Maskulinitas Fleur! Dalam Single Terbaru “Lagu Lama”

Situasi pandemi telah membuat keadaan berubah total, namun bagi Fleur! situasi seperti ini justru bisa dijadikan sebuah pembelajaran untuk tetap beradaptasi dan menjadi inspirasi untuk tetap melahirkan karya. Setelah melalui evolusi nama dari Flower Girls menjadi Fleur! dan melepas single perdananya “Muka Dua” enam bulan lalu, kini trio rock n’ roll perempuan asal ibu kota, Fleur!, kembali melepas single terbarunya berjudul “Lagu Lama”. Dalam lagu terbarunya ini Fleur menunjukan sisi maskulinitas dengan menyajikan suasana musik yang lebih keras dengan lirik yang tajam terlontar ihwal kejenuhannya melihat situasi politik yang stagnan.

Dalam lagu tunggal terbarunya ini, Fleur! yang kini dihuni oleh Tanya Ditaputri (gitar, vokal), Tika Pramesti (drum, vokal), dan Yuyi Trirachma (bas, vokal) menuangkan kejenuhannya ihwal riuh rendah di sekitar politik yang sejauh ini menurut mereka masih belum bisa membawa perubahan yang berarti. Kesan itu bermula ketika Yuyi menyimak debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan isi yang sama, berulang, dan tak berubah. Yuyi menuangkan kejenuhannya tersebut menjadi tema lirik dengan pendekatan “curhat” kepada seorang sahabat.   

“Waktu itu Yuyi telepon, kasih tahu kalau punya tema lagu setelah nonton debat Pilkada yang ngalor ngidul. ‘Lagu lama!’ Seperti itu katanya,” cerita Tanya Ditaputri.

Jika lagu sebelumnya “Muka Dua” terasa begitu centil, lewat “Lagu Lama” ini Fleur! menunjukan tajinya dalam bermusik yaitu menghadirkan aransemen musik rock yang lebih galak dengan balutan suara gitar dari Tanya yang terasa begitu  kasar dan melodi yang terdengar garang. Namun tenang, sensibilitas musik rock n’ roll ala tahun 60’s-70’s masih terasa begitu kental disana. 

“Kalo yang ingin ditampilkan sih sebenernya di ‘Lagu Lama’ ini emang lebih galak daripada yang si ‘Muka Dua’, karena yang si ‘Muka Dua’ itu lebih centil, lebih genit-genit gitu lah dari isian dan segala sesuatunya. Kalau di ‘Lagu Lama’ emang dari segi pemilihan sound ingin menampilkan lebih marah, bukan marah yang norak tapi ya” ujar Yuyi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui Zoom (22/09).    

Dalam proses perekamannya “Lagu Lama” terbilang singkat, hanya memerlukan waktu satu bulan karena materi aransemen musik sudah ada sejak lama. Sedangkan untuk teknisnya, Fleur! Dibantu oleh Wahyu Sudiro (ex TRIAD) pada sesi rekaman gitar yang membantu mencari sound yang sepadan dengan apa yang diingankan Fleur!, kemudian di wilayah sound drum dibantu oleh John Navid (White Shoes & The Couples Company) sedangkan untuk mixing dan mastering diselesaikan oleh Viki Vikranta (Kelompok Penerbang Roket). Untuk sektor visual, sampul “Lagu Lama” dikerjakan oleh fotografer Yogi Kusuma.

Tika Pramesti –yang juga penggebuk drum Indische Party- menambahkan bahwa merilis lagu ini merupakan jawaban FLEUR! menghadapi tantangan pandemi bagi musisi. 

“Kita juga berharap dengan merilis ‘Lagu Lama’ membuat FLEUR! tetap produktif dan bernyawa di masa sulit saat ini,” ujar Tika,.

Fleur! Sendiri merupakan band yang sudah terbentuk sejak tahun 2017. Bermula dari Europalia, sebuah festival musik dua tahunan di Belgia yang meminta kurator musik di Indonesia untuk membuat sebuah grup musik tribute Dara Puspita –mengingat Dara Puspita adalah unit rock n’ roll perempuan legendaris asal Indonesia yang memiliki basis penggemar di Eropa. Kala itu kurator musik Ubiet Raseuki memilih David Tarigan (Irama Nusantara) untuk membentuk grup tribute ini. Singkat cerita, Tanya Ditaputri, Tika Pramesti, Rika Putrianjani, dan Yuyi Trirachma akhirnya berkumpul dan membentuk sebuah grup bernama Flower Girls. Selepas projek Europalia, Tanya, Tika Rika, dan Yuyi memutuskan untuk melanjutkan band ini –dengan materi baru dan juga nama baru: FLEUR!. Namun di tengah proses penggarapan album, Rika memutuskan untuk hengkang dan FLEUR! memutuskan untuk melanjutkan dengan format trio. Untuk album pertamanya ini direncanakan rilis tahun 2021 mendatang. Dengan menghadirkan konsep musik rock klasik Indonesia era 60’s dengan gaya  Fleur! sendiri.

“Sebenernya untuk konsep besar itu kita masih tetep ke arah musik 60’s, yaitu kita kan punya referensi Dara Puspita mungkin bisa dibilang album yang pertama ini masih banyak referensinya ke arah Dara Puspita dan musik-musik tahun 60-70an” tutur Yuyi dalam konferensi pers ihwal bocorannya untuk album.   

Sambil menunggu album pertama Fleur! yang masih dikerjakan, “Lagu Lama” kini sudah bisa kalian dengar diberbagai layanan pemutar musik digital. Sedangkan untuk versi visalnnya akan dirilis pada 3 Oktober mendatang. 

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Fleur!

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading