Kondisi Abu-Abu yang Direalisasikan Nidji

Namanya berproses, pasti banyak lika-liku yang dihadapi. Terlebih bila di dalamnya terdapat banyak orang, ego masing-masing pastilah berat untuk ditahan. Tapi namanya berkolektif, semua harus saling senada. Hal ini juga terjadi di tubuh Nidji. Mereka besar, dan pernah merasakan pergolakan yang mengakibatkan keluarnya sang vokalis. 2019 adalah era baru band ini bersama vokalis baru bernama Yusuf Ubay. Dari sana, mereka mulai merilis satu per satu karya barunya. Yang paling anyar adalah single berjudul “Wadoow”.  Di single ini, mereka menceritakan perihal kenangan yang ada di masa dulu, yang memvisualkan keadaan di mana beberapa orang yang pernah bersama-sama, kini tak lagi ada di kapal yang sama, tetapi mereka tetap mensyukuri dan menghormati apa yang ada di masa-masa itu. Kini, Nidji kembali lagi dengan karya terbarunya yang diberi judul “Abu-Abu”.

Tahun ini memang sangat berat bagi banyak orang, adanya wabah Covid-19 yang menghantam banyak sektor membuat banyak orang kehilangan. Tak mau hanya sekedar berdiam diri saja, Nidji yang beranggotakan Ariel Harsya (gitar), Ramadhista Akbar (gitar), Andro Regantoro (bas), Randy Danistha (keyboard), Adri Prakarsa (drum) serta Yusuf Ubay (vokal) memilih untuk tetap produktif dan melahirkan karya baru yang akan hadir di berbagai layanan musik dalam jaringan pada 24 Juli besok. Menurut mereka, kenapa memilih kata ini sebagai judul lagu, karena Abu-abu terletak di antara dua warna yaitu hitam dan putih, di mana hal ini sangat melambangkan ketidakpastian.

Lagu “Abu-Abu” sendiri dibuat dengan cara memvisualkan ragam keadaan di masa sekarang di mana banyak pihak-pihak merasakan keresahan di masa pandemi, salah satunya karena berita di media sosial yang absurd atau tidak jelas. “Lagu ini ditulis di awal tahun 2020, saat saya sedang bermain piano ditemani anak kedua saya (Sakha), lalu saya meminta bantuan untuk tema lagu. Sekejap dirinya menjawab “Abu-Abu!” dan setelah itu berbagai tema luas tentang abu-abu berdatangan di kepala yang ternyata kemudian sangat relevan dengan kondisi sekarang”, kata Randy. Di lagu ini, Randy bertindak sebagai pencipta musik dan lirik, untuk aransemen lagu digarap langsung oleh Ariel sebagai produser dan Heston sebagai co-produser. Warna musik yang disajikan pun akan mampu membawa para calon pendengar untuk mengikuti ritme yang tidak terburu-buru, namun konstan dari awal sampai akhir. Diwarnai dengan intonasi musik dan nyanyian yang naik menuju klimaks oleh Ubay.

cover album single nidji abu abu

Penyempurnaan lagu “Abu-Abu” pun dilakukan bertepatan dengan bulan Ramadhan kembali. Hal ini tentu semakin menghadirkan makna tambahan bahwa, di masa seperti ini bisa menjadi momen kontemplasi dari rutinitas kehidupan yang kita jalani sebelumnya. Kontemplasi bersama lagu “Abu-Abu” membuat kita semakin tersadar bahwa selama ini memang makhluk yang paling menyeramkan untuk alam semesta adalah manusia. Fitnah, perang saudara, rasisme, pembuat konten tidak jelas, semakin jelas. “Segala pertanda akhir zaman semakin diperlihatkan,” katanya.

Nidji menekankan, melalui single “Abu-Abu” ini, mereka ingin memperlihatkan tentang bagaimana banyak hal di dunia tidak dibatasi oleh hitam dan putih. Selain itu, “Abu-Abu” menjadi potret kefrustasian seseorang terhadap pudarnya garis tebal antara dua hal yang berbeda putih yang kerap ketidakjelasan Sejak akhir dan kuartal namun lama-lama buram menjadi satu. Randy mengatakan, “Lagu ini saya buat di kanvas seperti lukisan realism tahun 2020. Sebagai manusia, secara naluri, kita akan terus mencari jawaban penyelesaian atas sesuatu yang kita tidak akan pernah tahu.”

Jangan sampai lupa untuk mendengarkan single terbaru ini. Sangat cocok untuk didengarkan di masa seperti ini.

Teks: Adjust Purwatama
Visual: Arsip dari Nidji

Fragmen Keinginan sheisjo di Nomor "OOE"

Solis asal Jakarta Chika Putri Bagaskara dengan moniker sheisjo telah melepas materi lagu berikutnya yang bertajuk “OOE” (15/08). Sedikit berbeda dari tiga single sebelumnya yang memiliki sound acoustic, “OOE” diracik...

Keep Reading

Inspirasi Film di Materi Teranyar Eastcape

Tahun 2021 lalu menjadi tahun yang bisa dibilang ‘manis’ bagi Eastcape karena di tahun tersebut mereka resmi memperkenalkan dirinya di kancah industri musik dengan menelurkan sebuah single dan Split EP...

Keep Reading

Bersama Ello dan Virzha, Dewa19 Rilis Ulang Materi Lama "Still I’m Sure We’ll Love Again"

Dewa19 melanjutkan perilisan karya-karya lama mereka dalam format baru. Kali ini, mereka merilis “Still I’m Sure We’ll Love Again”, sebuah lagu dari album Format Masa Depan yang aslinya menampilkan vokal...

Keep Reading

Langkah Berikutnya dari Bilal Indrajaya

Usai melepas beberapa materi singel dan album mini Purnama (2019) solis dari Jakarta, Bilal Indrajaya, akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Saujana” lewat label rekaman legendaris yang kini...

Keep Reading