Libatkan Lebih Banyak Kolaborator, Tom Morello Lepas Album "The Atlas Underground Flood"

Ikon Rock & Roll dan dua kali pemenang piala Grammy Tom Morello telah meluncurkan album terbarunya yang sangat dinanti-nanti, The Atlas Underground Flood, lewat label rekaman independen berbasis NYC Mom + Pop Musik. Album 12-trek ini merupakan kelanjutan dari album sebelumnya, The Atlas Underground Fire, yang mendapat pujian luas dari penggemar hingga kritikus saat dirilis pada bulan Oktober lalu, sekaligus menjadi rilisan ketiga dari trilogi yang dibuka dengan album The Atlas Underground pada tahun 2018 lalu. Dalam sejumlah wawancara baru-baru ini, Morello berbicara panjang lebar bahwa proses kolaboratif yang dijalankannya selama masa pandemi menghasilkan begitu banyak lagu, sehingga merilis materi-materi yang terkumpul tersebut ke dalam album kedua rasanya hampir tak terelakkan. Album ini menampilkan daftar panjang kolaborator papan atas, termasuk Nathaniel Rateliff, Jim Jones, IDLES, Ben Harper, Alex Lifeson, Kirk Hammett, X Ambassadors, Barns Courtney, Manchester Orchestra, Andrew McMahon in the Wilderness dan masih banyak lagi. Pada album ini, Tom Morello kembali menunjukkan ciri khas permainan gitarnya yang luar biasa lewat ragam trek dengan dinamika genre yang di luar wajar.

Perilisan ini disertai dengan acara livestream YouTube eksklusif yang telah diadakan pada hari Sabtu, 4 Desember pukul 01:00 AM WIB dini hari. Pada acara tersebut, Morello bercerita tentang asal usul dan proses kreatif di balik The Atlas Underground Flood. Kemudian, beberapa kolaborator album turut bergabung untuk sesi listening party di mana penonton diajak untuk mendengarkan setiap lagu pada album The Atlas Underground Flood satu demi satu. Acara ini dilengkapi dengan sesi tanya jawab penggemar dan kesempatan bagi para penonton untuk berdonasi pada organisasi nirlaba WhyHunger.

Single melodik “The Maze” menjadi trek keempat yang dirilis terlebih dahulu oleh Morello, beberapa saat sebelum peluncuran album The Atlas Underground Flood. Sebelumnya, tiga buah lagu — “Human” featuring Barns Courtney, “Hard Times” yang dibawakan bersama Nathaniel Rateliff dan Jim Jones, serta “Raising Hell” bersama Ben Harper — telah mengawali perkenalan publik pada album yang dihadirkan berselang hanya hampir dua bulan dari album sebelumnya ini. Bernuansa pop dengan feel sentimental, “The Maze” yang dibawakan bersama Andrew McMahon in the Wilderness mengantarkan pendengar ke dalam lorong nostalgia yang manis. Untuk lagu dengan lirik yang jelas-jelas mengenang cinta lama, “The Maze” terasa cukup emosional dengan porsi yang pas, mengizinkan pendengar untuk menikmati rangkaian kenangan masa lalu tanpa jatuh terlalu dalam ke jurang kesenduan dengan mempertahankan mood upbeat. Rangkaian nadanya membangkitkan nostalgia cerah dan kolase memori indah, diiringi dengan solo gitar atraktif khas Morello dan vokal McMahon yang ringan.

             Baca juga: Tom Morello Akhirnya Melepas Penuh Album Kolaborasinya

“The Atlas Underground Flood bagi saya adalah penyelesaian dari apa yang telah dimulai pada The Atlas Underground Fire. Fire dan Flood untuk saya layaknya album ‘London Calling’ dari The Clash, milik saya sendiri. Sebagai orang yang mengagumi The Clash pada momen puncak mereka, saya berusaha membuat sebuah double album di mana kepentingan atau ide artistik tidak terhalang — atau bahkan, tidak lebih penting — daripada genre musiknya. Saya bertujuan untuk membentuk sebuah visi terpusat yang dikurasi dengan baik untuk menyatukan semua ambisi musikal yang tak kenal takut, liar, dan luas secara sonik, bersama para kolaborator yang luar biasa. Dan tentu saja, akan ada banyak solo gitar.” Terang Tom Morello melalui keterangan pers.

Visual: Arsip dari Mom + Pop Musik

Rayakan Dua Rilisan Baru, Extreme Decay Siapkan Pertunjukan Spesial

Sebagai pesta perayaan atas dua rilisan anyar mereka. Sekaligus mengajak Dazzle, TamaT, dan To Die untuk ikut menggerinda di kota Malang. Extreme Decay bersama Gembira Lokaria mempersembahkan konser showcase spesial...

Keep Reading

Disaster Records Rilis Album Debut Perunggu dalam Format CD

Pandemi yang sudah berlangsung selama lebih dari dua tahun ini memang membuat segala recana menjadi sulit terwujud. Namun bukan berarti berbagai kendala yang ada menyurutkan semangat para musisi untuk terus...

Keep Reading

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading