Lama yang Baru dari Suasanasabtupagi

Setiap harinya di Indonesia, selain angka Covid yang terus menanjak naik, nama-nama baru di dunia musik pun terus bermunculan seperti wabah yang ada. Tujuannya tentu saja, untuk menyebarkan karya mereka yang baru, segar, dan beda dari yang sudah ada. Walaupun kebanyakan masih memainkan format lama, toh hal itu tidak mengapa. Intinya, karyamu bisa diterima baik oleh orang banyak itu sudah cukup. Dari nama-nama yang terus bermunculan itu, kadang ada sosok lama juga yang masuk di antaranya. Kebanyakan dari mereka memutuskan untuk “terlihat” lagi adalah karena di masa dulu, karya yang mereka buat tidak tersebar dan dirawat dengan baik. Hal ini juga dilakukan oleh band bernama Suasanasabtupagi, yang dibantu oleh Anoa Records.

“Kami selalu tak bisa menahan diri ketika menemukan satu band baru atau yang belum pernah kami tahu keberadaannya, dengan materi yang terlalu bagus untuk diabaikan begitu saja. Sampai ketika di sebuah grup whatsapp, di mana teman kami memamerkan band lamanya Suasanasabtupagi dengan lagu “Gotta Go Sailing”.” Terang pihak Anoa Records.

Lagu yang disebutkan di atas adalah karya utama untuk EP perdana milik Suasanasabtupagi yang berjudul “Mammals”. Sebenarnya EP tersebut telah dirilis di tahun 2016 silam, tapi karena dicetak dengan geliat DIY yang betul-betul tanpa label, tanpa promo, dan disebarkan hanya dengan sistem door to door di lingkungan pergaulan, sudah bisa dipastikan gaungnya tidak besar. Atas dasar keinginan yang kuat untuk menyebarkan EP ini, mereka merilis kembali dengan format digital yang saat ini sangat disenangi orang banyak. Tentu saja dengan tujuan agar bisa didengar oleh publik luas.

Terbentuk pada tahun 2008, Suasanasabtupagi awalnya sekadar weekend music project, atau istilahnya band kolektif. Personilnya paling dikit ada 5 orang, dan terkadang bisa sampai 16 orang. Itupun juga tergantung kondisi di lapangan. Di setiap kesempatan band ini bisa begitu cair mengikuti line up yang selalu berbeda sesuai karakter lagu, khususnya jika berada di atas panggung. “Jika ada personil yang nggak bisa manggung kayak misal Iqbal (gitaris dan songwriter dan music engineer dari band ini) di Bintan, band ini selalu ada anggota yang bisa jadi cadangannya,” kata Toro yang menjadi bassist di Suasanasabtupagi.

EP Mammals adalah album EP indierock yang mengingatkan kita pada band-band di medio 2000-an, seperti Broken Social Scene atau Feist. Dikerjakan selama dua bulan, dan direkam secara “kolektif” pula, di rumah para personil masing-masing. Terdiri dari enam lagu, EP ini menampilkan bagaimana cara mereka bisa meleburkan ide-ide berbeda yang alhasil tidak buruk malah colorful. Sebut saja track lagu Pornographer, Go Fishing dan Gotta Go Sailing, menjadi lagu yang menarik di EP ini.

Suasanasabtupagi adalah band kolektif dari nama-nama dibawah ini sejak awal berdiri: 

Iqbal Sardadi /guitar/ I.T / designer (2010)
Nana Christian / drum / bass / guitar (2010)
Ivan Jasadipura / vocal / designer (2010)
Danu Witoko / bass (2010)
Harya Bimantoro / drum / bass / guitar / keyboard (2010)
Ryandi Sulistyo / bass (2010)
Opet / drum (2010)
Rega Ayundya /trumpet (2011)
Putriani Mulyadi / Guitar / Vocal/ Songwriter (2011)
Dhani Siahaan / drum (2012)
Alfred Yap / bass (2012)
Ricky Setiadi / guitar/ bass/ dancer (2013)
Eka Budhi Irawan / bass (2013)
Tampan Destawan Subagyo / guitar / designer (2014)
Dimas Radhitya / consumtion & medic/ event organizer/ designer (2014)
Mulyadi Witono / drum/Fim director (2014)
Aik Kharisma / keyboard / synth (2014)
Abel Laksono /crowd control / guitar (2014)
Toro Elmar / bass / designer /(2014)
Timothy Elbe / future guitarist / Video editor (2014)
Cempaka Surakusumah / vocal /ukulele / pianika / xylophone / designer (2015)
Popo Mangun / Drum (2016)
Sadewo Diwangkoro / Bass (2019)
Yongki /Vocal (2019)

EP Mammals adalah rilisan terbaru Anoa Records, dan sudah bisa didengar di berbagai kanal musik dan bandcamp. 

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Anoa Records

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading