh, alasan mereka melepas tiga lagu sekaligus adalah ingin melakukan suatu hal yang cukup berbeda, mengingat hal ini memang jarang terjadi. Lebih jauh mereka pun sedang mencoba untuk melampaui batasan yang belum pernah mereka coba sebelumnya.

“Sebenarnya tidak ada alasan khusus. Sekedar ingin mencoba sesuatu agak sedikit berbeda, dan dari pertimbangan kami, karena goals utamanya ke album dan isi materi albumnya berbeda-beda, jadi kami sekalian sounding ke orang-orang secara tidak langsung. Kami juga ingin melihat respon perbandingan materi apa yang cenderung lebih disukai oleh orang-orang, dan akan kami formulasikan ke karya berikutnya.” Tutur Riskan.

Di wilayah materi cukup menarik menyimak ketiga nomor yang Rakesh sajikan, di samping aura musik yang mereka bawa, Rakesh pun cukup baik mengemas apa yang ingin mereka sampaikan. Sejalan dengan catatan yang diberikan oleh Yulio Syafiq pentolan Piston;  Rakesh mengerti betul apa yang mereka suka, bagaimana memodifikasi dan menggarapnya, lalu melepasnya dengan gaya yang dibuat se-orisinil mungkin.

Membawa nafas rock alternatif tak melulu tiga lagu yang disajikan seragam. Beragam nuansa pun coba Rakesh hadirkan. Semisal di nomor “BTMM” yang menyuntikan nuansa pop di beberapa bagian lagu, sejalan dengan tema yang sedang mereka bicarakan yakni perihal asmara dan pertemanan yang membawa pengaruh buruk kepada salah satu pihak. Tak terjebak di wilayah rock konvensional, lewat “Infidel” Rakesh sedang mengemas musik rock alternatif menjadi lebih modern. Bebunyian elektris nyerempet industrial, vokal pendulum, sampai perafalan lirik bertempo cepat bisa kita dengar dengan jelas di nomor tersebut. Ada alasan tertentu memilih lirik bahasa Inggris dalam nomor tersebut.

“Pasti ada yang bertanya kenapa terselip satu lagu berbahasa Inggris? Sebenarnya bukan hanya di satu lagu itu saja, di album nanti juga akan ada beberapa yang berbahasa inggris. Kembali alasan kenapa mengeluarkan tiga lagu sekaligus juga salah satu cara biar orang yang akan mendengar lagu nantinya sudah familiar dengar konsep yang akan kami bawakan selanjutnya.” Tutup Farid.

Terakhir lagu ketiga berjudul “Penguasa Malam” unit yang dihuni oleh Riskan Ahmad (gitar), Fikri Tsani (vokal), dan Farid Pramudya (bass) sedang mengobarkan jiwa mudanya.  Trek bertempo ngebut dengan sound yang terdengar kasar namun tertata berhasil mereka sajikan. Kencang, padat, dan membara, barangkali itulah tiga kata yang cukup mewakili lagu ini. Idenya cukup sederhana, mereka hanya ingin berkarya dan menggapai lingkup terjauh yang sebelumnya belum Rakesh sentuh.

Untuk lini visual, ketiganya mempercayakan penggarapan sampul kepada illustrator asal Palu yang bernama Ai, atau yang lebih dikenal dengan pseudonym Nenasmint.

“Untuk makna artwork, kami ingin menginterpretasikan seseorang yang tidak mampu menahan berbagai macam gejolak yang menumpuk di dalam pikiran. Dan kenapa kami mengajak Ai untuk menggarap visualnya, awalnya kami meminta rekomendasi dari BAH (Bring Archive History) tentang siapa yang cocok untuk menggarap sampul lagu-lagu ini. Dan saat melihat karya serta personal dari Ai sendiri, kami rasa dirinya yang memang cocok untuk mengerjakan.” Ungkap Fikri.

Sedikit trivia. Pemilihan nama Rakesh sendiri merupakan rekomendasi dari seorang teman yang sangat dekat dengan para personil. Memiliki arti ‘penguasa hari/penguasa malam”, yang mana ini adalah sebuah interpretasi dari kebiasaan anak muda yang senang beraktivitas di kala malam hari, dan juga menggambarkan kebebasan berekspresi tanpa batas.

Sejauh ini, ketiga lagu tersebut baru bisa dinikmati di kanal YouTube milik mereka. Hanya satu lagu berjudul “BTMM”, yang baru bisa didengarkan di layanan musik dalam jaringan Spotify. Kita tunggu saja kejutan berikutnya dari mereka.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Bring Archive History (BAH)

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading