Konser Alam Terbuka ala Jangar

Setelah merilis album penuhnya di tahun 2019 silam, dan terus menghajar berbagai panggung baik itu dalam kota ataupun luar. Jangar, komplotan heavy rock asal Denpasar, Bali, kembali lagi dengan kabar terbaru di tengah hiruk pikuk kondisi yang belum pasti seperti ini. Seperti yang kita ketahui, di masa sekarang, menjalankan suatu konser musik bisa dibilang hal yang tabu. Apalagi kalau bukan karena adanya virus corona yang sudah ada sejak awal tahun 2020 ini. Dan lagi lagi, untuk mengakali kondisi yang ada, banyak pelaku musik mulai memutar otak untuk menghadirkan bentuk baru dari sebuah pertunjukan. Salah satunya adalah pertunjukan konser virtual. Hal ini juga yang diamini oleh Jangar, mereka saat ini sedang mempersiapkan segala hal untuk melepas sebuah live session yang cukup berbeda. Yaitu sebuah pertunjukan yang memiliki konsep alam terbuka, dalam rencananya pun konser ini akan digalakan pada Sabtu, 3 Oktober mendatang.

Pertunjukkan yang akan diberi nama Panggung Wisata, live session ini akan disutradari oleh seorang Hasbi Sipahutar. Bagi yang senang dengan dunia skateboard Indonesia, pastinya tak asing dengan nama ini. Yap dia adalah salah satu sutradara oke di dunia skateboard dan juga musik di negeri ini. Karyanya antara lain film dokumenter Possible, videoklip untuk Kelompok Penerbang Roket, dan banyak lainnya. Selain itu juga, dirinya kerap kali berkolaborasi dengan beberapa band, yaitu The SIGIT, dan Mooner. Turut serta mendukung terjadinya pertunjukan ini adalah Berita Angkasa, Jägermeister Indonesia, dan Sinar Photo Bali, live session ini menurut Jangar adalah sebuah panggung hura-hura yang sudah lama mereka impikan.

“Kita mencoba mengemasnya dengan kegiatan-kegiatan yang bisa kami lakukan secara full team. Apa lagi di Panggung Wisata ini kami bisa bermain secara penuh karena gitaris kami, Dewa, sedang bisa pulang dari tempat kerjanya di Pulau Rote,” ungkap vokalis Jangar, Gusten.

Band yang diperkuat oleh Gusten (vokal), Pasek (drum), Dewa Adi (gitar), dan Gusrai (bass) ini memiliki alasan tersendiri mengapa konsep alam terbuka dipilih sebagai latar dari pertunjukan pertamanya. Menurut mereka, kondisi manggung di dalam sebuah ruangan sejatinya cukup membosankan, dan juga mereka ingin mencoba hal baru yang belum pernah dilakukan, sekaligus untuk merayakan satu tahun dirilisnya album perdana mereka, “Jelang Malam”.

 

“Panggung Wisata ini merupakan pemenuhan hasrat kami akan udara segar. Setelah beberapa bulan dibelenggu dinding-dinding kamar, akhirnya bisa berwisata ria bersama keluarga Jangar, sembari bermusik di alam bebas,” cerita Pasek.

Panggung Wisata akan secara eksklusif disiarkan melalui aplikasi EventEvent hanya satu hari, yaitu pada Sabtu, 3 Oktober 2020, mulai pukul 20.00 WITA, dan tidak akan disiarkan ulang. Jangar menawarkan tiga paket tiket untuk mendukung terselenggaranya live session ini: paket A seharga Rp30.000 untuk akses live streaming, paket B seharga Rp175.000 untuk akses live streaming dan merchandise, dan paket C seharga Rp165.000 untuk mendapatkan merchandise saja. Ketiga paket ini sudah mulai dijual pada Sabtu (26/9) ini. Informasi lengkap tentang Panggung Wisata bisa disimak di Instagram Jangar dan Berita Angkasa

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Jangar

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading