Masa Depan dan Ketakutan Lainnya di Materi Terbaru Impromptu

Masa depan barangkali adalah hal yang paling magis sekaligus sesuatu yang paling tak pasti. Menerka-nerka adalah hal yang paling lumrah ketika membicarakan tema yang satu ini. Ya, siapa yang tahu tentang masa depan. Bisa jadi baik bisa juga buruk. Yang pasti bayangan-bayangan yang ada di dalam kepala tentang masa depan jika diolah dengan baik tentu bakal jadi sesuatu yang mungkin bernilai, diolah menjadi karya musik misal.

Setelah memperkenalkan tiga singel dalam kurun waktu dua tahun, unit pop mengawang dari Yogyakarta, Impromptu baru-baru ini telah melepas materi berikutnya. Diberi tajuk “Heatwaves”, nomor ini merupakan pemanasan bagi Impromptu yang dalam waktu dekat ini bakal merilis album debutnya secara penuh.

Lewat “Heatwaves” kuartet yang dihuni oleh Brigitta Globin Angela (Vokal), Resya Arva Vradana (Bas, Vokal), Satya Laksana Firmansyah (Gitar, Vokal), dan Panji Salman Firdaus (Drum) ini sedang menuangkan kegelisahannya membayangkan masa depan dari perspektif yang sedikit berbeda.

Menurut Briggita, vokalis sekaligus pembuat lirik “Heatwaves merupakan kesedihan dan ketakutan tertulis yang bertamu pada tempat asing yang tepat” ujarnya.

“Aku selalu membayangkan bangunan kosong yang bergema sebagai tempat asing itu. Di dalamnya aku bisa berteriak dan meluapkan rasa takutku pada masa depan yang kita tidak pernah tau.” Sambung vokalis yang akrab disapa Ubi ini.

Tak bisa dipungkiri, pandemi membuat segala sesuatu menjadi sangat berbeda. Termasuk dalam cara berpikir. Ada banyak ketakutan yang terjadi, melampaui ketakutan akan pandemi, terkadang pikiran-pikiran kita lah membuatnya lebih menakutkan. Keadaan saling terasing dan ketidakjelasan keadaan saat masa-masa kritis pandemi COVID-19 membuat banyak orang membicarakan permasalahan yang sebelumnya jarang dibicarakan secara luas. Media sosial seperti Twitter, Instagram, dan juga YouTube menjadi tempat diskusi yang dimanfaatkan banyak orang. Tidak terkecuali permasalahan lingkungan.

Brigitta mengaku bahwa “Heatwaves” ditulis ketika dirinya sedang gelisah setelah membaca banyak sekali perbincangan mengenai bumi yang semakin panas dan tidak aman untuk dihuni. Situasi itu melemparnya pada kenangan masa kecilnya yang banyak dihabiskan di bawah matahari. Panas matahari yang begitu tajam saat ini membawanya ke puncak kegelisahannya; bagaimana jika suatu saat nanti, kita semua tidak bisa ke pantai dalam waktu yang lama? Pikiran itu selalu membuatnya sedih hingga saat ini.

“Aku nggak hidup dekat pantai, tapi aku selalu menemukan rasa dan pikir yang membuatku kagum pada alam semesta ketika aku di sana. Keindahan, ke-magnificient-an pantai itu membuatku merasa rendah hati sebagai manusia sekaligus bersyukur, mataku masih bisa menerjemahkan keindahan itu” pungkas Brigitta.

Di wilayah proses, nomor “Heartwaves” masih mengaet nama Damar Puspito dari unit Post-Rock Niskala sebagai produser. Sedangkan untuk proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Pandu Fuzztoni (The Adams, Morfem, dan Zzuf). Sementara sisi artistik Artwork yang melengkapi sisi visual “Heatwaves” dipercayakan kepada Gunkbudi.

Kabarnya, sebelum albumnya dirilis, Impromptu juga sudah menyiapkan satu materi lagu untuk kejutan. Apa yang sedang mereka rencanakan? Kita nantikan saja.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Impromptu

Meramu Crossover Hardcore Ke Tahap Terbaru

Dari Sidoarjo, unit Crossover Hardcore yang tergabung dalam Voorstad akhirnya merilis mini album terbaru dengan tajuk Self-titled melalui label Greedy Dust Records. Ini merupakan rilisan kedua Voorstad setelah pada awal...

Keep Reading

Penegasan Warna Terbaru I Punch Werewolf

Penegasan eksistensi I Punch Werewolf melalui video klip lagu terbaru dengan judul Broken. Unit ini terus menggebrak kancah musik dengan beragam rilisannya. Untuk lagu ini sendiri dibuat lebih mengayun, namun...

Keep Reading

Metal Kecil Versi Paling Mutakhir Powerslaves

Powerslaves adalah nama legendaris dalam kancah musik rock tanah air. Unit rock ini baru saja melepas Metal Kecil (Remastered) (13/11/22). Single versi teranyar ini merupakan tindak lanjut dari “Semarang (Remastered)” yang...

Keep Reading

Hadiah Ulang Tahun Pernikahan

Vlaminora, unit musik baru asal Bali, melepas singel perdana bertajuk “Kemarau Rindu” bersama label rekaman asal Jakarta, demajors. Singel tersebut hadir di berbagai platform streaming digital mulai 12 November 2022....

Keep Reading