Konsep Terlahir Kembali oleh Loka'

Memasuki bulan kedua di tahun 2020, kolektif musik Loka’ kembali merilis karya terbarunya yang berjudul “Seraya”. Lagu ini merupakan single kedua mereka setelah melepas “Tuai” di awal bulan Januari kemarin. Bagi yang belum tahu siapa Loka’. Mereka adalah kolektif musik yang berasal dari Makassar. Dibentuk oleh Juang Manyala dan A Reza Grenaldi pada pertengahan tahun 2016 silam. Pertemuan keduanya terjadi saat mereka didapuk untuk mengerjakan soundtrack dari film dokumenter yang berjudul “Silent Blues of the Ocean.”

Di single kedua ini, mereka mencoba untuk menceritakan sebuah konsep kelahiran kembali. Tentang bagaimana kita sebagai manusia memandang dunia yang penuh sinisme serta kemarahan melalui sudut pandang yang terbalik. Lalu memilih jalan tenang dalam menyelesaikan sebuah masalah seraya mengamini bahwa segala perpecahan dapat diredam hanya dengan kemauan dan kemampuan berbicara. Walau pada akhirnya akan hadir suatu resiko yang dipandang naif oleh khalayak banyak.

Seraya direkam di Prolog Studio dan Rucs Record. Proses mixing dan mastering oleh Dimas Martokoesoemo di ALS Studio serta artwork oleh Reza Yuspa. Beriringan dengan Seraya, Loka’ juga merilis digital single Tuai yang dapat didengarkan di layanan streaming musik seperti Spotify, YouTube Music dan Apple Music.

Karena kebutuhan mereka dalam eksplorasi musik perkusi, mereka berdua merekrut musisi muda berbakat Muh Firman sebagai drummer. Dibantu oleh beberapa musisi lain, mereka akhirnya menyelesaikan soundtrack untuk film tersebut yang sekaligus mini album pertama Loka’.

Seiring dengan eksplorasi bermusik, formasi Loka’ kini bertambah dengan hadirnya Daniel Mailangkay sebagai bassist, Kevin Gonsaga yang memainkan keys, Dralls yang mengelola synth & sequencer, dan Ian Hamzah sebagai pelantun. Loka’ dideskripsikan oleh beberapa insan musik sebagai band experimental rock-jazz- noise-esque. Tapi, mereka menyebut musik mereka sebagai musik “pop” dengan ciri mereka sendiri. Selamat mendengarkan Seraya.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip Loka’

Cerita Iblis dan Manusia di Album Kedua Parakuat

Ranah musik elektronik di Indonesia selalu menarik untuk di simak, terlebih geliatnya di arus pinggir. Banyak seniman bunyi muncul dengan coraknya sendiri dan membawa hasil eksperimentasinya masing-masing. Ranah ini terus...

Keep Reading

The Jansen Persembahkan Album Ketiga

Usai melepas nomor “Mereguk Anti Depresan Lagi” yang cukup mencuri perhatian, The Jansen, trio punk rock dari kota hujan Bogor akhirnya meluncurkan album ketiganya bertajuk “Banal Semakin Binal” (29/7) dalam...

Keep Reading

EP Who Suffer?, Jalan Keluar Defy dari Kekacauan Pandemi

Grup metallic hardcore dari kota Palu, Defy, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah album mini bertajuk Who Suffer?. Perilisan album ini juga sekaligus sebagai tanda berjalannya kerja sama antara Defy dan...

Keep Reading

Menuju Album Kedua, Modjorido Rilis Nomor "Bebal"

Usai memperkenalkan album perdana self-tittled di tahun 2021 lalu, grup musik dari Bali, Modjorido akhirnya kembali merilis karya teranyar. Kali ini unit yang dihuni oleh Rico Mahesi (Vocal & Guitar),...

Keep Reading