Kuliah Umum Julian Rosefeldt Menuju Pameran Manifesto

25 Februari mendatang akan hadir sebuah kuliah umum dari seorang Julian Rosefeldt. Kuliah umum ini merupakan sebuah pembukaan dari pamerannya yang akan diselenggarakan pada 28 Februari (3 hari setelah kuliah umum berlangsung). Kegiatannya sendiri akan bertempat di GoetheHaus Jakarta, dalam kelasnya nanti kita akan diajak untuk menjelajahi beragam pemahaman serta perspektif dari seorang Rosefeldt yang berperan sebagai penulis, editor, produser, dan sutradara dari film Manifesto. Dalam film ini, Rosefeldt merujuk kepada tulisan kaum Futuris, Dadais, seniman Fluxus, kaum Suprematis, Situasionis, anggota Dogme 95, dan kelompok-kelompok seniman lain, serta pemikiran seniman, arsitek, penari dan pembuat film individual sejak awal abad ke-20.

Julian Rosefeldt adalah seorang seniman dan pembuat film yang berbasis di Berlin. Dirinya terkenal di kancah internasional berkat karya seni citra bergeraknya yang kaya dalam visual dan digubah dengan sangat cermat. Lalu sebagian besar karyanya dipresentasikan sebagai instalasi multilayar yang kompleks. Untuk praktik dalam artistiknya pun, dirinya banyak terinspirasi oleh sejarah film, seni, dan budaya populer.

 

Dengan menggubah kembali banyak gagasan bernas dari Claes Oldenburg, Yvonne Rainer, Andre Breton, Sturtevant, Sol LeWitt, dan seniman- seniman berpengaruh lainnya, Rosefeldt mampu memicu rasa ingin tahu dan membangkitkan minat khalayak terhadap isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan di seluruh dunia, seperti dislokasi dan disrupsi psikologis.

Manifesto telah diputar perdana di Australian Centre for the Moving Image di Melbourne (2015) dan telah dipertunjukkan di Eropa dan Amerika Serikat, termasuk di Hamburger Bahnhof Berlin dan Park Avenue Armory, New York. Pemutaran perdana versi bioskop yang linear berlangsung di Sundance Film Festival 2017 di Park City, AS. Karya ini juga diputar di Rotterdam Film Festival 2017 di Belanda.

Kuliah umum ini merupakan bagian dari pameran Manifesto yang akan segera digelar di Gallery 2, Museum MACAN yang dimulai dari tanggal 28 Februari hingga 31 Mei 2020. Manifesto di Museum MACAN dipersembahkan atas kerja sama dengan Art Gallery of New South Wales, Sydney. Goethe-Institut Indonesien merupakan mitra institusi dari pameran ini sendiri.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Julian Rosefeldt

Endgrave Merilis Ode Bagi Jiwa Yang Tidak Pernah Tenang

Endgrave adalah band yang terbentuk pada pertengahan 2022. Semua bermula saat Singgi dan Petra meramu musik dengan mengemas riff-riff gitar yang terbilang tidak biasa. Beragam karakter mulai dari Hardcore, Deathcore,...

Keep Reading

Single Dan Formasi Terbaru Pillhs Castle

Mengubah formasi dari duo menjadi kuintet, dan sebelumnya telah merilis single ‘Moment’, Pillhs Castle yang diisi oleh Nando Septian (vokal), Torkis Waladan Lubis (gitar), Tama Ilyas (gitar), Willy Akbar (bass),...

Keep Reading

Debut Album Resign Leader

Dari Makassar, unit punk rock Resign Leader belum lama ini merilis debut album ‘Sniffing Tears For The Other Bills’. Album yang digarap cukup panjang dan serius ini berisi 12 nomor...

Keep Reading

Single Teranyar eleventwelfth Yang Menuju Album Terbaru

eleventwelfth hanya membutuhkan satu bulan untuk merilis single terbaru yang diberi tajuk “every question i withhold, every answer you never told” setelah sebelumnya melepas “(stay here) for a while” dari...

Keep Reading