Konsep Dimensi Lain dari Atlesta

Jikalau niat dan tekad sudah besar, sesulit apapun rintangan akan sangat terasa mudah. Dibalik sesuatu hal yang tidak mengenakkan, pastinya ada berita bagus yang terus menerus diselipkan. Seperti yang dihadirkan oleh solois asal Malang dengan nama panggung, Atlesta, sekarang ini. Dirinya baru saja merilis sebuah album instrumental yang diberi judul Inner Feelings Collection Part 1. Album instrumental pertama darinya yang berisi 13 lagu. Saat mengerjakan materi-materinya, Fifan Christa, musisi di belakang Atlesta mengaku semuanya dilakukan di dalam kamarnya. Mulai dari proses rekaman, mixing, hingga mastering dikerjakan secara penuh olehnya di studio kamar tidurnya.

“Sebenarnya aku sudah kepikiran konsep album ini sejak lama. Kepingin bikin album yang bener-bener lepas dan kayak tanpa beban. Akhirnya terwujud juga. Salah satunya karena keadaan yang memaksa kita semua untuk saling mengasingkan diri.” Terangnya.

Seperti kebanyakan orang, inspirasi pastinya datang dan diambil dari berbagai hal yang ada di sekitar, lalu juga persoalan diri personal yang menjadikan dirinya bisa lebih baik lagi di masa saat ini. Menurut Fifan, album ini banyak terinspirasi dari sesi yang diadakannya secara rutin beberapa waktu lalu, yang namanya adalah “Duduk Melingkar”. Dari semua materi, yang paling menonjol adalah lagu “The Woman’s Body (Not The Man’s One)”. Lagu ini menceritakan segala keluh-kesahnya dan juga teman-teman DuMel (Duduk Melingkar) tentang beberapa kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual yang terjadi di masyarakat dan lingkar komunitas. Melalui lagu itu, dirinya mencoba untuk mengambil sudut pandang si korban yang kerap kali adalah wanita.

“Jadi DuMel itu kayak semacam sesi roundtable di mana aku dan beberapa orang yang sebelumnya tidak kukenal saling bercerita satu sama lain. Kepinginnya sih buat riset materi album official-ku nanti, tapi ternyata things got really personal di situ. Really personal sampai aku berani bilang kalau kisah-kisah mereka benar-benar mengubah hidup dan sudut pandangku.” Jelas dirinya.

Selain itu, ada lagu yang berjudul “Tribute to How I Meet My First Synth” yang didedikasikan untuk bandnya terdahulu, Little Star. Di sisi lain, lagu berjudul “My Favorite Notification” yang lebih personal adalah rekaman percakapan antara Fifan Christa dan sang kekasih. Meskipun dirilis dalam format album penuh, Fifan menegaskan bahwa Inner Feelings Collection Part 1 ini adalah sebuah karya tersendiri.

“Ibarat manga, Inner Feelings ini tuh kayak semacam spin-off. Aku lihat beberapa artist lain yang merilis album di luar ‘pakem’ musik mereka. Jadi semacam memperkenalkan ada ‘dimensi’ lain dalam satu persona artist. Kayak apa ya? Semacam official bootleg atau mixtape gitu lah kalau mau dibilang.” Jelasnya kembali.

Dirinya pun menyematkan sebuah harapan agar album instrumental Atlesta ini akan mempunyai kelanjutan. Hal itu terlihat jelas dipenggunaan kata Part 1 di belakang judul albumnya. Selain itu, ia berharap jika album ini bisa menemani kesepian dan hari-hari sendiri kita semua saat ini. Rilisan ini tentunya sudah bisa dinikmati di berbagai layanan musik digital semisal Spotify, Apple Music, Deezer, dan lainnya.

“Semoga ia bisa menjadi teman di kala kita semua mulai jenuh dengan karantina global ini. Di mana setiap orang sibuk bertarung dengan kesunyian dirinya masing-masing, dan merindukan riuh rendah dunia saat semua terasa ‘baik-baik saja’.” tutupnya.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Atlesta

 

My Bloody Valentine Kritik Spotify Soal Lirik yang Salah

Di antara kalian pasti ada dong yang pernah memutar lagu di Spotify sambil menikmati fitur lirik yang disediakan. Lewat fitur ini, para pengguna Spotify bisa sambil bernyanyi sesuka hati. Tapi,...

Keep Reading

Patahan Imajinasi Masa Kecil di Nomor Terbaru Latter Smil

Latter Smil, duo asal kota Palu yang dihuni oleh Dian dan Eko, dipermulaan tahun 2022 ini kembali melepas karya teranyarnya bertajuk “Kalila”. Lewat single ini Latter Smil mencoba untuk memberikan...

Keep Reading

Perjalanan Skena Musik Ambarawa dalam Album Kompilasi They Hate Us

Terlihat dalam beberapa tahun terakhir, produksi album kompilasi skena musik lokal mulai kembali marak. Tercatat ada beberapa deretan kompilasi yang terbit pada setahun-dua tahun ke belakang, seperti Bikin Kompilasi: Bless...

Keep Reading

Dua Album Milik Semiotika Akhirnya Dilepas Secara Digital

Usai merilis album penuh bertajuk Eulogi, unit post-rock asal Jambi, Semiotika akhirnya merilis dua album terdahulunya Ruang (2015) dan album mini Gelombang Darat (2018) ke dalam format digital. Sementara album...

Keep Reading