KRANS Menyampaikan Berita Duka Lewat Single ‘Obituari, Kerangka Masa’

Mungkin kita semua sepakat jika 2020 adalah tahun yang sangat tidak terduga, banyak hal yang terjadi di tahun itu. Momen berharga hingga kehilangan tidak luput di tahun 2020, jika digambarkan mungkin akan sedikit menyeramkan.

Kehilangan dan kematian adalah yang KRANS coba gambarkan dari single terbarunya yang berjudul ‘Orbituari, Kerangka Masa’, dalam singel ini KRANS mencoba untuk merespon hal-hal yang terjadi tersebut menjadi sebuah kabar duka, alih-alih membuat pendengarnya kalang kabut, mereka ingin mengingatkan untuk lebih bijaksana dalam menikmati momen-momen berharga.

 

“Jadi, ‘Obituari, Kerangka Masa’ itu adalah respon kami terhadap tahun 2020 yang kami rasa ini adalah fenomena yang belum kami alami. Jadi kami mengambil nama ‘Obituari’ yang berarti berita kematian, dan ‘Kerangka Masa’ adalah mencoba meng-capture fenomena tahun 2020 kemarin. Ini adalah lagu yang lama, musik yang lama, namun punya momen yang sangat tepat untuk dirilis tahun ini” jelas Saga.

 

‘Obituari, Kerangka Masa’ tidak hanya ingin menggambarkan bagaimana tahun 2020, secara lebih luas ingin mempresentasikan bahwa kehilangan adalah hal yang sangat menyakitkan. Sebelumnya KRANS sudah merilis beberapa single seperti ‘Dalam Diam’ pada tahun 2019 lalu yang menjadi singel pertamanya, lalu padah Februari 2020 lalu KRANS juga merilis singel kedua yang berjudul ‘Ruang Tengah’, dan tahun ini KRANS meluncurkan single ‘Orbituari, Kerangka Masa’. Tak jauh berdeda dari singel sebelumnya mereka menjelaskan proses kreatif dalam pembuatan lagu ini.

 

“Di ‘Obituari, Kerangka Masa’ ini masih sama proses kreatifnya dengan KRANS yang seperti biasanya. Shofa yang merespon lirik kemudian memberikan sentuhan-sentuhan lagunya, ide ide notasi pada vokalnya. Kemudian masih sama juga kita masih dibantu Ancal sama Iyan untuk proses di bagian drum dan men-direct pada lagunya,” tutur Saga.

Selain itu, proses kreatif juga terjadi dalam pembuatan visual artwork, bekerjasama dengan Antino Restu Aji, merespon ‘Obituari, Kerangka Masa’ menjadi karya yang juda dapat dinikmati dengan indera penglihatan. Selain itu mereka juga berencana untuk merilis merchandise yang bekerjasama dengan Answar Syarifuddin.

Teks: Reza Raditya

Visual: Arsip dari KRANS

Kolaborasi Semiotika Dan Iga Masardi

Menggunakan moniker Sagas Midair, Iga Massardi yang merupakan gitaris sekaligus vokalis grup Barasuara merilis single kolaborasi bersama Semiotika, unit Instrumental Rock dari Jambi. Diberi tajuk Iskaashi, rencananya single ini akan...

Keep Reading

Nyala Api Dari Angkatan Baru Hip-Hop Jakarta

Berawal dari hal yang tidak direncanakan, La Munai Records, label rekaman Jakarta, Pesona Experience dan Bureau Mantis kolektif dan manajemen musik dari kota yang sama akhirnya menemui kesepakatan untuk merilis...

Keep Reading

Plvmb Memulai Debut Dengan Blue

Bandung kembali memiliki kuintet indiepop yang terdiri dari Vina Anesti (Vokalis), Azka Aulia Rachman (Bass), Diaz Febryan (Drum), Salman Wahid Putra Kamaludin (Gitar), Irfan Zahid Abdussallam  (Gitar). Mereka tergabung ke...

Keep Reading

Superglad Yang Kembali Melangkah

Superglad adalah band yang namanya tidak perlu lagi dipertanyakan di kancah musik tanah air. Setelah diterpa berbagai permasalahan yang sempat terjadi di dalam tubuh mereka, band yang terbentuk sejak tahun...

Keep Reading