Konser Metafase yang Memberi Dampak

Seakan ingin memperpanjang uforia dari perilisan EP debutnya,“Metafase”, unit rock alternatif asal Jakarta yaitu Terima Kost Putri (TKP) pun menggelar sebuah konser bertajuk “Konser Metafase: Sebuah Persembahan dari Terima Kost Putri” pada 27 OKtober 2019, di Panhead, Jakarta Selatan.

Namun alih-alih hanya sekedar merayakan rilisnya “Metafase” saja, band dengan personil Abary (vokal), Fahran (drum), Axel (bass), Elvin (gitar), Faris (gitar) itu juga menyelipkan sebuah agenda memperingati 1 tahun tragedi Tsunami Palu-Donggala.

Seratus persen keuntungan dari penjualan tiket konser tersebut akan disumbangkan untuk pembangunan Ruang Belajar Sementara (Temporary Learning Space) melalui Yayasan Sayangi Tunas Cilik atau dikenal sebagai Save The Children, agar anak-anak di sana dapat memiliki ruang belajar dan bermain dengan aman.

Di perhelatan Konser Metafase itu, TKP membawakan empat lagu dari EP perdananya serta tiga tembang baru yang ditampilkan secara eksklusif untuk pertama kalinya. Secara garis besar, tujuh lagu tersebut berusaha menyampaikan narasi proses kehidupan yang penuh dinamika serta isu sosial yang marak terjadi namun dipandang sebelah mata.

Pada konser tersebut mereka juga mengajak dua pelaku industri kreatif lokal untuk berkolaborasi: Sinau Socks dan Ten Percent Luck. Selain itu, TKP juga mengundang LONE sebagai penampil pembuka, suguhan pop elektronik mereka memberikan warna tersendiri pada acara ini

Konser Metafase juga turut dihadiri oleh banyak musisi lokal, seperti KLAV, Syahravi, Aryorespati (Anomalyst), Circarama, dan Lightcraft. Melalui gelaran tersebut, TKP ingin menjadi grup musik yang tidak hanya memberikan dampak bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakan banyak orang untuk menjadi pembawa perubahan masa depan.

Teks: Rizky Firmansyah
Visual: Arsip Terima Kost Putri

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading