Lagu Tunggal Penuh Agresi dari Heaven In

Heaven In, kuartet chaotic-hardcore asal kota hujan, Bogor, baru-baru ini telah merilis single terbarunya yang bertajuk “Kelam”. Dirilis di bawah panji Hujan! Rekords, lagu tunggal berdurasi tak lebih dari tiga menit ini menawarkan  materi penuh agresi yang menyembur tanpa tedeng aling-aling sedari lagu dibuka.  Dikabarkan, single ini juga akan menjadi jembatan bagi Heaven In menuju perilisan split album dan mini album yang saat ini tengah mereka godok.

Single “Kelam” kurang lebih berkisah tentang ungkapan perasaan pesimisme dan hilangnya tujuan di dalam hidup. Grup musik yang kini digawangi oleh Aditya Maulana Gumelar (vokal), Arief Wijaya Kusuma (bass), Indra Julianto (gitar), dan Kevin Bukhari (drum) ini meracik sedemikian rupa karakteristik sound “Kelam” yang berat dan abrasif dengan kelokan-kelokan progresi musik kencang dan tanpa basa-basi: Loud, short, and fast!. Direkam di Rocky Music Studio Bogor, menurut Heaven In, proses pengerjaan“Kelam” sebetulnya telah dimulai dari bulan November 2019, namun sempat tertunda oleh kemunculan Pandemi Covid-19 dan baru dapat terselesaikan pada bulan Juli 2020 di studio yang sama. Sedangkan di wilayah visual, artwork “Kelam” dikerjakan oleh Ammonia dengan logotype yang didesain oleh Loudsonic.

Pramedya Nataprawira, founder Agordiclub cum mantan jurnalis musik Rolling Stone memberi catatan ihwal single ini. Pram mengatakan: “Heaven In, memproyeksikan eksistensial manusia dalam “Kelam”. Berseru kencang berkat asupan daya blakened thrash, neocrust hingga d-beat” tulis Pram tentang single. “jika anda adalah partisan loyal integrity atau penggeledah pola kericuhan macam Alpinist, “kelam” patut disertakan dalam daftar putar anda yang bekategori: Ringkas dalam Melibas” lanjutnya. Sedangkan di ranah lirik “Kelam” Indra Menus mengatakan: “..untaian lirik senada dengan pekatnya atmosfer struktur kompleks langgam yang ditawarkan.

Selain Pramedya dan Indra Menus, band yang banyak dipengaruhi oleh Botch, Converge, Integrity, Nails, dan All Pigs Must Die ini juga mendapuk sembilan orang lainnya yang berbeda untuk merespon “Kelam” melalui liner notes, diantaranya: Rian Pelor (Detention/Rimauman Music), Indra Chino (Trueside Jakarta/Final Attack), Ito Siregar (Madafaka Recs), Miko (ex-Alice), Januar Kristianto (Vague/ZIP), Unbound (Speedkill/Petaka), Stephanus Adjie (Down For Life/Blackandje), Yongki Perdana (Quickening), dan Alfian Putra (DC Folks). Liner notes tersebut dapat dibaca di akun Instagram milik mereka.

Terbentuk pada tahun 2014, Heaven In merupakan salah satu band yang cukup aktif  melakukan pertunjukan dan produktif mengeluarkan rilisan di kancah musik metal/hardcore lokal kota Bogor. Single “Kelam” kini sudah bisa kalian dengar dipelbagai kanal pemutar musik digital.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari Hujan Rekords

 

Catatan Perjalanan Rich Brian di Album Mini Brightside

Rapper, penyanyi serta produser asal Indonesia, Rich Brian baru-baru ini resmi merilis album mini terbarunya yang bertajuk Brightside. Lewat album mini berisi 4 lagu ini Rich Brian mengatakan bahwa Brightside merupakan...

Keep Reading

Keseruan Selanjutnya di Soundhead Gig Vol. 3: Parsing Echoes

Tak bisa dipungkiri, pandemi yang terjadi beberapa tahun terakhir telah berhasil meluluhlantakan berbagai lini industri hiburan, tak terkecuali industri pertunjukan musik. Namun, ditengah tantangan yang ada, para pelaku industri terus...

Keep Reading

Kisah Cinta di Balik Pertunjukan Musik dari The Rang-Rangs

Trio punk rock asal Bekasi, The Rang-Rangs, kembali melanjutkan cerita asmaranya yang tak konvensional. Dalam materi terbarunya kali ini The Rang-Rangs mencoba mengangkat cerita persoalan jatuh hati di arena pertunjukan...

Keep Reading

Album Tersembunyi Mendiang January Christy Akhirnya Dirilis

Di era ‘80-an, tak sedikit orang yang mengidolakan January Christy. January Christy merupakan penyanyi pop jazz Indonesia yang unik. Range vokalnya tidak lebar, namun suaranya yang berat memberikan kenyamanan dan...

Keep Reading