Lima Kejadian yang Mungkin Terjadi Saat Latihan di Studio Musik

Masuk studio untuk latihan merupakan hal penting bagi suatu band. Intensitas kegiatan ini akan menentukan bagaimana performa mereka di atas panggung. Bahkan, band sebesar Burgerkill pun (tundukan kepala untuk almarhum Eben)  masih latihan setidaknya tiga kali seminggu saat masih aktif, biarpun vokalis mereka saat itu, Vicky Mono, tinggal di Jakarta sedangkan personel lain di Bandung.  Mungkin karena itu juga, materi-materi rumit di Killchestra pun bisa mereka bawakan dengan baik.

Tidak sedikit juga karya tercipta dari latihan. Band yang membuat lagu dengan landasan jamming tentu banyak mendapatkan bahan untuk karya mereka di studio.

Selain itu, melalui latihan band juga bisa mengenal karya mereka sendiri lebih jauh. Dengan begitu, akan banyak celah eksplorasi bagi mereka untuk memperkaya lagunya, mendapat isian gitar baru, menambah gimik-gimik di tengah penampilan, hingga mengubah lagu yang sudah jadi menjadi berbeda seutuhnya. Biarpun saking kenalnya kadang si musisi jadi bosan bahkan muak dengan karyanya.

Banyak kejadian di studio yang mungkin terjadi. Kali ini, Tim Redaksi Siasat Pertikelir mencoba mengangkat kejadian apa saja yang mungkin terjadi kepada personel band saat sedang latihan di studio.

1. Stik Drum Patah

5 Kesalahan Dalam Belajar Drum Part 2 - TekDung

Personel band “” mungkin tidak akan terlalu memusingkan hal ini karena sering kali sudah punya stok sekalian untuk di panggung. Namun, bagi drummer pemula, apa lagi yang masih meminjam stik studio, masalah ini bakal lumayan bikin pusing. Ini karena teman-temannya tentu hanya mau patungan untuk bayar studio, ganti rugi stik ya tanggung jawab sendiri. Alhasil, mereka kadang harus menutup-nutipi kesalahan dengan menggunakan stik patah sepanjang latihan (biarpun tidak baik untuk alat), bayar cepat, lalu kabur.

Masalah ini bukan hanya terjadi pada drummer. Gitaris pun tidak jarang memutuskan senar. Bas mungkin lebih aman karena punya senar lebih awet, tapi kalau pembetot bas sampai memutuskan senar, ganti ruginya bikin sakit hati, lebih lagi dompet. Karena itu, kalau sudah mampu ada baiknya membawa alat sendiri.

2. Jari berdarah karena senar berkarat

Stream Grooveclowd with Venus Aabalero-Bleeding Fingers by Grooveclowd | Listen online for free on SoundCloud

Ini adalah salah satu alasan kenapa lebih baik membawa alat sendiri. Biasanya, semakin bagus studio musik, mereka semakin tidak menyediakan alat musik karena pelanggan mereka adalah musisi yang sudah biasa bawa alat sendiri. Kalau pun ada, jarang sekali pengelola yang rela meminjamkan gitar andalannya ke orang yang entah siapa, karena kalangan yang menyewa studio memang sukar ditebak. Biasanya alat-alat bagus baru mereka keluarkan untuk pelanggan yang hendak rekaman.

Karena itu, wajar saja kalau Anda menemukan gitar dengan senar berkarat di studio. Jika nekat memainkan, apa lagi Anda tukang shredding, ujung jari bisa jadi tumbal. Jangan coba-coba melakukan bending atau sliding di gitar dengan senar karat, kalau tidak mau hal semacam ini terjadi.

3. Bibir terstrum mikrofon

A Soliloquy on Contingency

Kebanyakan studio tidak membiarkan pelanggannya memasukki ruangan dengan alas kaki. Karena itu, kemungkinan vokalis terstrum mikrofon memang besar, terutama di studio yang tidak beralas karpet. Usahakan jangan menempelkan mikrofon ke bibir karena selain terstrum, bayangkan berapa banyak orang yang menggunakan alat tersebut. Ini memang terkadang sulit dilakukan apa lagi di studio yang memiliki akustik ruangan yang buruk. Vokalis sering kali tidak bisa mendengarkan suaranya sendiri karena, jika gitaris dengan ampli dan drum sudah jelas paling berisik, monitor vokal kadang cukup gaib lokasinya.

4. Intro “Jengah” berkumandang 

Intro “Jengah” menjadi salah satu pilihan gitaris untuk dimainkan iseng setelah kehabisan lagu. Jika bandnya kompak, personel lain mungkin akan memasukan instrumen masing-masing dan jadi lah itu cover Pas Band. Jika tidak, bisa jadi si gitaris dikatai garing tanpa harus dikatai.

Selain “Jengah”, ada beberapa lagu lain yang mungkin bisa jadi pilihan Anda gitaris-gitaris garing. Peterpan punya “Di atas Normal” atau “Semua tentang Kita”. Dari kancah internasional ada “Sweet Child o’ Mine” dari Guns N’ Roses atau “Unholy Confessions” dari Avenged Sevenfold. Dari ranah agak samping ada “Lepas” dari Rub of Rub, biarpun yang memulai biasnya pemain bas. Kuncinya, lagu-lagu semacam ini punya minimal satu dari karakteristik ini: mudah dimainkan, lick-nya fenomenal, ada tutorialnya di Youtube.

5. Mengakali “Satu lagu lagi”

Nostalgia Jadi Anak Band 978 Masehi - The Happilionaire Lifestyle Blogger

Ini merupakan kutipan paling menyedihkan dari operator untuk para pemain band yang masih penuh semangat. “Satu lagu lagi,” tuturnya sambil mengangkat jari telunjuk. Salah satu cara untuk mengakali peringatan tersebut adalah membawakan medley lagu. Jarang ada operator yang akan menghentikan pergerakan semacam ini.

Akan tetapi, Anda juga harus sadar diri. Kalau musik yang dimainkan adalah rock progresif nyerempet kesenian adiluhung dengan durasi lagu minimal seperempat jam, tolong kasihani pengelola studio dan pelanggan selanjutnya. Trik ini akan cocok untuk band-band berbahan dasar punk atau mereka yang mengusung noise grind. Kaum-kaum macam ini bisa memanfaatkan rentang waktu “satu lagu lagi” untuk menghabiskan seluruh nomor album mereka.

Ingin tahu kebiasaan yang terjadi di studio versi Inish dan Bilal Indrajaya? Langsung cek laman di bawah ini.

Teks: Siasat Partikelir
Visual: Arsip dari berbagai sumber

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading

Koil Rilis Digital EP Lagu Hujan

Band rock industrial asal Bandung, Koil resmi merilis album mini terbaru berjudul Lagu Hujan dalam format digital (22/7) diseluruh layanan streaming musik. Perilisan ini merupakan milestone lanjutan dari Otongkoil (vokal),...

Keep Reading

Semesta Manusia di Lagu Terbaru The Hollowcane

Selang satu tahun usai merilis singel “Verbal Irony”, kuartet Indie rock dari kota kembang, Bandung, bernama The Hollowcane akhirnya kembali memperkenalkan karya teranyarnya. Kali ini unit yang dihuni oleh Ega...

Keep Reading