Mahasiswa Perusak Lukisan Picasso Dihukum Penjara

Mahasiswa yang dengan sengaja merusak lukisan yang dibuat tahun 1944 berjudul “Bust Of A Woman” milik Pablo Picasso di Tate Modern pada 28 Desember tahun lalu telah dijatuhi hukuman 18 bulan kurungan penjara. Shakeel Ryan Massey, seorang mahasiswa arsitektur asal Spanyol berusia 20 tahun, memecahkan kaca pelindung mahakarya senilai USD 26,3 juta atau setara Rp 384,6 miliar itu dengan tangannya yang memegang gembok dan terlilit syal saat mengunjungi galeri seni yang berlokasi di London itu. 

Sejumlah pengunjung yang berada di sekitar kejadian saat itu terkejut ketika Massey menarik lukisan itu dari dinding dan melemparkannya ke lantai. Mereka kemudian memberi tahu seorang penjaga keamanan galeri bahwa ada seseorang yang sedang melakukan “pertunjukan” seni. Pengacara Massey, Glenn Harris, mengatakan kepada hakim di Pengadilan Tinggi Britania Raya bila kliennya itu belum cukup dewasa dan belum memberikan alasan lengkap atas serangan tersebut. “Dia melakukan hal bodoh selama lima menit yang membuatnya jadi terkenal, dan dia telah membuat malu keluarga”, kata Harris lagi.

Sementara Hakim Jeremy Donne QC mengatakan Massey harus menjalani hukuman di balik jeruji besi untuk mencegah orang lain melakukan tindakan vandalisme serupa. Ia menduga apa yang dijalankan Massey tak lain hanya mencari ketenaran terlepas dari pembelaan pengacara sang terdakwa bahwa Massey belum bisa berpikir sebagaimana orang dewasa. Adapun jaksa penuntut Ben Edwards membeberkan kepada hakim Massey memasuki galeri sebelum jam 1 siang dan menghabiskan waktu sekitar tiga menit untuk melihat Picasso sebelum melancarkan serangan terhadap lukisan yang dibuat oleh Pablo Picasso di Paris pada tahun 1944 yang memvisualkan seorang inspirator dan fotografer pribadi terkenalnya, Dora Maar, dalam gaya semi abstrak itu.

Bust of a Woman karya Pablo Picasso

“Usai melepas jaket mantelnya ia bergegas menuju lokasi lukisan berada, lalu memukul karya Picasso itu dan menyebabkan kaca pelindung pecah hingga lukisan robek di bagian tengah,” kata Edwards. Pihak pengelola galeri menyebut walau lukisan itu sekarang tengah menjalankan perbaikan dengan biaya hingga 350 ribu pounsterling atau sekitar Rp 6,8 juta, tetapi secara keseluruhan efek kerusakan lain yang belum diketahui pada lukisan itu ditaksir mencapai 20 juta poundsterling atau Rp 390,5 miliar. 

Harris mengatakan ketika kejadian itu Massey sebenarnya sudah tidak lagi berstatus mahasiswa arsitektur di sebuah universitas di Spanyol, dan apa yang ia lakukan kemungkinan karena depresi setelah kematian saudaranya pada 2016 lalu. Tapi demikian, dengan memberi putusan kurungan penjara selama 18 bulan dan menolak untuk menangguhkan hukuman, Donne menegaskankan kepada Massey hukuman untuknya itu sudah setara dengan perlakuannya. “Saya telah menyimpulkan tanpa ragu-ragu dampaknya terhadap publik dan beratnya pelanggaran ini. Semoga vonis ini dapat membantu merefleksikan rasa malu yang dia timbulkan pada keluarganya”.

Massey, yang mengenakan kemeja bunga berwarna-warni ketika mengikuti proses persidangan, memeluk keluarganya saat ia dibawa pergi ke bui. Dia mengaku bersalah atas tindakan kriminal itu. Sebelumnya, di tempat yang sama, insiden perusakan juga pernah dilakukan seniman Polandia W?odzimierz Umaniec. Pria yang dikenal dengan Vladimir Umanets dan merupakan pendukung gerakan seni Yellowisme – gerakan seni konservatif, temporal dan statis serta dianggap kerap menggunakan cara vandal pada seni yang tak sejalan dengan ideologinya – itu secara sengaja mencoret-coret sejumlah kata dengan pulpen, termasuk menuliskan namanya, pada lukisan “Black on Maroon” karya bertahun 1958 oleh Mark Rothko, pelukis ekspresionisme abstrak dari Amerika keturunan Rusia. Umanets kemudian berdalih dan menyamakan perbuatannya itu dengan aliran seni Dadaisme yang dianut seniman Prancis terkemuka Marcel Duchamp. Umaniec dijatuhi hukuman dua tahun penjara setelah insiden tersebut. 

Teks: Emha Asror
Visual: Arsip BBC

The Box Perkenalkan Formasi Baru Lewat Live Session

Pandemi yang sudah berlangsung selama dua tahun ini telah membuat kita semua kembali dari awal. Menyusun ulang rencana dan mulai menata kembali langkah-langkah yang akan diambil. Kini industri sudah mulai...

Keep Reading

Sajian Ska Berbeda dari Slowright

Slowright, unit ska dari kota Malang baru-baru ini telah melepas album mini teranyarnya bertajuk Believe. Dirilis oleh label rekaman yang bermarkas di Yogyakarta, DoggyHouse Records, lewat rilisannya kali ini Slowright...

Keep Reading

Zizi yang Menyapa Kampung Halaman Lewat Hometown Tour

Setelah menyelenggarakan showcase perdananya yang bertajuk Unelevated Intimate showcase di Bandung pada akhir Februari lalu. Kini, Zizi kembali ke rumah tempat ia tumbuh dan menemukan passion terbesar dalam dirinya. Ia...

Keep Reading

Realita Kaum Pekerja di Nomor Kolaborasi Dzulfahmi dan Tuantigabelas

Dzulfahmi, MC dari kolektif Def Bloc dan Dreamfilled yang bermukim di Jakarta baru-baru ini (6/5) telah memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Rotasi”. Lewat rilisannya kali ini Dzulfahmi menggaet salah satu nama...

Keep Reading