Lima Akun Instagram Seni yang Bisa Jadi Pelipur Lara

Sedang dibatasinya bermacam kegiatan publik termasuk pameran dan pertunjukan seni karena pagebluk Covid-19 di Indonesia saat ini, membuat penikmatnya pening bukan main mencari cara bagaimana harus memanjakan matanya. Tapi, jangan cemas, lima akun Instagram ini bisa jadi pelipurnya.

Homecooking

Pada bulan Maret kemarin, ketika New York dikarantina karena virus corona, Asad Raza yang seorang seniman asal Amerika Serikat mulai berbicara serius dengan beberapa temannya. Musababnya, ia kecewa dengan konten ‘receh’ milik institusi seni di daerahnya yang diposting di Instagram. Usai berdiskusi panjang, ia dan rekan senimannya Marianna Simnett, Dora Budor dan Precious Okoyomon, bersama dengan kurator dan desainer Prem Krishnamurthy, kemudian memutuskan membuat akun Instagram bernama @____homecooking____. 

Di akun ini, Asad dan para kolega seninya itu menata sendiri kontennya, serta pegiat seni siapapun dan di manapun dapat berbagi karya terbaru dan aktifitasnya sehari-hari di masa pandemi. Hingga kini, setidaknya lebih dari 50 seniman telah berkontribusi di dalamnya baik lewat wawancara, pertunjukan seni daring, bahkan ada juga video masak-masak dan banyak lagi.

Carmen.argote

Siapa yang tak kenal Carmen Argote, seniman patung asal ‘Kota Mobil’ Los Angeles? Penikmat seni pahat, bahkan yang baru sekalipun, pasti pernah lirih-lirih mendengar namanya. Perempuan kelahiran tahun 1981 dan peraih ‘the Artadia Award’ ini sempat berujar beberapa waktu lalu pada majalah Frieze, meski ia tinggal di Los Angeles yang penuh sesak dengan kendaraan roda empat, tapi kemana-mana ia lebih suka jalan kaki. 

Momen-momen di manapun saat ia tak berkendara itu kemudian ia posting di akun Instagramnya sebagai foto selingan, sedang gambar-gambar karya lama dan terbarunya hampir tiap hari ia bagikan. Untuk yang sedang mendalami dan mencari inspirasi karya seni pahat, Argote kerap pula memposting proses pembuatan hasil kreasinya.

Works on Water

Sejak Mei lalu, konten-konten di akun Instagram milik organisasi Works on Water diisi oleh sejumlah seniman tiap minggunya, mulai dari sekadar menjelaskan foto karyanya hingga video singkat berisi pandangan pribadi atau tutorial seni. Di kolom postingan para seniman kerap pula mendiskusikan bermacam isu kesenian, baik yang sudah lalu ataupun yang datang belakangan. Buat yang tengah serius mendalami kesenian, hasil dialog antar seniman itu pasti dapat menambah wawasan.

Nicola Tyson 

Sosok-sosok dalam lukisan Nicola Tyson sering kali terlihat angker; ada tubuh yang panjang menjulang, bahkan ada pula wajah yang tersusun dari sejumlah balok. Sama menyeramkannya, yang ia unggah awal Juni kemarin, lukisan dengan kepala tanpa muka yang ia beri judul ‘Out for a stroll with self’ atau berjalan seorang diri. Suasana mental penuh derita, atau yang ia sebut sebagai ‘psiko-figuration’, dari karya-karya seorang pelukis wanita asal Inggris itu barangkali seirama dengan situasi sosial dan politik Indonesia saat ini.          

Tapi Tyson tak melulu bikin kreasi menakutkan. Seperti, yang ia unggah di beberapa waktu lalu, karya berlatar alam; gambar tetesan air hujan di dahan dedaunan, dan lukisan seseorang yang tengah menoleh ke belakang sambil melihat biru langit yang menghampar.

United Statues of America

Ada nama Kevin Cranford Jr. di balik konten akun Instagram United Statues of America. Konten yang dibuatnya itu sebagian besar menampilkan foto-foto patung figuratif dari seluruh negara, dan tak sedikit di antaranya yang jarang orang tahu. Cranford, yang juga bekerja sebagai konsultan hukum, mengatakan memotret patung yang awalnya ia jalani hanya sebagai hobi, kini berubah menjadi obsesi. Banyak kalangan seni memuji foto-foto Cranford yang dipandang berani menampilkan patung apapun tanpa ada bias kepentingan di belakangnya, meski bila patung itu sedang jadi kontroversi sekalipun. 

Gimana? Daripada bosan melihat postingan yang alay-alay dan bikin dada sesak. Mending tengok karya-karya seni ini. Bikin adem.

Teks: Emha Asror
Visual: Arsip dari Berbagai Sumber

Refleksikan Sejarah Lewat Seni, Pameran "Daulat dan Ikhtiar" Resmi Digelar

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta mengadakan sebuah pameran temporer bertajuk “Daulat dan Ikhtiar: Memaknai Serangan Umum 1 Maret 1949 Melalui Seni”. Pameran ini sendiri akan mengambil waktu satu bulan pelaksanaan, yakni...

Keep Reading

Ramaikan Fraksi Epos, Kolektif Seni YaPs Gelar Pameran Neodalan: Tilem Kesange

Seni tetap menjadi salah satu jawaban untuk menghidupkan dan menghangatkan kembali keadaan di masa pandemi. Untuk itu dengan gerakan gotong royong dalam ruang seni baur Fraksi Epos mengajak kolektif seni...

Keep Reading

Nada Siasat: Pekan Pertama Februari

Sampailah kita di penghujung pekan pertama bulan Februari. Harapan-harapan terus tumbuh di tengah situasi yang belum membaik sepenuhnya. Meskipun situasi masih belum jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya, namun para musisi...

Keep Reading

Seniman Roby Dwi Antono Gelar Tiga Pameran Sekaligus di Jepang

Seniman Indonesia yang satu ini memang kerap membuat pameran di luar negeri. Lewat karya-karyanya yang memukau, nama Roby Dwi Antono kian dikenal oleh para pelaku mau pun kolektor seni Internasional....

Keep Reading