Mainan Baru Cut and Rescue

Pada saat gelaran Rekod Skoy Day 2019, acara rutin untuk ikut merayakan Records Store Day yang sudah beberapa tahun ini diselenggarakan oleh RURUradio, kolektif Cut and Rescue (CAR) menggelar eksebisi pertama mereka yang bertemakan musik dengan judul Screen Printing Music Posters.

Dalam eksebisi yang dihelat selama dua hari pada 13-14 April 2019 di Gudskul Ekosistem, Jakarta Selatan, mereka berkolaborasi delapan band/ kolektif musik yang ditantang untuk membuat artwork untuk kemudian dipindahkan ke medium cetak sablon yang dieksekusi oleh Angga Cipta dan Syaiful Ardianto, dua orang anggota CAR.

“Untuk pameran poster musik, sebenarnya CAR pengen bikin sesuatu yang emang jarang atau belum pernah ada yang mengangkat dengan kacamata yang penting dan serius. Karena selama ini, yang kita lihat kebanyakan band selain menghadirkan album juga menyertakan merchandise dan biasanya tshirt. Tapi jarang yang menyertakan poster yang diperlakukan sebagai art print dan layak dikoleksi sebagai memorabilia,” kata Syaiful yang akrab dipanggil Ipul.

Ia menambahkan sebuah pengalaman pribadi, “Dulu gue punya poster Slank yang masih formasi lama dari album Generasi Biru. Sekarang poster itu sudah nggak dijual lagi di Potlot. Gue lihat di internet, ada yang jual harganya 200 ribu. Gila! Terlebih, posternya dibikin dengan cara manual, pakai teknik screenprinting dan dicetak terbatas.”

Dari titik tolak itu, CAR mengembangkan ide untuk membuat eksebisi ini sekaligus memperlakukan produk yang dihasilkan sebagai representasi merchandising yang bisa dibeli oleh publik dan dikoleksi dengan harga terjangkau.

Angga Cipta, yang dikenal dengan panggilan Acip, menimpali, “Sebenarnya sudah dirancang sejak 2017. Awalnya mau dibuat di Mondo by the Rooftop. Tapi ketiban sama proyek-proyek yang lain. Tempatnya juga harus berubah, akhirnya kita ke Gudskul saja.”

Yang mereka lakukan, dirancang untuk berkesinambungan. Setelah eksebisi perdana kemarin, akan ada kelanjutannya di masa yang akan datang.

“Kebetulan kami punya banyak kenalan musisi, DJ atau seniman audio,” kata Acip. “Networking teman-teman musisi juga ikut membantu,” tambah Ipul.

Di Screen Printing Music Posters edisi perdana, mereka melibatkan nama-nama seperti The Kuda, Punkasila, Iramamama, Goodnight Electric, Sattle dan sejumlah nama lainnya. Seluruh artwork berasal dari masing-masing talenta. Yang dilakukan CAR hanya memproduksinya menjadi bentuk fisik.

“Yang mau kita challenge ke teman-teman itu adalah membuat artwork yang merepresentasikan mereka, baik secara musikalitas atau salah satu lagunya. Karena biasanya musisi kan menyerahkan urusan visual designer atau fotografer. Jarang yang punya direction sendiri untuk ngebranding album atau karyanya. Walaupun pada akhirnya ada juga dari mereka juga minta tolong sama seniman visual untuk menggarapnya, hampir semua akhirnya mengarahkan pendekatan artistiknya mau gimana,” terang Acip lagi.

Ipul melengkapi, “Kita juga mungkin bekerjasama dengan seri-seri acara yang ada seperti Superbad atau Mayhem. Nantinya bisa kita buat official artprintnya atau malah kita buka booth di acara itu. Pasarnya memang harus dibentuk. Kita percaya dengan estetika ‘Bikin, ya bikin aja’ tanpa harus memikirkan apakah pasarnya ada atau tidak. Karena memang idenya supaya kami terus produktif dan menghasilkan sesuatu.”

CAR memang dikenal sebagai salah satu kolektif seni yang terus berkegiatan tidak kenal waktu di Jakarta. Berbagai macam proyek datang silih berganti dengan tingkat keluwesan yang besar. Mereka juga bisa bersilangan dengan siapa saja, kapan saja.

Niat untuk membuat ini jadi berkesinambungan, patut ditunggu. (*)

Teks dan foto: Felix Dass

Rayakan Dua Rilisan Baru, Extreme Decay Siapkan Pertunjukan Spesial

Sebagai pesta perayaan atas dua rilisan anyar mereka. Sekaligus mengajak Dazzle, TamaT, dan To Die untuk ikut menggerinda di kota Malang. Extreme Decay bersama Gembira Lokaria mempersembahkan konser showcase spesial...

Keep Reading

Disaster Records Rilis Album Debut Perunggu dalam Format CD

Pandemi yang sudah berlangsung selama lebih dari dua tahun ini memang membuat segala recana menjadi sulit terwujud. Namun bukan berarti berbagai kendala yang ada menyurutkan semangat para musisi untuk terus...

Keep Reading

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading