Konsep Spiritual yang Ditawarkan oleh Mata Ketiga

Kondisi yang katanya ‘new normal’ ini ternyata banyak melahirkan entitas-entitas baru di tengah-tengah kegilaan yang sedang terjadi. Patutlah kita bersyukur dan memberi apresiasi kepada mereka yang terus menerus menghadirkan kebaruan dan inovasi. Semua lini saat ini ditantang untuk bisa bertahan dan berkarya, tak terkecuali musik dan para musisinya. Salah satu yang baru saja hadir adalah Mata Ketiga. Menyebut band ini sebagai wadah spiritual, mereka terdiri dari Shadu Rasjidi, Ronie Udara, Erik Sungkawa, Rayhan Syarif, Jaeko, Hanifa Shabrina, dan Hata Arysatya. Hadir ke permukaan dengan karya perdana mereka yang diberi judul “Ilusi Dan Batas Waktu”. Jakarta adalah tempat di mana band ini lahir, dibidani oleh tiga orang yang namanya sudah tidak asing di kancah musik tanah air. Mereka adalah Erik Sungkawa yang juga adalah vokalis dari band bernama Oktaf, lalu ada Shadu Rasjidi yang merupakan bassist player dari Dewa Budjana dan Indra Lesmana Project (ILP), dan yang terakhir adalah Ronie Udara yang adalah pemain perkusi dari band Rubah Di Selatan.

Pertemuan ketiganya bisa dibilang tidak di sengaja, semua bermula saat di Depok pada pertengahan tahun 2019 silam. Erik yang juga sangat mendalami dunia spiritual, lantas membuat Shadu dan Ronie turut tertarik dan terinspirasi dari kebiasaan yang dilakukan oleh temannya tersebut. Dan, ketiganya pun sepakat untuk berkarya bersama, serta membentuk sebuah band yang sarat akan nilai spiritual. 27 Juni adalah waktu di mana ketiganya dan empat orang lainnya melebur menjadi satu menjadi Mata Ketiga. Oh ya, keempat orang tersebut adalah Hata (Drum), Ray (Gitar), Jaeko (Etnik instrumen) dan Hani (Vokal/keyboard).

“Mata ketiga lahir sebagai bentuk kebersyukuran, karena yg namanya hidup pasti penuh dengan kebahagiaan dan kekecewaan, untuk itu mata ketiga sebagai bentuk penyeimbang untuk menginat peran kita sebagai manusia.” Tutur mereka ketika ditanyai oleh kami melalui pesan Whatsapp.

Lahir dari banyak kepala yang mengusung banyak jenis musik, Mata Ketiga pun menghadirkan banyak nuansa ke dalam single pertama ini. Mereka pun tak mematok jenis musik apa yang dimainkan, dan bagusnya biar para pendengarlah yang mendefinisikan musik apa yang dihadirkan oleh band ini. Walaupun mereka tak menyangkal bila dalam beberapa karya nantinyan akan dimasukkan unsur Jazz, Rock, Pop, Etnik dan bahkan mantra etnis tertentu sebagai pengingat bersama akan hal-hal petuah hidup sebagai manusia.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kondisi saat ini pun tak membuat mereka kehilangan semangat untuk berkarya. Buktinya sudah jelas, dengan lahirnya single perdana yang berjudul “Ilusi Dan Batas Waktu” di semua gerai layanan musik dalam jaringan dan juga dirilisnya video lirik di kanal YouTube mereka pada tanggal 17 Oktober 2020, sebagai bentuk salam pembuka dari Mata Ketiga dalam rangkaian karya perdana ini. Lagu ini sendiri dipilih sebagai single pertama adalah karena sebagai bentuk komunikasi atas hal kebersyukuran, segala ilusi keresahan dan kesenangan pasti ada/terdapat batas waktunya, untuk mengimbangi kedua sisi tersebut pada penggalan lirik “kunikmati alam bernyanyi” sebagai part bersyukur dalam menikmati peran kita sebagai manusia. Pada single pertama ini nampak nuansa musik pop dengan kentalnya isian etnik perkusi (Sadatana), Suling Bali dan orchestra sebagai komposisi lagu pertama Mata Ketiga.

“Tentu masih dalam masa yg sulit. Namun menjaga kewarasan adalah salah satu cara untuk terus positif dalam berbuat dan betindak. Menjaga kewarasan itu ialah berkarya dgn suasana dan karya baru. Karena ketika ada hal2 positif yg ada didalam dirikita, itu akan menjadi power untuk kita bisa menghadapi dan adaptasi dalam masa2 sulit ini. Dan lewat lagu ini kami ingin memberikan secercah harapan untuk kita semua agar sellau bersyukur.”

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Mata Ketiga

Tambah Line Up, Hammersonic Siap Hadirkan 53 Band Metal dan Rock Dunia!

Setelah mengalami beberapa kali penundaan, festival musik metal raksasa Hammersonic akhirnya dipastikan siap digelar pada awal tahun 2023. Sebelumnya salah satu headliner yakni Slipknot telah mengumumkan konfirmasi lewat unggahan twitter...

Keep Reading

Kolaborasi Selanjutnya Antara Yellow Claw dan Weird Genius

Duo Belanda Yellow Claw kembali berkolaborasi dengan Weird Genius mengusung lagu baru bertajuk ‘Lonely’ bersama finalis Indonesian Idol Novia Bachmid. Weird Genius dan Yellow Claw sebelumnya pernah berkolaborasi di lagu...

Keep Reading

Reruntuhan Akhir Dunia di Album Keempat Extreme Decay

Usai melepas beberapa materi pemanasan menuju album barunya, unit Grindcore kota Malang, Extreme Decay, akhirnya secara resmi melepas album keempatnya pada 29 April 2022 lalu yang diberi tajuk Downfall Of...

Keep Reading

KIAMAT Bagi Rekah di Album Perdananya

Sejak kemunculannya di medio 2015 lalu, unit skramz/blackgaze Rekah sudah mencuri perhatian dengan materi-materi musiknya. Tujuh tahun berlalu, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang jatuh di awal Mei 2022 lalu,...

Keep Reading