Lamunan Kinkin dalam Album Perdananya

Barangkali, rasa adalah salah satu elemen paling  penting dalam berkarya. Lewat beragam perasaan yang muncul, jika kita mengolahnya dengan baik tentu perasaan itu bisa menjadi sebuah sandaran untuk terus mencipta, lebih jauh lagi lewat sebuah karya kita bisa menyebarkan perasaan ke audiens yang lebih luas. Seperti halnya yang dilakukan oleh Lourentia Kinkin. Solois asal Madiun ini kembali membuktikan keseriusannya dalam bermusik dengan merilis sebuah album perdana bertajuk “Daydreaming: From Your Bedroom” pada 15 Januari 2021 kemarin. Album penuh yang menggambarkan kompleksitas perasaan yang dialami Kinkin selama masa pandemi 2020 ini seakan mengajak para pendengarnya untuk menyelami lautan perasaan yang mendadak muncul ketika sedang melamun.

“Ide-ide awal di dalam album ini tuh kebanyakan aku dapat pas aku lagi melamun. Di masa pandemi kan kita enggak bisa ke mana-mana yah, jadi aku kerjaannya cuma di kamar aja. Tapi, justru imajinasiku yang ke mana-mana waktu proses melamun itu,” cerita Kinkin.

Album penuh yang digarap sejak Mei 2020 ini setidaknya berisi 9 lagu yang saling berkaitan. Sebagai permulaan Kinkin membuka lamunan lewat track instrumental berjudul ‘Sleepwalking’ yang kental dengan suara synthesizer. Lalu, Kinkin merampok memori orang-orang yang pernah menelan banyak kepahitan yang menjelma jadi kebodohan saat putus cinta lewat track ke-2, ‘Daydreaming’.  Usai lagu yang dikemas secara akustik itu, ada ‘True’ yang menyantuni telinga. Lagu ke-3 itu single pertama dari album yang telah dirilis akhir Oktober 2020 kemarin.

Sedangkan di track ke-4 pada ‘Midnight Friend’ bersama Gabriela Fernandez, solois yang sama-sama berkarier musik di Jogja, Kinkin meramu cemas dan gemetar menjadi sesuatu yang menyenangkan ketika dihadapi bersama kawan baik. Konon, ‘Midnight Friend’ sendiri lahir dari kelebat  game online berjudul ‘Sky: Children of The Light’ saat Kinkin asyik dalam lamunannya.

Sementara di nomor ‘Felt Like I Know You More’ ia mengemasnya dengan aransemen yang lebih minimalis, ditambah dengan ukulele, lagu ini menjadi semacam penanda cinta sederhana yang coba ia replikasi dalam lagu. Selanjutnya, pendengar diajak untuk singgah sesaat ke masa lalu lewat track ‘Julia’. Track ini berkisah tentang seorang anak kecil yang ingin tumbuh dewasa, kemudian tersesat dalam dunia penuh sesak.

Kadang cinta berubah menjadi sesuatu yang samar. Akrab namun sulit dikenali. Sementara penyesalan selalu datang terlambat, diantar ribuan umpatan menuju puncak kegelisahan lepas lenguhan panjang usai saling menindih. Setidaknya gambaran itu yang ia paparkan lewat ‘Blue Toothbrush’. Track yang diiringi dengan instrumen cello ini merupakan gambaran kegelisahan, kepedihan, dan kompleksitas perasaan akan kisah cinta satu malam atau hubungan FWB (Friends With Benefit). Yang terakhir Kinkin menutup perjalanan album ini dengan trek outro ‘Sleep Tight’ yang masih kental dengan nuansa dreamy ambience. Selintas nuansa yang dihadirkan nyaris serupa dengan musik lullaby semacam yang dibawakan oleh Nursery Rhymes 123, namun ‘Sleep Tight’ milik Kinkin lebih kaya akan ambience. Selain lagu-lagu yang disebutkan, Kinkin pun menaruh ‘Saturday Night’ sebagai bonus trek spesial.

Di wilayah produksi, ke semua lagu yang ada di  album ini ditulis sendiri oleh Kinkin. Sedangkan dalam proses rekaman ia menggandeng Enricko Rahayan sebagai produser, music director sekaligus pemain keyboard, dan Agung Santoso yang mengisi departemen gitar. Selain ketiga nama tersebut, album ini pun dibantu pula oleh banyak musisi yang turut berkontribusi seperti Gabriela Fernandez, Angella Sarah, Setyawan Agung Nugroho dan lain sebagainya.

Dikabarkan pula Kinkin pun ingin menggelar sebuah intimate showcase untuk mempromosikan peluncuran album perdananya ini.

“Dalam waktu dekat, aku pengen bikin intimate showcase atau release party kecil-kecilan buat album pertamaku ini. Semoga aja masih bisa terlaksana dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” pungkas Kinkin.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Lourentia Kinkin

Tur Jepang Bangkutaman & Logic Lost

Bangkutaman, grup asal Jogja, melanjutkan seri TauTauTur mereka dengan edisi spesial. Mereka memutuskan untuk bertandang ke Jepang. Tur ini dimulai dari tanggal 27 – 30 November tahun ini. Bukan tanpa...

Keep Reading

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading