Sejatinya, datang ke sebuah gelaran musik pasti sangat menyenangkan. Apalagi kalo konsep yang dihadirkan sangat intim dan band yang diundang pun sangat kita senangi. Kedua hal itulah yang selalu diterapkan di setiap gelaran Limunas, tak terkecuali Limunas XV semalam (1/12). Seperti biasa, Limunas hadir dengan band pengisi yang mereka senangi, ya mereka senangi. Tidak ada itu namanya band yang lagi naik daun yang diundang. Menurut mereka, kepuasan adalah yang utama. Hal itulah yang dibuktikan di gelaran ke-15 Limunas, yaitu menghadirkan FSTVLST yang dalam catatan perjalanan karir mereka, belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di tanah Bandung.

Entah ada hal apa yang membuat FSTVLST tidak pernah sekalipun main di Bandung, hanya mereka dan pihak-pihak penyelenggara event yang tau. Tapi, Limunas mengambil kesempatan itu, sebuah kesempatan yang sangat ditunggu para penggemar band ini dan juga para penikmat sajian Limunas. Selain FSTVLST, juga ada The Panturas dan The Flowers. Ketiga nama ini benar-benar membuat malam di IFI kala itu beraroma keringat yang bercampur dengan semangat.

“Jujur, ini pertama kali saya datang ke Limunas dan juga pertama kalinya menyaksikan secara langsung penampilan dari FSTVLST. Kenapa baru kali ini ke Limunas, alasannya sederhana sih, pengen nonton, pengen moshing dan pengen senang-senang dengan lantunan lagu dari mereka secara intim. Karena menurut saya, menikmati musik itu adalah dengan cara seperti ini, intim dan dekat dengan si idola.” tutur Hari (salah satu penonton malam itu).

Panggung menyala, penonton bergegas masuk ke arena bersenang-senang, dan The Panturas bersiap untuk menjadi penampil pertama. Urutannya begini, The Panturas (bungsu), FSTVLST (anak tengah), dan The Flowers (sulung). Tidak ada yang salah dengan jadwal yang disusun, penonton senang-senang saja, pun bila urutan jadwalnya dipindahkan, rasa-rasanya tidak akan mengurangi esensi dari melihat pertunjukan ketiga band ini.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, menonton band dengan suasana intim adalah kenikmatan yang tidak bisa didapatkan jika melihat mereka di sebuah panggung besar. Hal itu juga berlaku buat The Panturas dan para ABK (sebutan fans mereka), yang tidak mau melewatkan begitu saja momen ini. Lagu-lagu dari album “Mabuk Laut” disikat habis, tak ketinggalan lagu “You and Me Against The World (A Tribute to Mocca)” juga dibawakan sebagai sajian utama dari penampilan mereka malam itu. Senang? tentu saja, apalagi setelahnya tampil FSTVLST dan The Flowers.

“Limunas ke-15 ini adalah sebuah peristiwa. Kenapa begitu? sebab ini adalah panggung pertama kami di Bandung, lalu kalian yang datang dan membeli tiket adalah bahan bakar bagi kami selaku penampil dan juga bagi mereka (panitia) yang dengan penuh rasa suka cita membuat acara ini. Dan yang terakhir, ini adalah sebuah peristiwa kita bersama.” Tutur Farid Stevy melalui mic yang dipegangnya.

Bisa dibayangkan bukan, lantunan lagu-lagu dari album “Hits Kitch” dan “II” dihadirkan dengan suasana yang semuanya merasa terbakar karena senang dan bahagia dengan apa yang ada malam itu. Penonton dan penampil tahu betul cara bersenang-senang. Pria maupun wanita tidak segan untuk moshing, loncat dan stage diving, porsi penonton malam itu sangat pas untuk ukuran IFI yang tidak terlalu besar. Hal ini adalah salah satu yang menjadi fokus utama oleh para penyelenggara. Membatasi jumlah penonton. Menurut mereka, menonton sebuah pertunjukan dengan nyaman adalah hal yang sangat istimewa.

Malam semakin larut, giliran si sulung (The Flowers) yang akan mengakhiri dan menutup gelaran ini. Menampilkan judul-judul lama dan juga beberapa lagu dari album teranyar “Roda-Roda Gila”, mereka memang pantas menutup kemeriahan malam itu. Senang rasanya bisa melihat penampilan para dedengkot ini, walaupun tidak terlalu familiar dengan lagu-lagunya, toh tujuan datang ke acara musik selain melihat penampil yang memang sudah kita kenal, juga bisa menjadi ajang mendapatkan suatu pengalaman dan menemukan hal baru. Seperti melihat penampilan The Flowers malam itu. Tak lupa, Limunas kali ini juga menghadirkan sebuah zine, isinya menampilkan beberapa poster mereka yang sudah lewat, profil para band di Limunas XV dan yang paling menarik adalah halaman “Tips & Trick Menonton Pertunjukan.

Sebagai penutup. Sayang bagi kalian yang suka band-band ini dan melewatkan Limunas XV. Silahkan simak foto-foto keseruannya di bawah.

Teks dan Foto: Adjust Purwatama