Liga Musik Nasional atau yang akrab disebut Limunas telah memasuki episode ke-13, bukan angka yang terbilang kecil untuk sebuah pertunjukkan musik independen di masa sekarang. Skalanya tidak besar, namun spirit orang-orang di dalamnya sangat luar biasa. Hal kecil yang dimulai, ternyata menjadi besar. Dalam perjalanannya, banyak nama besar telah diboyong mereka untuk tampil di Bandung. Sebut saja White Shoes And The Couples Company, Frau, Melancholic Bitch, Rajasinga, Komunal dan yang paling baru adalah Kelompok Penerbang Roket yang dijadwalkan datang pada 22 Desember 2018.

Limunas digagas oleh Dodi (Komunal), Trie dan Boit (Omuniuum) serta Feransis (Tuhanzilla). Mereka selalu merasa tidak puas dengan setiap gigs yang dibuat oleh orang lain, baik dari sisi pengisi line up maupun produksi karena satu dan lain hal. Akhirnya, nilai-nilai ideal, coba dikejar sendiri.

Bahan bakar utama gigs ini ada faktor pertemanan yang ada, pembeli tiket serta band yang tampil.

“Tiga hal sih yang buat Limunas bisa sampai sekarang, ya itu tadi. Teman-teman yang kerja, teman-teman pembeli tiket dan teman band yang akan diundang. Di Limunas yang kerja dan dibayar hanya sedikit sekali mungkin itungannya itu band, artworker dan beberapa lainnya yang emang mengharuskan untuk dibayar. Sisanya malah urunan tenaga. Lalu teman-teman pembeli tiket yang percaya pada apa yang kami buat. Sponsor utama ya teman-teman ini yang beli tiket dan merch,” jelas Boit menceritakan napas utama Limunas.

Limunas sendiri tidak punya sebuah formula khusus dalam penentuan line up. Saat ini Bandung, gelaran gigs tidak sebanyak dulu. Namun tetap hidup, dikarenakan skenanya yang masih tetap ada. Ibarat jamur, sekecil apapun tapi selalu saja bisa hidup di manapun. Yang menarik, adalah keputusan untuk terus memberlakukan harga tiket masuk ke gelaran Limunas. Membayar tiket adalah kewajaran, tapi di tengah kepungan banyak acara gratis, pahamnya jadi terbalik; Acara yang mengenakan tiket berbayar adalah yang minoritas.

“Kami terus terang tidak terlalu suka dengan event gratis apalagi dengan skala besar. Kalo yang dibikin di space yang kecil dengan jumlah penonton yang nggak lebih dari 50 orang masih okelah. Tapi kalau udah cukup besar ukuran ramenya apa? Karena band? Karena tiket yang gratis? Karena sponsor? Dan apa yang ditawarkan untuk masa depan dari tiket yang gratis? Dengerin musik di era streaming udah murah banget masa sih nggak mau keluar uang untuk nonton pertunjukan? Tiket untuk kami berharga banget, karena dari tiket selain bisa untuk bayar ini itu, kami juga bisa mengukur sejauh mana koneksi band dan fansnya. Jadi suka sedih aja kalo acara gratis. Lha wong kita mah berjuang jualan tiket,” terang Boit panjang.

 

Sabtu besok, Limunas ke-13 akan menghadirkan tiga band dari kota yang berbeda. Brigade Of Crow dari Bandung, Jangar dari Bali dan Kelompok Penerbang Roket sebagai pemain utama yang berasal dari Jakarta. Brigade Of Crow baru saja merilis album baru dengan judul Delta Blues Narkotik dan begitupun Kelompok Penerbang Roket dengan album barunya Galaksi Palapa. Tiga nama ini bakal dipastikan memanaskan gigs akhir tahun 2018 ini. Jangan sampai terlewat.

 

Teks: Adjust Purwatama
Foto: Dokumentasi Liga Musik Nasional