Konser Dalam Gelembung Inovasi di Tengah Pandemi

Apa yang kalian rindukan selama masa pandemi? Tentu bagi penggemar musik adalah datang ke konser. Namun sayang sekali di tengah kondisi  seperti sekarang banyak sekali gelaran musik akbar yang dibatalkan ataupun diundur. Pertunjukan musik memang selalu menjadi peristiwa yang paling dinantikan oleh khalayak. Banyak upaya pun sudah dilakukan untuk mengakali kondisi ini, mulai dari konser virtual sampai dengan konser dengan pembatasan jarak yang ketat. Berbagai upaya yang tak lazim pun kerap dilakukan, salah satunya apa yang dilakukan oleh Flaming Lips.

Flaming Lips yang pada awal-awal pandemi sempat viral dengan konsep pertunjukannya di dalam gelembung, hari-hari lalu tersiar  kabar bahwa mereka akan mengadakan konser besar dengan menerakan konsep serupa, yakni setiap personil dan penonton yang datang akan ditempatkan dalam gelembung seukuran manusia dewasa. Tentu konser dalam gelembung ini merupakan konser yang terbilang aman, karena setiap pengunjung yang datang, jaraknya akan terbatasi dengan gelembung juga droplet dari seseorang tidak akan menyebar kemana-mana, dan penularan virus pun dapat ditekan.

Konser luring yang diberi tajuk “World’s First Space Bubble  Concert” ini akan diselenggarakan pada 11 Desember 2020 mendatang di Criterion Oklahoma City. Dikabarkan tempat tersebut diisi hanya dengan 100 gelembung, di mana gelembung tersebut nantinya akan ditempati oleh para pengunjung. Masing-masing gelembung dapat menampung antara satu hingga tiga orang. Tiket sudah mulai dijual pada Jum’at (13/11), namun hanya berselang beberapa hari tiket tersebut sudah habis. Kita bisa melihat betapa orang-orang merindukan konser bukan?

Sebelumnya, The Flamings Lips yang diisi oleh Wayne Coyne (vokal, gitar, keyboard), Michaels Ivins (bass),  Steven Drozd (gitar, keyboard), Derek Brown (gitar, keyboard), Jake Ingall (keyboard, gitar), Matt Duckworth Kirksey (drum), dan Nick Ley (perkusi) ini sudah melakukan serangkaian percobaan menjelang konser nanti. Diantaranya pada 12 Oktober bulan lalu mereka telah menggelar acara serupa, namun pengunjung yang datang hanya dari kalangan teman dan keluarga para personil saja, sekaligus uji coba tersebut dijadikan live video untuk “Assassins of Youth”.

The Flaming Lips sendiri merupakan kelompok musik yang berbasis di Oklahoma City, Amerika ini sudah terbentuk sejak tahun 1983. Setidaknya dalam tiga dekade lebih perjalanan bermusiknya, mereka sudah mengeluarkan belasan album, diantanya debut album Hear It Is (1986) dan terakhir American Head (2020). The Flaming Lips memenangkan Grammy Award pertama mereka pada tahun 2003, untuk lagu mereka “Approaching Pavonis Mons by Balloon (Utopia Planitia)”. Sampai saat ini, band ini telah dinominasikan untuk enam Grammy Awards, dan menang tiga kali.

Sebagai gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana nantinya konser The Flaming Lips yang unik itu berjalan, kalian bisa   menyaksikan video “Brother Eye” dari album mereka bertajuk‘American Head’ di bawah ini.

Teks: Dicki Lukmana
Visual: Arsip The Flaming Lips

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading