Kutukan KR//SS Lewat Debut Albumnya

Di tengah situasi yang teramat kacau, tubuh dan pikiran didesak untuk dapat beradaptasi dengan kondisi  yang serba tak pasti. Pagebluk memang sudah membuat repot semua lini, termasuk ranah musik. Sudah tak terhitung lagi berapa banyak gigs maupun gelaran besar yang harus ditunda, rekaman yang berhenti di tengah jalan, dan lain sebagainya. Imbasnya adalah para pelaku musik harus mengatur ulang segala rencana yang sudah tersusun sedari jauh hari.

Namun dibalik situasi babak belur yang terjadi, kita patut bersyukur ternyata masih banyak kelompok musik yang terus produktif memacu kreativitasnya. Salah satu diantaranya adalah KR//SS, kuartet hardcore asal kota Garut. Mereka membuka tahun 2021 ini dengan melepas  lima nomor lagu yang tercantum di album pendek perdananya yang bertajuk “Anathema”.

Menurut KR//SS, gagasan dasar yang melatari lahirnya album pendek ini adalah situasi sulit yang kacau berantakan akibat pandemi, namun mereka akhirnya mencoba untuk beradaptasi dengan kondisi semacam ini agar tetap bisa menghasilkan karya. Lebih jauh, “Anathema” pun berbicara tentang kebencian yang di wariskan dan perlawanan terhadap diri sendiri.

Jika mesti diartikan, diksi ‘Anathema’ sendiri kurang lebih sepadan dengan kata Laknat,  Kutuk dan segala macam umpatan dibaliknya. Dibuka lewat ‘Intro’yang menyemburkan derau dan kebisingin apik lewat bunyi gitar, album terkutuk melenggang ke nomor ‘1526’ yang dipenuhi kepulan murka atas banyak peristiwa. Kemudian kuping dipancing dengan ‘Satan Army’ –judul paling mentereng diantara semua, seketika bala pasukan setan pun melangkah dengan progresi semacam Only The Strong yang biasa dibawakan oleh para begundal Ujung Berung.

Dua nomor di belakang akhirnya terputar, KR//SS melanjutkan dera melalui ‘Doktrin’ yang lebih melodius seintens Atheis Peace milik Bad Religion yang diputar kala lonceng gereja berdengung dan ditutup dengan satu galon agresi lewat trek ‘Promise’ berkecepatan mentok. Secara keseluruhan “Anathema” cukup menarik untuk disimak –berpotensi membawa ledak di arena moshpit. Ragam musik berwarna logam saling berpacu dengan vokal dan lirik bertenaga HC/punk. Segar didengar di tengah situasi yang masih nanar.

Unit yang kini digawangi oleh Ivan (vocal), Luthfi (gitar), Diki (bass), dan Iqbal (drum) ini mencoba untuk meleburkan semua hasrat bermusiknya dengan mengkombinasikan beberapa genre musik yang mereka gandrungi. Maka tak  aneh jika kemudian ragam warna musik rock dan turunannya semacam punk, grind, hingga trash metal berkelindan dalam beberapa trek yang mereka sajikan.

Di wilayah proses,  pengerjaan EP “Anathema” di lakukan di dua studio berbeda, sebagian materi lagu direkam secara mandiri di studio milik mereka sendiri.  KR//SS sendiri mulanya dibentuk oleh Raka dan Ivan atas dasar pertemanan dan keinginan yang sama untuk membentuk band. Sekian waktu berjalan, Lutfi turut bergabung untuk mengisi departemen gitar, lalu diikuti dengan Diki dan Iqbal yang melengkapi instrumen bass dan drum di tubuh KR//SS.

Selain melepas karya dalam format digital, KR//SS pun mengemas “Anathema” ke dalam rilisan fisik berupa cakram padat (CD) beserta merchandise pendamping lainnya. Sementara ini, EP “Anathema” baru tersedia di kanal pemutar musik digital Bandcamp. Dikabarkan, album pendek ini akan segera mengudara di platform musik streaming lainnya. Kita nantikan saja.


Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip dari KR//SS

Video Musik Bintang Massa Aksi .Feast

Abdi Lara Insani yang merupakan single utama dari album teranyar .Feast berjudul Bintang Massa Aksi ini ternyata masih memiliki keberlanjutan dengan dirilisnya sebuah video klip resmi di kanal YouTube .Feast (22/11/22). Video klip ini melibatkan...

Keep Reading

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading