Konser Virtual Tribute To Joe Strummer (The Clash)

Berselang 68 tahun sejak kelahirannya (1952-2020), musisi rock seperti Bruce Springsteen, founder Grateful Dead Bob Weir, Lucinda Williams, Tom Morello, Josh Homme dari Quens of The Stone Age dan sejumlah musisi ternama lainnya mengisi lineup di konser virtual yang bertajuk “A Song for Joe: Celebrating the Life of Joe Strummer” yang telah diselenggarakan pada 21 Agustus 2020 dan disiarkan secara langsung di website resmi Joestrummer.com dan platform YouTube. Selain diisi oleh musisi, konser virtual ini juga menghadirkan seniman visual Shepard Fairey a.k.a Obey dan filmmaker Jim Jarmusch. Sejumlah footage video langka mengenai kehidupan Joe Strummer ditayangkan juga dalam konser ini.     

Konser virtual tersebut merupakan sebuah penghormatan sekaligus perayaan ulang tahun Joe Strummer dan ditayangkan secara gratis. Namun pihak penyelenggara membuka dompet donasi. Semua donasi yang masuk selama 2 jam penayangangan (jam 03.00-05.00) telah disumbangkan sepenuhnya untuk kampanye Save Our Stage yang sudah digalakan sejak beberapa bulan ke belakang. 

Save Our Stage Act sendiri merupakan sebuah gerakan yang dipelopori oleh NIVA dan para pengelola venue di New York lainnya. Hal ini dilakukan atas dasar banyaknya venue-venue independen yang biasa digunakan untuk gelaran musik terpaksa harus ditutup karena merebaknya wabah Covid-19 di Amerika yang tak kunjung selesai. Salah satu agenda mereka adalah mengupayakan  bantuan pengucuran dana oleh pemerintah yang dapat digunakan untuk membayar karyawan, sewa tempat, APD, dan biaya operasional lainnya. Hampir sembilan puluh persen dari anggota NIVA mengatakan jika penutupan venue dilakukan selama enam bulan atau lebih dan mereka tidak menerima bantuan federal, maka mereka terpaksa harus menutupnya secara permanen. Mengingat cukup besarnya biaya yang dikeluarkan agar bisnis mereka tetap berjalan.

Poster 'A Song For Joe: Celebrating the Birthday of Joe Strummer.'

“Kami membutuhkan bantuan finansial yang nyata dari pemerintah federal, seperti yang baru saja mereka lakukan di Inggris dengan dana talangan $ 2 miliar. Pemerintah perlu mengakui bahwa seni penting untuk budaya, komunitas, dan pertumbuhan kita. ” ucap musisi cum host pada acara ini, Jesse Malin dikutip dari rollingstone.com 

Pada usia 50, Joe Strummer meninggal akibat serangan jantung pada 22 Desember 2002, namun pengaruh dan papularitasnya masih tetap ada sampai hari ini. Maka tak aneh jika kemudian banyak nama musisi besar yang secara  sukarela mengisi konser ini, sekaligus sebagai bentuk penghormatan untuk Joe Strummer atas segala perjuangannya di ranah musik maupun kehidupan para remaja yang tumbuh di bawah sistem kapitalis dan monarki di Inggris.

“Melihat begitu banyak musisi dan artis maju untuk menghormati Joe sungguh mengharukan,” kata istri Strummer, Lucinda Tait. “Komunitas selalu penting baginya. Entah itu bermain musik dengan teman-teman, mengatur api unggun sepanjang malam, atau membajak festival, Joe selalu fokus untuk menyatukan orang. Meskipun kita tidak bisa berada dalam satu ruangan bersama-sama, saya tidak bisa memikirkan cara yang lebih baik untuk kita semua merasa bersatu. Joe pasti menyukai ini. ” lanjut Lucinda.

Di dekade akhir tahun 1970-an, The Clash tak ubahnya seperti juru selamat bagi generasi muda yang gusar akan situasi di London. Joe Strummer adalah peluru panas dengan suara serak dan hook vokalnya yang telah mengubah musik menjadi senjata sosial yang ampuh. Lewat lagu-lagunya semacam “White Riot”, “London Burning”, atau “London Calling” ia menciptakan kekacauan dan seketika mengubah etika remaja dan wujud industri musik di Inggris. Di hari yang sama (21/08), beberapa gelaran virtual lainnya juga akan diselenggarakan. Seperti Fuji Rock Festival, Metal Hall of Fame Gala 2020, dan Panama Jazz Festival. Yang tentu saja sayang sekali jika dilewatkan!

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip Joestrummer.com

Efek Rumah Kaca Bawakan Ulang Lagu Candra Darusman

Candra Darusman, Signature Music Indonesia dan demajors merilis album kompilasi yang menampilkan karya-karya Candra Darusman: seorang musisi, pencipta lagu, penyanyi dan pemerhati hak cipta Indonesia. Kompilasi ini mengedepankan Efek Rumah...

Keep Reading

Ketika BLCKHWK Gambarkan Sisi Alami Sifat Manusia

Di awal tahun 2022 ini, BLCKHWK telah melepas album debutnya bertajuk Decomposing Rotting Flesh. Untuk memperpanjang nafas album, baru-baru ini unit yang dihuni oleh Arison Manalu (vokal),  Billy Rizki (gitar),...

Keep Reading

Karya Baru dan Rangkaian Tur Musik Isman Saurus

Di sekitar akhir 2021 lalu, solis asal Lumajang Jawa Timur, Ismam Surus telah melepas album penuh bertajuk Orang Desa. Sebagai rangkaiannya, di tanggal 24 Maret lalu ia telah melepas sebuah...

Keep Reading

Nuansa Anime di Karya Terbaru Moon Beams

Inspirasi untuk membentuk sebuah band bisa datang darimana saja, termasuk dari sebuah  anime. Jika kalian pernah menonton anime lawas berjudul BECK tentu tak akan asing dengan original soundtrack-nya bertajuk Moon...

Keep Reading